KABUPATEN TOLI TOLI

TRAVEL GUIDE

Profil Pariwisata Kabupaten Tolitoli

Gambaran Umum
sample74
Visi: Terwujudnya Tolitoli yang Sejahtera, Berkarakter, Aktif, Adil dan Religius.”

Misi:

  1. Menguatkan tata-kelola pemerintahan yangbaik dan bersih
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomirakyat dan menurunkan tingkat kemiskinanberbasis Kawasan
  3. Mewujudkan sumber daya manusia melaluipendidikan berkarakter dan kesehatanberkualitas
  4. Menguatkan daya saing daerah berbasisDesa dan Kecamatan
  5. Mengoptimalkan pengelolaan sumber dayaalam dan mempertahankan kelestarianlingkungan hidup
  6. Merestorasi infrastruktur dasar dan strategisserta sarana dan prasarana daerah
  7. Meningkatkan taraf kehidupan masyarakatyang religius dan berbudaya dalam tatanankearifan lokal.
SAMBUTAN / KATA PENGANTAR

H. MOH. SALEH BANTILAN, SH, MH Bupati Kabupaten Tolitoli

Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wa barakatuh,
Syukur Alhamdulillah, segala puji kita persembahkan ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia telah dilimpahkan kepada kita bersama.
Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas dibuatnya buku Profil Pariwisata Kabupaten Tolitoli. Kabupaten Tolitoli mempunyai luas wilayah 4.079,77 Km dengan panjang garis pantai 453,98 Km yang terletak di pesisir Pantai Barat Sulawesi atau tepat dipintu masuk Selat Makassar dengan luas laut mencapai 300.859,22Ha dan 43 Pulau, tiga diantaranya merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia Kawasan Ambalat, (Keppres Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-pulau Kecil Terluar) memiliki potensi kepariwisataan yang sangat besar, tidak hanya wisata alam, namun juga wisata budaya, sejarah dan kuliner . oleh karena itu pariwisata pada pemerintahan kami menjadi salah satu prioritas pembangunan. 
Oleh karena itu dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari pemerintah daerah bagaimana mengelola potensi tersebut sehingga bermanfaat untuk masyarakat banyak, karena pariwisata sudah terbukti dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui penyerapan tenaga kerja, Kami memahami pembangunan kepariwisataan meliputi empat hal :
Pertama: Pembangunan Destinasi Pariwisata, yang terkait dengan pembangunan daya tarik dan atraksi wisata, pembangunan prasarana, penyediaan fasilitas umum, pembangunan pasilitas pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. 
Kedua: Pembangunan Industri Pariwisata yang meliputi daya saing produk pariwisata dan kemitraan usaha pariwisata.
Ketiga: Pembangunan Pemasaran Pariwisata, dengan melihat peluang pasar pariwisata di Kabupaten Tolitoli dan mengembangkan promosi pariwisata. 
Keempat: Pengembangan Kelembagaan Pariwisata, melalui pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan regulasi, Keempat bidang pembangunan kepariwisataan itu dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
Demikian sambutan ini, terima kasih kepada semua pihak khususnya Dinas Priwisata Kabupaten Tolitoli atas terbitnya buku Profil Pariwisata Kabupaten Tolitoli.
Salam Pesona Indonesia, Tolitoli Pesona Sulawesi,
Terima Kasih.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullaahi Wa barakatuh,

MOH. NASIR DG. MARUMU, S.Pt, S.IP, M.Si Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli

Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wa barakatuh,
Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT,karena hanya atas dan ridha dan perkenannya pada kesempatan yang berbahagia kami dapat menyelesaikan buku “Profil Pariwisata KabupatenTolitoli”.
Buku ini di sajikan sebagai bahan informasi, promosi sekaligus pertimbangan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang telah atau belum mengunjungi destinasi wisata yang ada di Tolitoli.
Isi buku panduan wisata ini memuat berbagai potensi unggulan destinasi pariwisata yang cukup beragam dan perlu untuk di kembangkan, yang terdiri dari wisata alam, wisata relegi, wisata kuliner dan wisata buatan.
Kami merasa bangga dan senang sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menerbitkan buku ProfilPariwisata ini sebagai media alat promosi destinasi wisata unggulan di Daerah Kabupaten Tolitoli.
Salam Pesona Indonesia, Tolitoli Pesona Sulawesi,Terima Kasih.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullaahi Wa barakatuh,

GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Tolitoli sebelumnya bernama Kabupaten Buol Tolitoli, Namun pada tahun 2000 berdasarkan Undang-Undang No.51 Tahun 1999 kemudian Kabupaten Tolitoli dimekarkan menjadi yaitu Kabupaten Tolitoli sebagai Kabupaten Induk dan Kabupaten Buol sebagai kabupaten hasil pemekaran. Luas areal sekitar 4.079,77 Km2, terdiri dari 103 Desa, 6 Kelurahan dan 10 Kecamatan, yaitu Kecamatan Baolan, Basidondo, Dako Pamean, Dampal Selatan, Dampal Utara, Dondo, Galang, Lampasio, Ogo Deide dan Tolitoli Utara. Dalam peta Pulau Sulawesi, Kabupaten Tolitoli nampak memanjang dari Timur ke Barat, terletak di sebelah Utara garis khatulistiwa dalam koordinat 0,35o - 1,20o
Lintang Utara dan 120,312o - 122,09o Bujur Timur. Ibukota Kabupaten ini terletak di Kota Tolitoli dan batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut: Laut Sulawesi dan Kabupaten Buol di sebelah Utara; Kabupaten Parigi Moutong di Selatan; Selat Makassar di Barat; dan Kabupaten Buol di Timur. Kabupaten ini memiliki 43 Pulau termasuk 3 pulau terluar yakni Pulau Lingayan, Pulau Salando dan Pulau Dolangan.

Topografi

Kabupaten Tolitoli terletak pada ketinggian 0 – 2.500 meter dari permukaan laut, dengan keadaan topografis dasar hingga pegunungan sedang dataran rendah yang umumnya tersebar di sekitar pantai dan letaknya bervariasi. Dari hasil perhitungan luas peta ketinggian, ternyata daerah dengan ketinggian 100 – 500 meter dari permukaan laut adalah yang paling luas yaitu sebesar 192.748 ha (47,24%) dan tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Sedangkan daerah yang berada pada ketinggian >1.000 meter dari permukaan laut adalah paling kecil yaitu 16.887 ha (4,14 %). Untuk luas kelas lereng tanah, daerah dengan kemiringan 15–40% memiliki persentase terbesar, yaitu 43,35% dan daerah dengan kemiringan 0–2% mempunyai persentase terkecil, yaitu 13,73%. Sedang untuk luas kedalaman efektif tanah, kedalaman >90 cm seluas
103.474 ha (25,36%), dan untuk kedalaman <30 cm mempunyai persentase yang terkecil yakni 28.716 ha (7,03%). Sementara itu, luas kedalaman efektif yang terbesar adalah 60–90 cm yaitu sebesar 44,43%.

Wilayah Utara merupakan pesisir pantai Laut Sulawesi dan sebagian kecil di sebelah Barat adalah pesisir pantai Selat Makassar dengan beberapa pulau. Sementara sepanjang batas Selatan berupa rangkaian pegunungan bagian dari Pegunungan Bosagong yang memanjang dari Barat ke Timur. Beberapa puncaknya adalah Gunung Tinombala, Gunung Lante, Gunung Tongkou, Gunung Malino, dll. Terdapat juga Pegunungan Bukii Dako disebelah baratutara Kabupaten Tolitoli dengan puncaknya Gunung Dako yang sekaligus sebagai Cagar Alam Gunung Dako. Kabupaten Tolitoli memiliki banyak sungai. Sungai utama di Kabupaten Tolitoli di antaranya adalah Sungai Talau, Sungai Tambun, Sungai Kalangkangan, Sungai Salumpaga, Sungai Banagan, dan Sungai Bampaun.

Iklim

Iklim Kabupaten Tolitoli dipengaruhi oleh dua musim secara tetap yaitu musim Barat yang basah dan musim Utara yang kering. Angin barat bertiup antara bulan Oktober sampai bulan Maret dan pada periode ini Kabupaten Tolitoli ditandai dengan musim penghujan. Sedang angin utara bertiup antara bulan April sampai bulan September, yang pada periode ini di Kabupaten Tolitoli terjadi musim kemarau. Tipe iklim di Kabupaten Tolitoli menurut Schmidt dan Ferguson, yang didasarkan pada perbandingan bulan kering (0–60 mm) sebulan dan bulan basah (lebih dari 100 mm) sebulan adalah sebagai berikut: Bangkir dan sekitarnya tipe D, Tolitoli dan sekitarnya tipe A. Suhu udara rata-rata maksimum di Kabupaten Tolitoli Tahun 2017 menurun bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu dari 32,17oC menjadi 30,88oC dengan suhu maksimum tertinggi mencapai 31,4oC yang terjadi pada bulan September 2017. Sementara itu suhu minimum ratarata tercatat 23,48oC, lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 23,65oC dengan suhu terendah 22,6oC yang terjadi pada bulan Oktober 2017. Ratarata kelembaban udara pada Tahun 2017 lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2016, yaitu dari 82,45% menjadi sebesar 83,50%. Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Kabupaten Tolitoli mempunyai ketinggian 100 – 500 meter dari permukaan laut dengan derajat kemiringan lebih 15 – 40%. Pada musim hujan, angin bertiup agak menurun dibandingkan dengan keadaan angin pada musim kering. Pada tahun 2017 di Kabupaten Tolitoli kecepatan angin rata-rata adalah 2 knots, sedangkan arah angin terbanyak adalah 110; Tekanan udara 1010,3 milibar; Curah hujan sepanjang tahun 2017 di lokasi Stasiun Pengamat Lalos Kabupaten Tolitoli tercatat 247 hari hujan dengan curah hujan sebesar 2.631,6 mm. Sehingga rata-rata hari hujan per bulan adalah 21 hari dengan rata-rata curah hujan sebesar 219,3 mm. Penyinaran matahari rata-rata 54,11%.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Tolitoli pada tahun2017 sebanyak 230.996 Jiwa pada 54.189 rumahtangga, laju pertumbuhan 1,26%, terdiri dari 117.731 Laki-laki dan 113.265 Perempuan (rasio: 103,94) dengan kepadatan 56,62 Jiwa/km². Suku yang mendiami Kabupaten Tolitoli adalah Suku Tolitoli, Suku Dondo, Suku Dampal, Suku Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, Kaili, Buol, Manado dan lain-lain yang hidup berdampingan saling menghargai satu sama lain. Suku asli yang ada di Kabupaten Tolitoli yaitu Suku Tolitoli, Suku Dondo, Suku Dampal yang mempunyai adat istiadat masing masing suku, yang selama ini masih terjaga seperti pelaksanaan adat perkawinan dan kesenian. Bahasa yang dipakai sehari-hari adalah Bahasa Geiga. Bahasa ini menurut Ahli Bahasa AC Kruyt dan Dr Adriani termasuk dalam kelompok Bahasa Tomini, yang daerah sebarnya antara Desa Towera di daerah Kabupaten Donggala sampai dengan Desa Molosipat di perbatasan Gorontalo.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tolitoli tahun 2017 mencapai 5,41% mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,40%. Berdasarkan perkembangan distribusi PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2017 menunjukkan terdapat empat sektor ekonomi yang mempunyai peran terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tolitoli. Berdasarkan peran masing-masing terlihat bahwa Sektor Pertanian merupakan sektor yang paling dominan dalam pembentukkan PDRB Kabupaten Tolitoli dengan peranan sebesar 40,34%, sedangkan Sektor Konstruksi urutan kedua sebesar 12,53%, urutan ke tiga adalah Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan peranan sebesar 8,96% dan urutan ke empat adalah Sektor Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan peranan sebesar 9,14%.

SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA
Sarana Infrastruktur
Informasi Berbagai fasilitas bagi wisatawan
Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten ini mencapai 99.847 orang dengan rincian: 95.499 orang yang bekerja dan 4.348 orang pengangguran terbuka. Sedangkan jumlah bukan Angkatan Kerja adalah sebanyak 64.391 orang dengan rincian: 15.374 orang bersekolah, 38.264 orang mengurusi rumah-tangga dan 10.753 orang berkegiatan lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 60,79 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 4,35. Sumber Daya Manusia Pariwisata Kabupaten Tolitoli terdiri dari: Tenaga Pemandu Wisata (Travel Guide) 35 orang; Tenaga Penari Kesenian 12 orang dan pemusik 10 orang; Tenaga Kerja Hotel dan Penginapan 98 Orang; dan Tenaga Kerja Rumah Makan 744 Orang tersebar di 10 Kecamatan.
Informasi Berbagai fasilitas bagi wisatawan
KEPARIWISATAAN KABUPATEN TOLITOLI

Visi dan Misi Dinas Pariwisata

VISI


 "Terwujudnya Pariwisata Tolitoli yang berkualitasdan berkelanjutan serta memiliki daya saing dalammenunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat yangberlandaskan pelestarian alam, sejarah dan budaya.”


MISI :

  1. Mewujudkan destinasi pariwisata yang aman,nyaman, menarik dengan mengkedepankan kekayaan dan keragaman potensi dayatarik wisata berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek pemerataan dan perimbangan wilayah kecamatan secara proporsional dan berkelanjutan;
  2. Menciptakan pemasaran pariwisata yang sinergis, berkualitas, unggul, bertanggung jawab untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara;
  3. Mewujudkan industri pariwisata yang berdaya saing, kredibel, membuka ruang partisipasi publik secara luas, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial budaya;
  4. Mewujudkan organisasi kelembagaan pemerintah kabupaten, swasta, masyarakat,sumber daya manusia, regulasi dan mekanisme yang efektif dan efisien untuk mendorong terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan;
  5. Mewujudkan peran serta masyarakat dalam pembangunan partisipatif pelaksanaan Sapta Pesona dan Sadar Wisata, serta ikut memasarkan dan mempromosikan daya tarik wisata dan produk pariwisata.

Di Kabupaten Tolitoli berdasarkan Peraturan Di Kabupaten Tolitoli berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Tolitoli, Daya Tarik Wisata (DTW) berjumlah 80 titik di antaranya di Darat berjumlah 27DTW, Bahari berjumlah 27 DTW, Budaya berjumlah 16 DTW dan Buatan berjumlah 10 DTW.


Ada tiga jalur dan jenis transportasi yang dapat digunakan untuk menuju ke Kabupaten Tolitoli. Dari Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah pengunjung dapat melintasi Selat Makassar dengan menggunakan kapal pelayaran milik PELNI. Hanya 9 jam pelayaran akan sampai ke Pelabuhan Dede Tolitoli. Jika melalui jalur darat, pengunjung dapat memilih dua jalur yaitu jalur wilayah Pantai Barat, Kabupaten Donggala dan jalur wilayah Pantai Timur, Kabupaten Parigi Moutong. Jarak tempuh bervariasi, tergantung seberapa laju pengunjung mampu melarikan kendaraannya, tetapi umumnya antara 10 hingga 11 jam. Jalur lain yang paling mudah ditempuh adalah jalur udara yang hanya 45 menit dari Bandar Udara Mutiara Palu, pesawat sudah landing di Bandar Udara Lalos. Namun untuk jenis penerbangan ini baru tersedia pesawat Jenis Cassa.


Untuk daerah dengan curah hujan yang tinggi disarankan membawa bahan pakaian tebal, penutup kaki dan tangan, syal, jaket, juga obat-obatan bagi yang alergi udara dingin.

 

 

Transportasi dan Daya Tarik Wisata Di Tolitoli

Ada beberapa moda transportasi di Tolitoli yang dapat digunakan Ada beberapa moda transportasi di Tolitoli yang dapat digunakan untuk berkeliling. Beberapa di antaranya adalah: Angkutan Kota, Ojekmotor, Taksi dan Becak. Beberapa tempat wisata menarik yang harus dijelajahi ketika di Tolitoli antara lain sebagai berikut: Air Terjun Kalosi, Air Terjun Padaelo, Pantai Tanjung Dako, Pantai Bangkir, Gunung Ntea, Pemandian PekkaSalo, Gunung Tinongbala, Gunung Sojol, Tanjung Penyu, Pulau Koko, Air Terjun Taliri, Pantai Pesisir Putih Taragusung, Pantai Pesisir Putih Pulau Kapas, Goa Taragusung,Teluk Ambo Tubang, Air Terjun Pidulu, Tanjung Matop (hutan lindung), Pantai Batu Bangga, Pantai Pasir Putih Sabang Tende, Air Panas Tinigi, Pemandian Kolondom, Batu Damai, PantaiDoyan, Pulau Lutungan, Pemandian Air Terjun Sigelan Goa Alam Pompaile, Pulau Labuan Lobo, Tanjung Beringin Tolitoli, Pemandian Air Terjun Lembah Sopeng, Air Panas Luok Manipi, Danau Toga, Pulau Salapan dan Tanjung Sanjangan.

BEBERAPA DAERAH TUJUAN WISATA DI TOLITOLI
Wisata Alam
WISATA BAHARI
Pulau Lutungan
Pantai Lalos
Pantai Bajugan
Tanjung Matop
Pulau Kapas
Daya Tarik Wisata Udang Merah Tanjung Sanjangan
Pulau Lingayan
Pulau Dolangan / Panjang
Pulau Pandan
Pulau Pandan
Pantai Sabang Tolitoli
Pulau Buol
Taman Laut Pulau Kabetan
Tanjung Jaleje
Tanjung Penyu
Teluk Laulalang
Teluk Malala (Ratu Ampat Malala)
DESA WISATA
Desa Malangga
sample38
Desa Malangga
Desa Wisata Malangga terletak di Kecamatan Galang sekitar 60 menit dari Pusat Kota Tolitoli. Desa ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua atau empat. Desa Malangga dijadikan desa wisata karena memiliki keunikan tersendiri yaitu atap rumah penduduk di desa ini dapat dibuka dan ditutup. Fungsinya adalah untuk meletakkan hasil bumi di plavon rumah mereka agar cahaya matahari bisa langsung mengeringkan hasil bumi tersebut tanpa harus menjemurnya di halaman rumah. Selain ini di sekitar desa ini juga terdapat pembuatan gula merah dan minyak kelapa kampung yang diolah oleh warga desa secara alami. Selain itu, tradisi upacara adat panen dan tradisi sumpit masih terjaga dan dilaksanakan setiap tahun di desa ini.
Kampung Nelayan Labuan Lobo
sample38
Kampung Nelayan Labuan Lobo
Kampung Nelayan ini terletak di Desa Labuan Lobo Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli, Jarak Desa Labuan Lobo dari Pusat Kota Ke DTW : + 30 Km yang bisa di jangkau dengan transportasi darat menggunakan Mobil dan Sepeda Motor.
DATA DAYA TARIK WISATA (DTW) 2018
DATA KESENIAN KABUPATEN TOLITOLI TAHUN 2019
Alat Musik
Rebana
Adalah alat musik tradisional (Perkusi) yang dibawa oleh para Pedagang sekaligus Pendakwah dari Minang (Padang) berketurunan Arab sekitar pada Tahun 1600 . Kemudian alat musik ini pada waktu itu dimainkan untuk acara-acara keagamaan dan pesta perkawinan.
Pamandi (Gong),
alat musik tradisional (Perkusi) yang juga dibawa oleh para Pedagang sekaligus Pendakwah dari Minang (Padang) berketurunan Arab . Namun penggunaan Alat musik ini hanya diperuntukkan untuk Acaraacara khusus yang bersifat sakral.
Gulintang
Adalah alat musik tradisional (Perkusi) yang dibawa oleh para Pedagang sekaligus Pendakwah dari Minang (Padang) berketurunan Arab sekitar pada Tahun 1600 bersamaan dengan alat musik rebana . Kemudian alat musik ini pada waktu itu dimainkan untuk acara-acara Adat dan pesta perkawinan.
Gagandang (Gendang)
Alat Musik pukul ini dipergunakan bersama-sama dengan alat musik lainnya untuk mengiringi Musik Tari Tradisi misalnya (Maragai - Tolitoli, Caliabo - Dampal, Moduai) , dan juga acara-acara hiburan pada pesta Pernikahan, Syukuran, dan upacara Tolak bala.
Gambus
Alat musik ini adalah alat musik pengiring utama nyanyian rakyat masyarakat dondo, digunakan baik untuk hiburan rakyat maupun acara-acara ceremonial kerajaan di masa itu.
Tari - Tarian
Moduai
Tari Tardisional ini adalah tarian yang pemanfaatannya untuk acara-acara Hiburan kerajaan, Penyambutan Tamu bangsawan, seiring perkembangan zaman taria ini dialihfungsikan untuk penyambutan pada acara2 pernikahan dan acara ceremonial lainnya.
Maragai
Tari Tradisional Etnis Tolitoli yang pada masa itu dilaksanakan untuk menyambut Para Raja dan Tamu Kerajaan . Gerak dasar dari tarian ini adalah Silat , sehingga yang menjadi pelakunya juga dari Laki-Laki.
Caliabo
Tari ini merupakan tarian tradisi yang berasal dari Etnis Dampal , namun baik jenis maupun gerak dasar serta pemanfaatannya sama dengan Maragai.
Tari Tradisi (Magadulran Bangga),
Tarian tradisional khusus dipergunakan untuk ritual Upacara Tolak Bala . Para pelaku tari ini adalah para Orang-orang tua (sesepuh) , dimana mereka langsung berkomunikasi dengan para mahluk gaib yang menurut kepercayaan mereka adalah para Leluhur Tanah Tolitoli.
KREASI BERBASIS TRADISI

· Mogimpas
· Patriot Sibitolu
· Tolitoli Pesona Sulawesi
· Uda -Uda
· Mangrove
· Enda Lipu
· Gaukan Dei Babolantung
· Petu Dampa
· Monyaup Ompong
· Uda -Uda
· Mangrove
· Enda Lipu
· Gaukan Dei Babolantung
· Petu Dampa
· Monyaup Ompong

Musik / Nyanyian Rakyat

Lelegesan (Nyanyi Berbalas Pantun)

Ey Ey

Eloy Subuh (Nyanyian Subuh)

Anduan

Pati Gonggong (Musik Pengiring Upacara Kematian)

Kerambangan Giok

Cerita Rakyat

Tolitoli - Dondo - Dampal

Olisan Bulan

Simpokondok

Batu Bangga

Tagad Pitu Nopun

Petu Dampa

Pinjan

sample74
KONTAK PARIWISATA:
DINAS PARIWISATA KABUPATEN TOLITOLI
Jln. Gadarmun Hangkiho No. 1 Tolitoli
Telp / fax : 0453-21113
Email : tictolitoli2017@gmail.com
Website : http://www.pariwisata.tolitolikab.go.id
Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME