KABUPATEN MAMBERAMO RAYA
SAMBUTAN

Dorinus Dasinapa, AKs., S.Sos Bupati Kabupaten Mamberamo Raya

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Kabupaten Mamberamo Raya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi PapuaYang memiliki kekayaan alam yang tiada ternilai harganya. Di antara kekayaan alam ini ada yang dapat kita jadikan sebagai obyek wisata yang mampu menarik minat para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.

Mamberamo Raya mempunyai nama julukan “Nadi Tanah Papua,” tak lain takbukan adalah karena daerah ini di lintasi oleh Sungai Mamberamo yang memliki Panjang 670 km. Sungai ini adalah urat nadi penghidupan masyarakat Mamberamo Raya dan menjadi tempat obyek wisata yang sangat mempesona dan menakjubkan. Mamberamo Raya juga mempunyai nama julukan lain yaitu “Negeri Seribu Misteri Sejuta Harapan” tak lain tak bukan adalah karena daerah ini memiliki kekayaan alam yang tiada ternilai harganya, jika di kelola dengan baik, diyakini akan mendatangkan  kesejahteraan bagi masyarakat Mamberamo Raya di masa yang akan datang.

Saya telah instruksikan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamberamo Raya untuk lebih berkonsentrasi pada pengembangan kepariwisataan di Kabupaten tercinta ini.

Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Kabupaten Mamberamo Raya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama menggali, mendata dan menghimpun
seluruh potensi pariwisata untuk dipromosikan melalui buku berjudul “TravelGuide to Mamberamo Raya.” Mari kita berkunjung ke Kabupaten Mamberamo Raya dan saksikan sendiri keajaiban alam yang sangat mempesona dan menarik hati.

Alexander Laim,SE.,MM Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Mamberamo Raya

Salam, Pembaca yang budiman
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Mamberamo Raya adalah salah satu harapan baru dunia Pariwisata Indonesia dan kebanggaan Papua di antara kebanggaan dan pesona lain, karya Tuhan yang terhampar di lembah-lembah dan gunung-gunung elok tanah Papua.Mamberamo Raya yang sebagian orang menjulukinya sebagai “The Amazon of Papua” sedang giat berbenah diri mempersiap-kan Kabupaten Mamberamo Raya menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia. Dengan potensi dan
keunikan yang di milikinya, di yakini Mamberamo Raya akan menjadi daerah tujuan wisata yang menjanjikan di masa yang akan datang.
Dengan perhatian khusus yang diberikan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Mamberamo Raya terhadap Sektor Pariwisata, diyakini Mamberamo Raya akan menjadi sasaran kunjungan para wisatawan, baik wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan Mancanegara (wisman) dimasa yang akan datang.
Terima kasih.

GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak, luas dan batas wilayah

Kabupaten Mamberamo Raya adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibukota Kabupaten ini terletak di Burmeso. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen, berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua yang disahkan pada tanggal 15 Maret 2007 . Nama "Mamberamo" konon berasal dari bahasa Dani, mambe yang berarti "besar" dan ramo yang berarti "air". Suku Dani dan beberapa suku terasing lainnya bermukim di lembah sungai ini yang kaya akan keanekaragaman hayati ini.
Kabupaten Mamberamo Raya secara geografis terletak antara 137°46' - 140°19' Bujur Timur (BT) dan 01°28' - 3°50' Lintang Selatan (LS). Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 28.034,87 Km2, sekitar 8,86% dari luas Provinsi Papua. Keberadaan wilayah administratif Kabupaten Mamberamo Raya dikukuhkan berdasarkan UU No. 19 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua pada tanggal 15 Maret 2007.
Kabupaten Mamberamo Raya mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Samudera Pasik di Utara; Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Tolikara di Selatan ; Kabupaten Waropen dan Kabupaten Kepulauan Yapen di Barat; dan Kabupaten Sarmi di Timur. Kabupaten ini terdiri dari 9 Distrik (Waropen Atas, Benuki, Sawai, Mamberamo Ilir, Mamberamo Tengah, Iwaso, Mamberamo Tengah-Timur, Rofaer dan Mamberamo Ulu) dan 59 Kampung.

Hidrografi

Jika dilihat dari udara, Sungai Mamberamo mudah dikenal karena ukurannya yang besar, berwarna coklat, banyak mempunyai kelokan (meander) serta danau tapal kuda ( oxbowlake ) sebagai hasil perpindahan alur sungai. Kedalaman sungai bisa mencapai lebih dari 10 m dan debit airnya mampu mencapai 5.500 m³/detik. Anak-anak Sungai Tariku berasal dari ketinggian di atas 4.000 m pada Pegunungan Nassau atau Pegunungan Tengah Papua. Beberapa aliran anak sungai tampak mempunyai arah timur barat yang tampaknya mengikuti struktur lipatan ( lembahsubsekuen ) pada pegunungan tersebut, sehingga pola sub-trellis dan dendritik banyak berkembang di wilayah ini yang juga merupakan zona patahan Derewo. Di bawah Gunung Gulumbulu (4.041m) terdapat pertemuan beberapa anak sungai (Delo dan Hitalipa) yang membelok ke utara dan setelah 50 km baru masuk ke Sungai Tariku yang mengalir ke timur pada dataran lakustrin. Gunung tersebut konon merupakan land mark atau tapal batas antara wilayah Suku Moni di bagian barat dan Suku Dani di bagian timur. Sungai Van Daalen merupakan salah satu anak sungai besar yang berada di bagian timur dan titik pertemuannya dengan Sungai Tariku tidak jauh dari batas wilayah Kabupaten Mamberamo Raya. Dibandingkan dengan Sungai Tariku, Sungai Taritatu banyak disuplai oleh anak-anak sungai yang berasal baik dari Pegunungan Nassau maupun Pegunungan Foja. Pada wilayah ini pola dendritik banyak berkembang di sisi utara dan sebagian Sub-trellis dan dendritik dari sisi selatan. Diperkirakan potensi debit air tanah yang keluar dari pegunungan Foja-Rouffaer adalah 19.801 x 106 m3/tahun untuk akuifer tidak tertekan (unconfined) sedangkan untuk akuifer tertekan (confined) sebesar 889 x 106 m3/tahun (ESDM, 2004; Murdiyarso dan Kurnianto, 2008).

Topografi

Kondisi topografi di kabupaten ini bervariasi mulai dari dataran, perbukitan, hingga pegunungan dan memiliki elevasi antara 0 m hingga lebih dari 2.000 m di atas permukaan laut (dpl). Topografi dataran terletak di Utara dan Selatan Kabupaten ini yang dipisahkan oleh Pegunungan Foja dan Rouffaer. Dataran Utara merupakan dataran rendah yang terletak antara garis pantai dan pegunungan tersebut yang membentang di bagian tengah Kabupaten dengan pola memanjang Timur-Barat dan mempunyai puncak tertinggi 2.164 m dpl. 

Dataran Selatan terletak di suatu cekungan antar pengunungan yaitu, antara Pegunungan Foja dan Pegunungan Nassau hingga Pegunungan Jayawijaya. Pegunungan yang terakhir ini merupakan Pegunungan Tengah dari Pulau Papua yang mempunyai ketinggian sekitar 5.000 m dan tertutup oleh es abadi. Dataran selatan seperti tersebut di atas sering disebut sebagai Dataran Lakustrin (Lake Plain) yang terletak di jantung DAS Mamberamo dan dialiri oleh sungai-sungai besar,seperti Sungai Tariku (Sungai Rouffaer) yang mengalir dariBarat ke Timur dan Sungai Taritatu (Sungai Idenburg) yang mengalir dari Timur ke Barat. Kedua sungaitersebut kemudian bergabung menjadi satu dan menjadi Sungai Memberamo yang mengalir ke arah Utara membelah Pegunungan Foja-Rouffaer. 

Iklim

Berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan di Kabupaten terdekat (Kabupaten Sarmi) maka diperoleh data sebagai berikut: Suhu rata-rata sekitar 27°C, rata-rata Kelembaban Udara: 85,30%; Tekanan udara berkisar 1.010,90 mb; Kecepatan angin: 1,80 knots; Curah hujan tercatat 251,60 mm3 dengan hari hujan sebanyak 25 hari; dan lama penyinaran matahari rata-rata: 61,80%.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Mamberamo Raya tahun 2018 tercatat 37.464 orang, terdiri dari 19.145 laki-laki dan 18.319 wanita (rasio: 104,35). Laju pertumbuhan mencapai 2,25% dan kepadatan penduduk mencapai 0,80 orang/km2. Jumlah Angkatan Kerja: 10.251 orang terdiri dari 9.537 orang yang bekerja dan 714 orang pengangguran terbuka. Sedangkan yang bukan Angkatan Kerja tercatat 3.769 orang. Indeks Pembangunan Manusia tercatat 50,25.

Perekonomian

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Papua atas dasar harga berlaku (ADHB) selama periode tahun 2014 hingga 2017 menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2017 PDRB ADHB Provinsi Papua sebesar Rp. 191.615,41 miliar mengalami peningkatan sebesar 43,72 persen dari tahun 2014. Peningkatan nilai tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan harga dan juga perubahan volume. Pada tahun 2017, struktur perekonomian Provinsi Papua didominasi oleh kategori lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang memberikan andil sebesar 36,07 persen. 
Setelah itu diikuti oleh kategori lapangan usaha Konstruksi dengan sumbangan sebesar 12,92 persen dan kategori lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mampu menyumbang 11,63 persen. Sementara itu, sumbangan kategori lapangan usaha lainnya di bawah 10 persen.

PROFIL PARIWISATA DI BUMI MAMBERAMO RAYA

Yang membuat Mamberamo Raya dijuluki sebagai “Nadi Tanah Papua” boleh jadi karena daerah ini dilintasi sungai Mamberamo sepanjang 670 km. Sungai yang menjadi penghidupan masyarakat Mamberamo Raya. Sumber air sungai ini berasal dari pertemuan antara beberapa anak sungai utama, yaitu Tariku, Van Daalen dan Taritatu. Air mengalir ke arah utara melalui lembah Pegunungan Van Rees guna mencapai bagian delta yang berawa dataran rendah. Sungai ini akhirnya bermuara di Samudra Pasifik di titik utara Tanjung D'Urville. Danau Rombebai dan Bira terletak di sepanjang aliran sungai. Beberapa spesies baru yang ditemukan di hutan tropis Sungai Mamberamo antara lain kupu-kupu hitam dan putih, katak berhidung Panjang dan pergam kaisar. Ada juga ditemukan spesies endemik seperti kelelawar kembang baru, tikus pohon kecil, semak belukar berbunga, dan wala-bi kecil.


Kawasan hutan sekitar sungai ini juga dihuni oleh 143 jenis burung, termasuk cendrawasih, burung yang dijuluki bidadari dari surga. Potensi Flora di Mamberamo dihuni sekitar 300.000 hektar hutan sagu. Sagu-sagu itu tumbuh subur di sepanjang sungai, terutama di bagian hilir dan rawarawa. Selama ini, sagu hanya dijadikan makanan utama bagi penduduk lokal.


Pemerintah Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sunga Mamberamo ini. Dibangunnya PLTA ini nantinya akan menghasilkan kapasitas listrik yang bisa untuk memfasilitasi seluruh daratan Papua. Sungai ini berhulu di Pegunungan Jayawijaya dan bermuara ke Samudera Pasik. Beberapa suku terasing bermukim di lembah sungai yang kaya akan keanekaragaman hayati ini. Oleh karenanya Mamberamo dijuluki Amazonnya Papua. Sungai Mamberamo merupakan sungai dengan lebar terbesar di Indonesia. Sungai sepanjang 670 km ini memiliki kawasan resapan seluas 138.877 km² meliputi 9 kabupaten. Curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo dapat mencapai 5.600 mm/tahun. Kedalaman sungai berkisar antara 8 hingga 33 m. Menurut penelitian pada 1983, debit airnya mampu mencapai 5.500 m³/detik. Sumber air sungai ini berasal dari pertemuan antara beberapa anak sungai utama, yaitu Tariku, van Daalen dan Tariratu. Air lalu mengalir ke arah utara melalui lembah antara Pegunungan van Rees dan Pegunungan Foja guna mencapai bagian delta yang berawa dataran rendah. Sungai ini akhirnya bermuara di Samudera Pasifik di titik utara Tanjung DÚrville. Danau Rombebai dan Bira terletak diantara aliran sungai ini. Warga setempat mengandalkan Sungai Mamberamo sebagai prasarana transportasi. Lahan tanaman sagu dibudidayakan di sepanjang DAS Mamberamo.


Dua Spesies buaya yang terdapat di sungai ini, buaya muara (Crocodile porossus) dan buaya darat (Crocodile novaqui nea), diburu dan ditangkap warga sebagai makanan maupun untuk dijual kepada pengusaha. Potensi Floranya juga menakjubkan. Menurut Gubernur Papua, Barnabas Suebu, DAS Mamberamo dihuni sekitar 300.000 hektare hutan sagu. Sagu-sagu itu tumbuh subur di sepanjang sungai, terutama di bagian hilir dan rawa-rawa.Selama ini, sagu hanya dijadikan makanan utama bagi penduduk lokal. Kalau saja sagu-sagu ini dikonversi menjadi bio etanol maka akan menghasilkan lebih dari 4,5 juta liter per tahun. Bio etanol merupakan sumber energi yang diperbaharui dan ramah lingkungan. Ia dapat dipanen kapan saja sepanjang sagu-sagu tersebut ditanam.Potensi pohon nipahnya juga sangat besar. Hasil sadapannya juga dapat diolah menjadi bio etanol berkualitas tinggi. Singkat kata, sumber daya raksasa tersebut merupakan masa depan yang gemilang bagi tumbuhnya industri bio etanol.

KASON AWEJA

Tempat wisata di Kasonaweja adalah budaya penduduk setempat, begitu pula dengan Burmeso. Kedua daerah ini merupakan tempat yang sangat sering di kunjungi penduduk dan karyawan karena dapat menangkap sinyal provider. Beberapa yang bisa jadi tempat wisata, sungai yang cukup besar dengan arus lumayan deras jika sedang hujan. Perjalanan dari Camp AJA menuju Burmeso dengan perjalanan darat membutuhkan waktu 1 jam lebih melewati hutan-hutan yang masih rimba, tetapi sudah mempunyai jalannya bagus berkat bantuan perusahaan yang pernah ada. Selain itu perjalanan pun menyusuri beberapa Kali dan bukit dengan tebing-tebing, jika beruntung kita akan melihat keindahan Sunset dengan langit kemerahan saatberada di atas bukit.

SUNSET DI SUNGAI MAMBERAMO

Keindahan lainnya lagi yang dapat di nikmati adalah Danau Bira. Sebuah danau yang berada di kampung Bira - Mamberamo Raya. Perjalanan ditempuh dengan transportasi darat selama 1 jamlebih. Pengunjung dapat bercengkrama dengan penduduk setempat, berbagi dengan anak-anak yang ada di sana, atau memancing di Danau Bira yang ikannya cukup banyak. Selain itu pengunjung juga bisa berkeliling Danau dengan menggunakan perahu mesin atau kole-kole (perahu tanpa mesin semacam kano) milik penduduk setempat.

OBYEK WISATA MENARIK DI MAMBERAMO

Selain itu masih banyak lagi lokasi-lokasi wisata yang belum terjamah oleh para penjelajah karena letaknya yang sangat terpelosok. Seperti kantor Bupati dan kantor DPRD yang berada di puncak bukit, dimana kita bisa melihat pepohonan hijau dari halamannya atau bahkan dari balkon kantortersebut. Hutan dengan pepohonan hijau,udara yang bersih dan segar tanpa polusi berdampingan dengan jalan yang meliukliuk dan pemukiman penduduk di Burmeso serta jalan menuju Camp menjadi daya tarik sendiri yang sebenarnya bisa di jual oleh pemerintah wisata setempat. Trimuris dapat menjadi obyek wisata juga karena perkampungannya cukup ramai juga di saat sungai surut, maka pesisir sungai akan timbul pasir-pasir hitam yang jika dilihat serupa dengan pantai. Indah! Keindahan alamnya itu akan selalu ada dalam ingatan pengunjung. Ada beberapa distrik dan kampung di Mamberamo Raya yang belum di fasilitasi listrik, hanya menggunakan genset sampai saat ini. Sampai tahun 2012 pernah ada perusahaan yang menggunakan genset untuk keperluan pekerjaan. Penduduk setempat yang berada di sekitar perusahaan sangat terbantu sehingga mereka dapat menggunakan listrik dan dapat bekerjadisana (perusahaan telah ditutup tahun 2012). Untuk daerah ibukota Kabupaten, Kasonaweja dan Burmeso sudah di terfasilitasi listrik.

TAMAN KASO GARDEN

Taman ini berlokasi di Kasonaweja. Biasanya menjadi tempat berkumpulnya warga sekitar atau wisatawan dikala sore hari. Apalagi ketika kapal masuk ke Pelabuhan Kasonaweja, banyak masyarakat berkumpul di taman untuk menyaksikan kapal masuk tersebut. Taman ini akan menjadi ikon Mamberamo Raya kedepannya. Taman ini akan menjadi tempat berkunjung masyarakat untuk bersantai dan mengambil gambar atau foto.

DANAU ROMBEBAI

Danau Rombebai terletak di kecamatan Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua. Danau Rombebai berada pada ketinggian sekitar 45m di atas permukaan laut, dan berjarak kurang lebih 20 km dari laut (Samudra Pasik). Danau Rombebai berada dalam sistem Daerah Aliran Sungai Mamberamo yang dialiri banyak sungai besar dan kecil. Tepian danau yang memiliki kemiringan antara 1 sampai 5 % ditumbuhi oleh berbagai jenis vegetasi yang didominasi oleh rumput rawa, tebu air, sagu dan lain-lain. Kedalaman danau berkisar antara 3 sampai 4,5 m.

KAMPUNG WISATA DANAU ROMBEBAI (KAMPUNG KAPESO)

Kapeso merupakan kampung yang berada di pinggiran Danau yang cukup luas di Propinsi Papua dengan nama Danau Rombebai, Sistem pemerintahan didalam kampung tersebut sudah berjalan selayaknya kampung kampung lain yang berada di Kabupaten Mamberamo Raya yakni dengan adanya peran Kepala Kampung dan Sekretaris Kampung yang selalu aktif dalam memperhatikan Kampung Kapeso.

GUNUNG FOJA

Gunung Foja, atau Mamberamo-Pegunungan Foja, adalah gunung yang terletak di sebelah utara Sungai Mamberamo di Kawasan Papua, tepatnya berlokasi di Distrik Mamberamo Tengah , Kabupaten Mamberamo Raya. Titik tertingginya ialah 2.193 m. Pegunungan ini merupakan bagian dari DAS Mamberamo yang memasok air bersih di seluruh kawasan Papua bagian utara. Sebuah suaka margastawa seluas 1.442.500 hektar berada di gunung ini.

Sebuah ekspedisi pada Desember 2005 menemukan puluhan spesies baru, di antaranya Parotia berlepschi dan jenis burung penghisap madu, di hutan tropis terpencil di sekitar gunung. Luas hutan itu sekitar 300.000 ha dan terletak di bagian atas lereng yang belum terjamah, sedangkan warga setempat bermukim di daerah yang dekat dengan permukaan air laut. Ekspedisi lanjutan pada Juni 2007 menemukan dua spesies mamalia baru, yaitu possum Cercartetus pygmy, dan tikus raksasa Mallomys.

Mungkin karena hidungnya mirip “pinokio,” sosok manusia kayu yang terbuat dari kayu pohon pinus dalam cerita film pinokio, para peneliti lalu melabeli katak berhidung pinokio itu dengan nama latin, Litoria sp nov. Salah satu spesies lain yang juga memikat para peneliti adalah Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus pulcherrimus). Meski telah ditemukan tahun 2005, kangguru berwarna keemasan ini sangat langka dan hidup di pohon. Kejutan lain juga terjadi ketika seorang ahli burung (ornitolog) melihat sepasang merpati kaisar yang baru (Ducula sp nov). Merpati ini punya tiga warna bulu, yakni merah agak berkarat, putih, dan abu-abu. Para peneliti lain juga melaporkan sederet temuan spesies baru, antara lain, kelelawar kembang baru (Syconycteris sp. nov),walabi kerdil (Dorcopsulus sp. nov), tikus pohon kecil (Pogonomys sp. nov), kupu-kupu berwarna hitam putih (Ideopsis fojona) yang memiliki hubungan dengan jenis kupu-kupu raja pada umumnya, dan semak belukar berbunga yang baru (Ardisia hymenandroides). Sejumlah spesies seperti burung pengisap madu (Meliphagidae) merupakan penemuan spesies burung baru di New Guinea selama 70 tahun terakhir. Penemuan kembali burung cenderawasih Parotia berlepschi. Termasuk 20 spesies katak baru dan katak kecil (ukuran tubuh 14 mm), lima jenis palem, empat jenis tumbuhan berkayu yang baru, lima jenis kupu-kupu baru, 2 jenis burung (termasuk jenis burung penghisap madu) dan beberapa mamalia baru.

LEMBAH MAMBERAMO

Selain sungai Mamberamo yang memiliki panjang 670 km, Lembah Mamberamo kaya akan spesies Flora dan fauna. Bahkan, ada beberapa spesies langka yang belum pernah ditemukan. Sejauh ini lembah itu belum terjamah. Misteri yang tersimpan di daerah yang ditempati suku terasing Papua itu pun belum banyak yang terkuak. Padahal, potensi alamnya yang alamiah, selain spesies langka Florafauna, sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tak heran bila Lembah Mamberamo sering dijuluki "Dunia yang Hilang”. Itu wajar saja karena Lembah Mamberamo di lereng Gunung Foja diselimuti hutan hujan seluas 3.000 km2.

Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut pun sulit dijangkau karena cukup curam. Bahkan, masyarakat setempat enggan merambah wilayah itu. Kini, misteri "Dunia yang Hilang” sedikit mulai terkuak lewat ekspedisi yang dilakukan tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama peneliti dari Conservation International (CI). Luas hutan itu sekitar 300.000 ha dan terletak di bagian atas lereng yang belum terjamah, sedangkan warga setempat bermukim di daerah yang dekat dengan permukaan air laut.

FASILITAS DAN AKOMODASI GUNUNG FOJA

Untuk fasilitas secara resmi masih belum tersedia di kawasan Gunung Foja, Namun jika pengunjung membutuhkan angkutan atau rumah untuk menginap mereka bisa menyewanya dari warga sekitar di kaki Gunung Foja. Ada warung dan toko di sekitar rumah warga setempat yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman. Namun belum tersedia toko peralatan pendakian atau barang yang mendukung untuk aktifitas hiking. Sebelum melakukan perjalanan wisata atau pendakian ke gunung ini pengunjung sebaiknya mempersiapkan perbekalan dan peralatan yang akan dibutuhkan selama masa pendakian di rumah atau di kota besar yang bisa mensuplay kebutuhan tersebut, agar pengunjung bisa nyaman melakukan perjalanan liburan di Gunung Foja.

Tips Mendaki Gunung Foja
  1. Rencanakan perjalanan dan lebih baik bertanya kepada petugas atau warga sekitar; 
  2. Persiapkan fsik dan mental untuk lamanya pendakian yang akan ditempuh; 
  3. Pelajari setiap medan dan rute yang akan ditempuh agar tidak terjadi kesalahan; 
  4. Persiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar; 
  5. Mengatur manajemen logistik dan bahan makanan yang mencukupi;
  6. Memperoleh izin dan melapor pada pos pendakian yang tersedia;
  7. Membawa baju hangat dan topi, karena pada saat malam suhu akan menurun; dan 
  8. Tidak merusak alam dan menjaga lingkungan sebaik-baiknya.
WISATA MINAT KHUSUS
Arung Jeram “Marina Vallen”
Sungai Mamberamo, Distrik Mamberamo Tengah , Kabupaten Mamberamo Raya.
Arung Jeram “Edi Vallen”
Sungai Mamberamo, Distrik mamberamo Tengah , Kabupaten Mamberamo Raya.
Arung Jeram “Batavia”
Sungai Mamberamo, Distrik mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya.
Obyek wisata Air Terjun di Kampung Kwerba
Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya
Kawasan Hutan Mangrove di Kampung Yoke
Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya.
Wisata Rohani Danau "Nissamer"
Kampung Bensor, Kabupaten Mamberamo Raya.
Pakaian Adat Tradisional/Pesta Adat Perkawinan (HENEM)
suku-suku yang berada di Mamberamo Raya.
Sanggar Tari Adat Kematian (KON)
Kampung Barapasi, Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya
INFORMASI BERBAGAI FASILITAS PENDUKUNG KEGIATAN PARIWISATA
Transportasi Udara

Kabupaten Mamberamo Raya memiliki bandar udara bernama Bandara Kasonaweja. Untuk penerbangan berjadwal ada Susi Air pada Senin sampai Jum'at masing-masing sebanyak 1 Flight, ada juga Alda Air dengan jadwal tiap Senin sampai Kamis sebanyak 1 Flight. Melayani penerbangan Mamberamo Raya-Sentani dan Sentani-Mamberamo Raya dengan penerbangan pesawat kecil single engine turboprop yang hanya bisa memuat sekitar 8-10 orang penumpang.

Transportasi Laut

Untuk menuju Kabupaten Mamberamo Raya dari Kota Jayapura, wisatawan bisa menggunakan Kapal Laut yang akan menempuh waktu selama 2 hari 1 malam dari arah Kota Jayapura, sedangkan jika dari arah Kabupaten Sarmi hanya menempuh 1 hari 1 malam. Kapal laut yang mengangkut penumpang menuju Mamberamo Raya ini hanya tiga yaitu milik swasta bernama Kapal Lestari Permai, Cantika Lestari 88 dan Fajar Indah. Pelabuhan Teba adalah pintu masuk kapal-kapal ini di muara sungai Mamberamo Raya. Pelabuhan Teba ini sekarang sudah ramai karena menjadi salah satu tempat kuliner di Kabupaten Mamberamo Raya (Kampung Bagusa). Selain itu untuk transportasi laut dari Bandara Kasonaweja, wisatawan menuju dermaga karena ibukota Burmeso  terletak diseberang Sungai Mamberamo. Untuk menyeberang sungai, disediakan speedboat dengan biaya bervariasi antara 25 - 100 ribu perorang. Menyeberang ke dermaga Burmeso kurang lebih 30 menit.

Transportasi Darat

Di Mamberamo Raya, Di Mamberamo Raya, transportasi darat yang biasa digunakan adalah sepeda motor (ojek) untuk perjalanan dari Bandara ataupun dermaga.

Jalan Raya
Panjang jalan di Mamberamo Raya: 75,60 km saja dalam kondisi rusak.
Perbankan
Ada 4 Bank Pembangunan Daerah Dapua yang beroperasi di Kabupaten ini, yaitu Bank Papua Cabang Kasonaweja, Bank BPD Kantor Cabang Kasonaweja, Bank Papua Kantor Kas Dabra dan Bank Papua Kantor Kas Trimuris.
FASILITAS PUBLIK
FASILITAS KESEHATAN :

1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 7 Ruang Bersalin, 7 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 29 Puskesmas Pembantu (Pustu), 59 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan 9 Pos Persalinan Desa (Polindes). Sedangkan tenaga Kesehatan tercatat: 18 Tenaga Medis, 113 tenaga Keperawatan, 40 tenaga Kebidanan, 6 tenaga Kefarmasian dan 10 tenaga Kesehatan lainnya. Sedangkan jumlah dokter tercatat: 21 Dokter Umum dan 1 Dokter Gigi ,5 dokter Spesialis; 1 Dokter Bedah, 1 Dokter Kandungan, 1 Dokter Penyakit Dalam, 1 Dokter Anak dan 1 Dokter Anastesi.

GEREJA GKI EFATA

Peresmian Gedung gereja baru GKI Efata di Kasonaweja dan Peringatan 64 th Injil masuk di Kawera Mamberamo ini, dilakukan pada tahun lalu (2018) di
Kasonaweja, Mamberamo Raya.

Daftar Gereja lainya di Kab. Mamberamo Raya

tabel 1

Masjid Agung Al-Muhajirin

Umat muslim di Burmeso, Mamberamo Raya tidak lama lagi akan memiliki masjid agung yang baru-baru ini dilakukan peletakan batu pertama, sebagai tanda diawalinya pembangunan Masjid Agung Al-Muhajirin, Kasonaweja dan 1 (satu) mushola yang terdapat di Burmeso.

FASILITAS PENDUKUNG
DATA TOKO DAN KIOS

Daftar Toko dan Kios di Burmeso

tabel 2tabel 3

tabel 4

Daftar Toko dan Kios di Kasonaweja

tabel 5tabel 6tabel 7tabel 8

 

HOTEL/RESORT/HOMESTAY/PENGINAPAN

Daftar Hotel dan Penginapan di Kasonaweja

tabel 9

 

RESTORAN DAN RUMAH MAKAN

Daftar Cafe dan Restoran di Kasonaweja

tabel 10

Daftar Warung dan Rumah Makan di Kasonaweja

tabel 11

Daftar Warung dan Rumah Makan di Burneso

tabel 12

 

TEMPAT HIBURAN

Ada 3 tempat bermain billiard di Kabupaten Mamberamo Raya, 2 diantaranya berlokasi di Kasonaweja dan 1 lainnya berlokasi di Burmeso. Selain tempat hiburan billiard, wisatawan juga bisa mengunjungi salon wanita di Kasonaweja dan di Burmeso untuk sekedar mempercantik diri dan massage.

KANTOR POLISI
  • Kantor Polres Burmeso
  • Polsek Distrik Mamberamo Tengah di Kasonaweja
Peta Pariwisata Kabupaten Mamberamo Raya
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA

Komplek Kantor Dinas Otonom Burmeso-Mamberamo Raya
Provinsi Papua
Back to top
Go to bottom
iden
200045
TodayToday218
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week2613
This_MonthThis_Month23864
All_DaysAll_Days200045

Free Joomla! template by L.THEME