KABUPATEN BLITAR
SAMBUTAN

Drs. RIJANTO, MM.
BUPATI BLITAR

Beliau dilahirkan di kota Bitar pada tanggal 28 Januari 1953, beragama Islam, beristrikan Ibu Ninik Tjatur Anggraini, A.Md. dan dikaruniai 2 orang anak. Beliau mengawali pendidikan dasar di SDN Bendogerit III Blitar (lulus 1966), SMP Negeri 1 Blitar (lulus 1969) dan SMA Negeri 1 Blitar (lulus 1972). Pendidikan tinggi diselesaikannya di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1980; Sarjana FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (lulus tahun 1991) dan Magister Management Unviersitas Wijaya Putra (2001).

Karier pekerjaan beliau diawali sebagai Kepala Sub-Bagian Pem. Perk.; MP3 Kecamatan Bakung; Camat Kademangan; Camat Nglegok; Camat Wlingi; Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kab. Blitar; Plt. Dirut PDAM Kab. Blitar; Pj. Kepala Bagian Pembangunan Kab. Blitar; Plt. Dirum dan Keuangan PDAM Kab. Blitar; Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Blitar; Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Blitar; Plh. Direktur PDAM Kabupaten Blitar; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Blitar; Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar; Wakil Bupati Blitar dan Bupati Blitar

Riwayat Organisasi: Ketua DPD II AMPI Kabupaten Blitar; Pengurus PSBI Kabupaten Blitar; Pengurus Korpri Kabupaten Blitar; Ka Kwarcab Pramuka Kabupaten Blitar; Pengurus KONI Kabupaten Blitar; Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Blitar; Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Blitar dan Ketua PMI Kabupaten Blitar. Penghargaan: Satya Lencana Karya Satiya XX Tahun; Satya Lencana Karya Satiya XXX Tahun; Lencana Dharma Bhakti Pramuka dan Lencana Melati Pramuka.

Drs. RULLY WAHYU PRASETYOWANTO, ME.
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN BLITAR

Kabupaten Blitar memiliki tata guna tanah terinci sebagai Sawah, Pekarangan, Perkebunan, Tambak, Tegal, Hutan, Kolam Ikan dan lain-lain. Kabupaten Blitar juga dibelah aliran sungai Brantas menjadi dua bagian yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan yang sekaligus membedakan potensi kedua wilayah tersebut. Blitar Utara merupakan dataran rendah dan beriklim basah dengan potensi keunggulan di Sektor Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Perikanan Darat; sedangkan Blitar Selatan merupakan lahan kering yang cukup kritis dan beriklim kering dengan potensi di Sektor Pertambangan, Pariwisata Pantai dan Perikanan Tangkap.

Dengan kondisi seperti itu, Kabupaten Blitar dimungkingkan untuk mengembangkan sektor unggulan yang dimilikinya, yaitu Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan dan Hortikultura; Sektor Pertambangan; Sektor Perikanan dan Kelautan; Sektor Industri dan Perdagangan; dan Sektor Pariwisata. Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar menerbitkan Buku Peluang Investasi yang ada di Kabupaten ini dengan judul “Pendar Pesona Investasi di Kabupaten Blitar” sebagai bahan informasi bagi para Investor baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Dengan informasi dalam buku ini, diharapkan akan meningkatkan minat investor untuk melakukan investasi di Kabupaten Blitar, sehingga dapat mendukung tercapainya peningkatan perekonomian daerah di segala bidang, pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PENDAR PESONA INVESTASI DI KABUPATEN BLITAR

VISI DAN MISI

Visi:
“MENUJU KABUPATEN BLITAR LEBIH SEJAHTERA, MAJU DAN BERDAYA SAING”..

Misi: Untuk mewujudkan Visi Kabupaten Blitar tersebut, Misi Pembangunan Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021 ditetapkan sebagai berikut:

  • 1. Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat melalui akselerasi program pengentasan kemiskinan, optimalisasi dan pengembangan program pembangunan dan kemasyarakatan yang tepat sasaran;
  • 2. Memantapkan kehidupan masyarakat berlandaskan nilainilai keagamaan (religius), kearifan lokal dan hukum melalui optimalisasi kehidupan beragama dan kehidupan sosial, serta penerapan peraturan perundang-undangan;
  • 3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat melalui peningkatan mutu bidang pendidikan (termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek keagamaan) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai;
  • 4. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi, serta pelayanan publik berbasis teknologi informasi;
  • 5. Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui peningkatan ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis Koperasi dan UMKM, ekonomi kreatif, jiwa kewirausahaan, potensi lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup;
  • 6. Meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan melalui optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

    - Misi
  • GAMBARAN UMUM DAERAH
    Letak, Luas dan Batas Wilayah

    Kabupaten Blitar merupakan kabupaten yang terletak di Pulau Jawa bagian Timur. Merupakan salah satu Kabupaten dari 38 kabupaten/kota yang membagi habis wilayah Provinsi Jawa Timur, berada di pesisir Samudera Indonesia memiliki luas 1.588,79 km2, dengan batas wilayah sebagai berikut: Kabupaten Kediri di sebelah Utara; Kabupaten Malang di sebelah Timur; Samudera Indonesia di sebelah Selatan; Kabupaten Tulungagung di sebelah Barat; dan wilayah Kota Blitar di tengah. Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan garis khatulistiwa, terletak pada 111040’-112010’ Bujur Timur dan 7058’-809’51” Lintang Selatan. Secara administrasi Pemerintah Kabupaten Blitar terbagi menjadi 22 kecamatan, 220 desa, 28 kelurahan, 759 dusun/ Rukun Warga (RW) dan sebanyak 6.978 Rukun Tetangga (RT).

    Topografi, Iklim dan Kesesuain Lahan

    Keberadaan Sungai Brantas membagi wilayah Kabupaten Blitar menjadi dua wilayah yaitu wilayah Kabupaten Blitar Bagian Utara dan Wilayah Kabupaten Blitar Bagian Selatan. Bagian Utara merupakan dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian antara 105-349 meter dari permukaan air laut (dpl), dan keberadaannya dekat dengan Gunung Kelud yang merupakan gunung berapi yang masih aktif membuat struktur tanahnya lebih subur dan banyak dilalui sungai. Kecamatan yang wilayahnya di bagian Utara meliputi: Kecamatan Kanigoro, Talun, Selopuro, Kesamben, Doko, Wlingi, Gandusari, Garum, Nglegok, Sanankulon, Ponggok, Srengat, Wonodadi dan Udanawu. Kecamatan yang wilayahnya di bagian Selatan meliputi: Kecamatan Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Wates, Binangun, Sutojayan dan Kademangan. Hamparan wilayah Kabupaten Blitar merupakan daerah dengan ketinggian rata-rata + 100 meter dpl, dengan distribusi wilayah menurut ketinggian yaitu: 36,4% kecamatan berada pada ketinggian antara 100 – < 200 meter dpl; 36,4% kecamatan berada pada ketinggian antara 200 – < 300 meter dpl; dan 27,2% kecamatan berada pada ketinggian > 300 meter dpl.

    Iklim

    Kabupaten Blitar mempunyai 2 jenis musim pada setiap tahunnya, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Data yang terekam pada 37 stasiun pengamat di Kabupaten Blitar tersebut menyimpulkan bahwa selama tahun 2017 Kabupaten Blitar diguyur hujan selama 59 hari atau hampir 2 bulan dengan rata-rata curah hujan 14,16 mm, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 20,51 mm.

    Kesesuaian lahan

    Kabupaten Blitar memiliki tata guna tanah terinci sebagai Sawah, Pekarangan, Perkebunan, Tambak, Tegal, Hutan, Kolam Ikan dan lain-lain. Kabupaten Blitar juga dibelah aliran sungai Brantas menjadi dua bagian yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan yang sekaligus membedakan potensi kedua wilayah tersebut. Blitar Utara merupakan dataran rendah dan beriklim basah dengan potensi keunggulan di Sektor Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Perikanan Darat; sedangkan Blitar Selatan merupakan lahan kering yang cukup kritis dan beriklim kering dengan potensi di Sektor Pertambangan, Pariwisata Pantai dan Perikanan Tangkap.

    Demografi

    Jumlah penduduk pada tahun 2017 tercatat 1.153.803 Jiwa dalam 445.319 Keluarga yang terdiri dari 578.015 Laki-laki dan 575.788 Wanita, rasio: 100,38 dan Kepadatan 726 jiwa/ km2. Kabupaten Blitar sedang menikmati bonus demografi, karena usia produktifnya jauh lebih besar daripada usia non produktif. Hal ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Mayoritas penduduk Kabupaten Blitar bekerja pada Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa dan Industri Pengolahan. Sementara untuk angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2017 adalah 69,33. Untuk persentase penduduk miskin tahun 2017, adalah sebesar 9,80%.

    Agama

    Penduduk Kabupaten Blitar terdiri dari 1.327.921 jiwa beragama Islam (96,27%) dengan 1.123 masjid dan 3.499 musholah/ langgar; 19.155 jiwa beragama Protestan (1,46%) dengan 103 gereja; 12.836 jiwa beragama Katolik (1,08%) dengan 68 gereja; 13.522 jiwa beragama Hindu (0,99%) dengan 96 Pura; 2.724 jiwa beragama Budha (0.20%) dengan 22 Vihara; 17 orang beragama Konghucu dan 54 orang menganut Aliran Kepercayaan.

    Perekonomian

    Ekonomi tumbuh 5,12% pada tahun 2017, demikian halnya dengan Pendapatan Per Kapita Masyarakat yang secara konsisten tumbuh hingga Rp. 27,5 juta/thn. Ekonomi daerah ditopang oleh kontribusi 4 sektor utama yakni: (1) Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; (2) Sektor Industri Pengolahan; (3) Sektor Konstruksi dan (4) Sektor Perdagangan. Sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar pada tahun 2017 dihasilkan oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 34,29%; kemudian Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor sebesar 17,86%; Industri Pengolahan sebesar 13,16%; dan Konstruksi sebesar 9,48%. Sementara peranan kategori yang lain kontribusinya < 6%.

    SARANA DAN PRASARANA
    Jalan Raya

    Jalan raya di wilayah Kabupaten Blitar yang merupakan jalan Provinsi adalah sepanjang 28,78 Km jalan aspal, dengan kondisi jalan 100% sedang dan merupakan kelas jalan IIIB. Jalan Kabupaten yang ada sepanjang 4.466 Km terdiri dari jalan aspal 63,30%, 21,79% jalan tanah, 12,02% jalan kerikil/ makadam dan 3,11% merupakan jalan beton. Kondisi jalan 24,18% baik, 37,62% sedang, 15,00% rusak ringan, 5,82% rusak berat dan sisanya jalan tanah 21,72%.

    Transportasi

    Sarana transportasi jalan raya baik untuk barang maupun untuk penumpang yang ada di Kabupaten Blitar cukup beragam jenisnya. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah dan jenis kendaraan bermotor yang wajib uji di Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Blitar. Disamping transportasi jalan raya, sarana transportasi darat lainnya yang murah dan dijangkau masyarakat ekonomi lemah pada umumnya yaitu berupa angkutan kereta api. Sepanjang rel kereta api yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar terdapat 5 buah stasiun kereta api yaitu Stasiun Kereta Api Garum, Talun, Wlingi, Kesamben dan Pohgajih.

    Pos dan Telekomunikasi

    Fasilitas pelayanan Pos di Kabupaten Blitar sebanyak 36 unit terdiri dari 18 unit Kantor Pos Cabang dan 18 unit Pos Keliling. Unit pelayanan telekomunikasi di Kabupaten Blitar ada 6 unit yaitu di Kecamatan Binangun, Kesamben, Sutojayan (Lodoyo), Nglegok (Penataran), Srengat dan Wlingi. Sarana telekomunikasi yang berupa wartel dan telepon umum koin jumlahnya mengalami penurunan, seiring dengan meningkatnya komunikasi melalui telepon genggam yang dirasa lebih cepat, mudah, dan praktis serta lebih murah.

    Lembaga Keuangan

    Dari 966 unit Koperasi yang ada di wilayah Kabupaten Blitar, 938 unit merupakan bukan Koperasi Unit Desa, sedangkan Koperasi Unit Desa (KUD) Mandiri di Kabupaten Blitar sebanyak 28 buah tersebar di 21 kecamatan. Disamping Koperasi, lembaga keuangan yang beroperasi di Kabupaten ini adalah PT. Pegadaian dan Perbankan baik Bank milik Negara maupun Swasta.

    Fasilitas Pendidikan

    Kabupaten Blitar memiliki 803 Taman Kanak-Kanak; 130 Raudlatul Athfal RA); 673 SD Negeri dan 26 SD Swasta; 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri dan 194 MI Swasta; 48 SMP Negeri dan 57 SMP Swasta; 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan 45 MTs Swasta; 13 SLTA Negeri dan 43 SLTA Swasta; 3 Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan 19 MA Swasta; 135 Pondok Pesantren dengan 23.076 santri.

    Fasilitas Kesehatan

    Fasilitas kesehatan di Kabupaten Blitar sebanyak 7 Rumah Sakit Umum dengan 565 tempat tidur (masing-masing 1 unit di Kecamatan Sutojayan, Kanigoro, Talun, Kesamben, Wlingi dan 2 unit di Kecamatan Srengat); 24 Puskesmas, 68 Pustu, 158 Klinik KB/Polindes; 17 Panti Asuhan dan 1 Panti Jompo. Sedangkan Tenaga Kesehatan yang ada di Kabupaten ini adalah: 78 Dokter Spesialis, 115 Dokter Umum, 26 Dokter Gigi; 182 Perawat Umum, 14 Perawat Gigi; 263 Bidan; 11 Sanitarian; 2 Apoteker, 11 Asisten Apoteker; 18 Analisis; 18 Pengatur Gizi; 24 Paramedis lainnya; 37 Non-Paramedis lainnya.

    POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
    Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan Dan Hortikultura
    Tanaman pangan utama di Jawa Timur dan terutama di Kabupaten Blitar sebagai salah satu kabupaten yang subur) adalah: Padi (238.654,11 ton), Jagung beras (3.900 ton), Gandum, Singkong (16.385 ton), Ubi manis (7.203 ton), Kacang kedelai (14.105 ton), Kacang tanah, kacang-kacangan, Buah, Sayur-mayur. Jenis tanaman pangan yang banyak di produksi di Kabupaten Blitar meliputi: padi, jagung, kedelai, kacang tanah,umbi kayu, dan ketela rambat. Kedelai hasil produksi masyarakat Kabupaten Blitar memiliki prospek yang bagus dan mampu bersaing dengan daerah lain sebagai pemasok bahan baku kecap selain di gunakan sebagai bahan dasar tempe dan tahu. Adapun luas panen, rata-rata produksi untuk pertanian pangan adalah sebagai berikut:
    Jumlah ternak di Kabupaten Blitar ini adalah: 148.394 sapi potong; 15.680 sapi perah; 1.863 kerbau; 189 kuda; 153.341 kambing; 7.916 domba dan 8.052 babi. Sedangkan jumlah ungags adalah: 2.615.700 ayam kampong; 15.365.100 petelur; 1.004.200 pedaging; 1.010.800 itik; 80.823 entog; dan 13.392 kelinci. Peternakan ayam petelur merupakan subsektor dari pertanian yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani. Kebutuhan masyarakat akan hasil ternak seperti daging, susu dan telur semakin meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat pendidikan, kesadaran masyarakat akan gizi dan peranan zat–zat makanan khususnya protein bagi kehidupan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan hasil ternak, sehingga perkembangan sektor peternakan memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk peningkatan perbaikan gizi dan dampak positif bagi pelaku ternak yaitu meningkatnya kesejahteraan.

    Kabupaten Blitar saat ini sedang mendorong beberapa potensi yang ada di daerah dengan melibatkan peran dan pertisipasi masyarakat, salah satunya dengan menunjukkan potensi produk unggulan Kabupaten Blitar, yaitu Buah Belimbing dan makanan khas Pecel Blitar.
    Sektor Pertambangan
    Kabupaten Blitar memiliki potensi tambang Golongan B dan C sangat menjanjikan terutama terdapat di Wilayah Blitar Selatan apabila dapat dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal. Deposit bahan tambang tersebut meliputi : pasir besi, trass, bentonit, kaolin, feldspar, zeloit, ballclay, sirtu, batu kapur, andesit dan pirophiliyt.
    Sektor Perikanan dan Kelautan
    Kondisi iklim di Indonesia sangat mendukung budidaya ikan hias, termasuk ikan koi. Saat ini ikan hias bukan lagi hanya sekedar dijadikan hobi masyarakat melainkan telah menjadi kebanggaan, ini dikarenakan keindahan bentuk dan warna ikan mengundang minat banyak orang, sehingga bidang ini memberikan peluang bisnis yang besar. Dari sekian banyak jenis ikan hias, salah satu komoditi ikan hias yang memiliki ekonomis yang tinggi adalah ikan koi. Ikan koi (Cyprinus Carpio) sebagai ikan hias memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan ikan hias lainnya. Di Kabupaten Blitar, beberapa kecamatan menjadi pusat budidaya ikan koi dan daerah ini menghasilkan ikan koi yang memberi kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Blitar. Selain ikan koi, Kabupaten Blitar juga merupakan daerah pembudidayaan ikan konsumsi dan hias yang tersebar di beberapa kecamatan.
    Sektor Industri dan Perdagangan
    Industri Keramik

    Dengan bahan dasar tanah liat dan kaolin industri keramik berkembang di wilayah Kabupaten Blitar. Bahan utama dalam pembuatan keramik adalah tanah liat. Tanah liat sebagai bahan pokok untuk pembuatan keramik, merupakan salah satu bahan yang kegunaanya sangat menguntungkan bagi manusia karena bahannya yang mudah didapat dan pemakaian hasil jadinya yang sangat luas.

    Susu

    Daerah di Kabupaten Blitar merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan industri pengholahan susu, hal ini didukung oleh infrastruktur yang memadai, baik berupa sarana dan prasarana yang sudah lengkap, mulai dari jalan raya yang menghubungkan antara desa ke desa maupun kecamatan dan kabupaten, jalan yang menghubungkan kabupaten dengan pelabuhan udara maupun pelabuhan laut, kawasan untuk pengembangan industri yang sudah ada di kabupaten Blitar dengan lokasi yang cukup baik untuk investasi. Sarana untuk pengembangan pabrik dan industri pengolahan susu banyak terdapat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Blitar. Sumber daya manusia sebagai pendukung pengembangan industri pengolahan susu juga banyak tersedia, baik untuk tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja kasar.

    Tepung Mokaf (Singkong)

    Selama ini tepung singkong digunakan secara terbatas untuk bahan pangan seperti substitusi terigu sebesar 5% pada mie instan yang menghasilkan produk dengan mutu rendah, atau pada produk kue kering. Sebaliknya, tepung Mocaf dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. Hasil uji coba pada penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mocaf dapat digunakan sebagai bahan baku dari berbagai jenis makanan, mulai dari mie, roti, kue, hingga makanan semi basah dan saos. Kue panggang, kue kukus, dan sponge cake dapat dibuat dengan berbahan baku mocaf sebagai campuran tepungnya hingga 80%. Mocaf juga dapat menjadi bahan baku beragam kue kering, seperti cookies/biskuit dan cracker, serta saat ini bisa digunaklan untuk produksi beras cerdas.

    Industri Coklat

    Salah satu industri kecil yang mengolah kakao menjadi produk olahan cokelat adalah Kampung Cokelat yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Di tempat ini diproses kakao mulai dari penanaman kakao sampai memproduksi cokelat, tingkat penjualan cokelat di tempat ini cukup bagus, hal ini bisa digunakan sebagai gambaran bahwa masyarakat sangat menyukai makanan cokelat dan pesaing untuk industri ini masih sangat sedikit.

    SEKTOR PARIWISATA
    Wisata Penataran:
    Candi Panataran

    Candi Penataran merupakan Candi termegah dan terluas di Jawa Timur, berada di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Kota Blitar, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri, pada tahun 1200 Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja yang bertahta di Kerajaan Majapahit pada tahun 1415. Kawasan komplek Candi Penataran menempati areal tanah seluas 12.946 m2, seluruh halaman komplek percandian kecuali yang bagian tenggara dibagi menjadi tiga bagian, yang dipisahkan oleh dua dinding.

    Ramayana dan Kresnayana

    Terdapat juga pada dinding Candi Utama terukir relief Ramayana dengan tokoh Rama dan Shinta, dan relief Kreswnayana dengan tokoh Krisna dan Rukmini. Kisah Kresnayana menceritakan Krisna yang menculik dan mempersunting Rukmini.

    Wisata Pantai

    Pantai Serang Blitar merupakan salah satu pantai di kawasan Laut Hindia yang indah dan cocok untuk dikunjungi bersama teman atau keluarga, terletak kurang lebih sekitar 45 Km dari pusat Kota Blitar. Selain itu disini juga terdapat perkampungan nelayan yang biasanya menangkap lobster dan ikan dengan cara tradisional mereka. Untuk mencapai pantai ini sendiri memerlukan stamina yang cukup besar karena jaraknya yang cukup jauh, dengan medan jalan yang bisa dibilang tidak baik dan membingungkan jika tidak cermat melihat rambu jalan anda akan salah jalan, karena kurangnya rambu penunjuk jalan kesana. Pantai pasir ini sangat cocok untuk tempat bermain bagi wisatawan, baik anak-anak maupun orang tua. Tebing karang yang terdapat dikiri kanan pantai menambah keindahan pantai ini. Di sekitar pantai ini juga terdapat pedagang makanan dan minuman yang menyediakan berbagai makanan serta minuman, khususnya degan atau kelapa muda. Di area sini juga terdapat kawasan untuk berbagai kegiatan, seperti perkemahan, arena bermain yang luas dan lahan untuk bercengkerfama dengan keluarga.

    PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)
    Standar Pelayanan Publik Kabupaten Blitar telah ditetapkan Bupati Blitar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha yaitu:

    1. Persetujuan Prinsip;
    2. Izin Lokasi;
    3. Izin Lingkungan
    4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
    5. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK);
    6. Izin Usaha Perdagangan (IUP);
    7. Izin Usaha Industri (IUI);
    8. Izin Kios/Los Pasar/Penggunaan Pelataran Pasar;
    9. Izin Pemasangan Papan Reklame, Iklan, Spanduk dan Baliho;
    10. Izin Usaha Perikanan;
    11. Izin Usaha Peternakan;
    12. Izin Apotek;
    13. Izin Laboratorium;
    14. Izin Toko Obat;
    15. Izin Klinik Pratama Rawat Jalan, Rawat Inap;
    16. Izin Klinik Utama Rawat Inap;
    17. Izin Rumah Sakit Kelas C dan D;
    18. Izin Optik;
    19. Izin Toko Alat Kesehatan;
    20. Izin Pemanfaatan/Pemakaian Asset Daerah;
    21. Izin Warnet;
    22. Izin Pembukaan Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kas Koperasi;
    23. Izin Usaha Simpan Pinjam Koperasi;
    24. Izin Pembukaan Kantor Cabang Syariah, Kantor Cabang Pembantu Syariah dan Kantor Kas Koperasi Syariah;
    25. Izin Usaha Simpan Pinjam Koperasi Syariah;
    26. Izin Usaha Budidaya Hortikultura;
    27. Izin Usaha Budidaya Tanaman Pangan;
    28. Izin Usaha Budidaya Perkebunan;
    29. Izin Pendirian Lembaga TK / PAUD;
    30. Izin Pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat;
    31. Izin Pendirian Lembaga Kursus dan Pelatihan;
    32. Izin Pendirian Lembaga SD; dan
    33. Izin Pendirian Lembaga SMP.
    34. Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
    35. Tanda Daftar Gudang (TDG);
    36. Tanda Daftar Peternakan Rakyat;
    37. Tanda Daftar Usaha Pengobatan Tradisional;
    38. Tanda Daftar Usaha Jasa Makanan dan Minuman;
    39. Tanda Daftar Usaha Jasa Perjalanan Wisata;
    40. Tanda Daftar Usaha Jasa Pramuwisata;
    41. Tanda Daftar Usaha Penyediaan Akomodasi;
    42. Tanda Daftar Wisata Tirta;
    43. Tanda Daftar Usaha Jasa Informasi Pariwisata;
    44. Tanda Daftar Usaha Jasa Konsultan Pariwisata;
    45. Tanda Daftar Usaha Spa;
    46. Tanda Daftar Usaha Daya Tarik Wisata;
    47. Tanda Daftar Usaha Jasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, koferensi dan Pameran;
    48. Tanda Daftar Usaha Kawasan Pariwisata; dan
    49. Tanda Daftar Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi.
    Sesuai dengan pertauran pemerintah republik indonesia nomor 24 th 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara pasal 85 pelaksana reformasi pertauran perizinan berusaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 84 terdiri atas perizinan berusaha pada :

    a. Sektor Ketenagalistrikan;
    b. Sektor pertanian;
    c. Sektor lingkungan hidup dan kehutanan;
    d. Sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat
    e. Sektor kelautan dan perikanan;
    f. Sektor kesehatan;
    g. Sektor obat dan makanan;
    h. Sektor perindustrian;
    i. Sektor perdagangan;
    j. Sektor perhubungan;
    k. Sektor komunikasi dan informatika;
    l. Sektor keuangan;
    m. Sektor pariwisata;
    n. Sektor Pendidikan dan kebudayaan;
    o. Sektor Pendidikan tinggi;
    p. Sektor agama dan keagamaan;
    q. Sektor ketenagakerjaan;
    r. Sektor kepolisian;
    s. Sektor perkoperasian dan usaha mikro, kecil, menengah ; dan
    t. Sektor ketenaganukliran
    TEKNIS PELAYANAN
    1. Alur pelayanan melalui Online Single Submission
    2. Alur pelayanan yang tidak melalui OSS / Manual
    • Pemohon mencari informasi, Mengambil formulir permohonan di Kantor Pelayanan
      • Petugas (Customer Service) memberikan informasi dan penjelasan tentang pelayanan yang dibutuhkan oleh pemohon dan memberikan formulir permohonan
      • Formulir permohonan selalu tersedia di petugas dan mudah diambil (gratis)
    • Pemohon Mengisi Formulir permohonan
      • Tersedianya alat tulis
      • Pengisian dilakukan Pemohon secara mandiri dengan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan. Tidak perlu ada petugas khusus. Jika Pemohon kesulitan, Customer service harus siap membantu
    • Pemohon Menyerahkan Formulir permohonan
      • Diserahkan ke petugas loket penerimaan berkas (Customer Service) lengkap dengan persyaratannya
      • Customer Service memeriksa kelengkapan berkas.
      • Dokumen lengkap, diserahkan ke seksi pendataan dan validasi. Jika tidak akan dikembalikan ke pemohon untuk dilengkapi.
    • Pemohon Menunggu Antrian
      • Menggunakan nomor antrian yang telah disediakan
      • Pemohon menunggu tanda terima berkas dari petugas
      • Tidak perlu petugas khusus
    • Petugas Mengecek Kelengkapan Berkas Administratif
      • Pengecekan dilakukan petugas Validasi Berkas yang kompeten, akuntabel, cermat, cekatan dan selalu siap di tempat.
      • Dokumen tidak valid, diserahkan ke customer service yang selanjutnya diberikan ke pemohon.
      • Dokumen valid, petugas beri nomor registrasi dan input data
      • Petugas membuat tanda terima berkas yang diberikan ke pemohon dan waktu pengurusan ijin diselesaikan
      • Petugas memberikan tanda terima berkas kepada pemohon
      • Petugas Tata Usaha koordinasi dengan seksi pelayanan perijinan untuk buat surat tugas dan kirim undangan ke tim teknis perijinan KPTSP untuk Ijin dengan tinjau lokasi, jika tanpa tinjau lokasi langsung diproses.
    • Petugas Berkoordinasi dengan tim teknis perijinan
      • Tim Teknis bekerja di bawah koordinasi Kepala Instansi Perijinan
      • Ada Koordinator Tim Teknis (Kasie Pemrosesan) yang melakukan koordinasi dan bekerja secara tepat dan cepat
    • Petugas Melakukan Peninjauan Lokasi
      • Sesuai dengan prosedur baku peninjauan lokasi yang jelas, transparan dan akuntabel
      • Tim teknis yang kompeten dan akuntabel
    • Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan
      • Format Berita Acara Pemeriksaan Lokasi yang siap isi dan mudah diakses dan diisi oleh anggota tim
      • Ijin bisa diproses atau di tolak jika ada alasan yang tidak sesuai dengan syarat teknis
    • Penghitungan retribusi
      • Tarif retribusi sesuai ketentuan
    • Pembayaran Retribusi
      • Petugas penerima
      • Pemohon membayar retribusi
      • Pemohon menerima tanda bukti pembayaran retribusi
    Mekanisme Komplain
    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar telah menetapkan mekanisme penanganan pengaduan bagi pemohon yang mempunyai/ mengalami keluhan atas penyelenggaraan pelayanan dan adanya jaminan respon/penyelesaian yang memuaskan dalam waktu singkat sesuai waktu yang ditetapkan.
    • Pengaduan Langsung
      Datang langsung ke kantor atau melalui telepon, yaitu dengan mengisi buku pengaduan dan konsultasi dengan petugas yang menangani (Kepala Seksi Pengaduan)
      2 (dua) hari kerja
    • Pengaduan Tidak Langsung
      Mengisi buku pengaduan, formulir pengaduan/saran dan memasukkannya ke kotak yang tersedia.
      3 (tiga) hari kerja
    • Melaporkan Melalui aplikasi E – Lapor
      https://www.lapor.go.id/
    DATA TABULATION POTENTIAL AND INVESTMENT OPPORTUNITY FOR ACTIVITIES OF FOREIN DIRECT INVESTMENT (FDI) & DOMESTIC INVESTMENT (DI) BLITAR REGENCY
    Peta Kabupaten Blitar
    Kontak Investasi :

    KABUPATEN BLITAR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

    Jl. Veteran No. 10 Kepanjenkidul, Kota Blitar
    Telp. 0342 - 801665
    Email: dpmptsp@blitarkab.go.id

    Back to top
    Go to bottom
    iden
    190041
    TodayToday643
    YesterdayYesterday1220
    This_WeekThis_Week1863
    This_MonthThis_Month13860
    All_DaysAll_Days190041

    Free Joomla! template by L.THEME