KABUPATEN TAMBRAUW

PROFIL PELUANG INVESTASI KABUPATEN TAMBRAUW
PROSPEK CERAH INVESTASI DI KABUPATEN TAMBRAUW

PROFIL DAN SAMBUTAN

GABRIEL ASEM SE., M.Si.
PROFIL KEPALA DAERAH

Beliau dilahirkan di Kebar pada tanggal 26 Oktober 1963, beragama Kristen Katholik dan beristrikan Ny. ANJELA KALAY. Beliau mengawali pendidikan formalnya di Sekolah Dasar (SD) YPPK St. Joseph di Senopi (lulus tahun 1976), kemudian melanjutkannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPPK St. Don Bosco di Fak-Fak (lulus tahun 1980), dan kemudian di Sekolah Menengah Atas (SMA) YPPK St. Augustinus di Sorong (lulus tahun 1984). Jenjang pendidikan tinggi beliau selesaikan di STIE Ujung Pandang (Strata-1) sebagai seorang Sarjana Ekonomi (tahun 1997) dan kemudian dilanjutkannya di MEP Universitas Gajah Mada (Strata-2) menjadi Master Sains (tahun 2007).

Karier dalam pekerjaan diawali di Kantor Inspektorat Kabupaten Sorong, kemudian menjadi Direktur Keuangan pada PDAM Kabupaten Sorong; Kepala Bidang Pembukuan BPKD Kabupaten Sorong; dan sebagai Kepala Dinas Pengelolaan, Pendapatan, Aset Keuangan Daerah Kabupaten Tambrauw; sebelum menjadi Bupati Tambrauw periode 2011-2016 dan 2017-2022.

Pengalaman berorganisasi yang mematangkan kepemimpinan beliau adalah sebagai Anggota PMKRI Cabang Ujung Pandang, sebagai Bendahara KNPI Kabupaten Sorong, Ketua KMK-Pasca Sarjana UGM dan Bendahara Dewan Paroki St. Petrus Remu di Sorong.

HARUN BONEPAI, S.Pd., M.Si.
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL, PERIJINAN, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN TAMBRAUW

Salam sejahtera bagi Kita semua, “Profil Investasi di Kabupaten Tambrauw” ini selesai dicetak dan disebar-luaskan ke para Pemangku Kepentingan di segala aspek yang ikut memacu dan mendorong tercapainya pembangunan.

Ini merupakan langkah awal untuk mengenal dan mendapatkan informasi tentang daerah Kabupaten Tambrauw, yang merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Papua Barat. Papua Barat memiliki beragam potensi dan budaya serta kearifan lokal yang belum dan akan di eksplor ke dalam dan juga luar negeri.

Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Bupati Tambrauw dan Bapak Sekretaris Daerah yang telah memberikan respon positif bagi kami dalam mempromosikan wilayah Kabupaten Tambrauw kepada para Investor baik dalam dan luar Negeri.

Tambrauw memiliki berbagai keunggulan yang layak untuk ditangani oleh para Investor, terutama dari Sektor Kelautan dan Perikanan, Lingkungan Hidup, Kehutanan, Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Pariwisata & Budaya. Disamping itu Kabupaten Tambrauw memiliki Sektor Pendukung yang juga menyediakan berbagai peluang investasi. Ini merupakan referensi awal untuk mengenal dan mendapatkan informasi tentang daerah Kabupaten Tambrauw, yang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki beragam budaya dan potensi wisata yang dapat menarik banyak minat wisatawan mancanegara maupun wisata domestic,yang pada saat ini sedang dipromosikan sebagai objek utama daerah.

Semoga uraian singkat ini membuka cakrawala pandang para Investor untuk datang ke Kabupaten Tambrauw dalam kerangka ikut-serta membangun negeri yang sama-sama kita cintai.

Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu ini dan semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

PROSPEK CERAH INVESTASI DI KABUPATEN TAMBRAUW

MOTTO: MENJETU MENJEDIK MEMBENSUKSNO
VISI DAN MISI PEMERINTAH KABUPTEN TAMBRAUW
VISI
Visi Bupati dan Wakil Bupati Tambrauw Tahun 2017-2022 adalah: “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tambrauw yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat“.
MISI
Sedangkan Misinya adalah:

1

Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia yang Sehat, Cerdas, Profesional dan Beretika.

3

Membangun Birokrasi Pemerintahan Daerah yang Efisien dan Efektif dibawah Panji-Panji Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).

5

Menjaga Kelestarian Lingkungan dengan Menjadikan Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi.

2

Membangun Fondasi Kelembagaan dan Struktur Ekonomi Daerah yang Mensejahterakan Masyarakat.

4

Mengembangkan Prasarana dan Sarana Daerah dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Publik.

6

Menjaga Kelestarian Budaya dan Memperhatikan Hak-Hak Dasar Masyarakat Tambrauw.

GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak Geografis

Kondisi Geografis Kabupaten Tambrauw yang dijuluki sebagai “Kabupaten Konservasi” ini berdasarkan bentuk dan letak sesuai Peta secara alami yang menyerupai huruf “D“ dan sangat strategis sebab letaknya di atas Kepala Burung Pulau Papua (Vogelkop of Bird Head of Papua Island) dan berada di tengah-tengah beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat. Kabupaten ini merupakan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Adat-Istiadat, Simpul-Simpul dan Nilai Seni-Budaya Melanesia di Asia Pasifik.

Luas wilayah Kabupaten Tambrauw adalah seluas 11.529,182 km². Distrik yang memiliki wilayah terluas di Kabupaten Tambrauw adalah Distrik Senopi, yaitu seluas 1.230,763 km² (10,68%). Distrik yang memiliki wilayah terluas kedua adalah Distrik Kebar Selatan, yaitu seluas 1.058,699 km² (9,18%), diikuti Distrik Abun seluas 845,914 km² (7,34%), sedangkan distrik dengan luas wilayah terkecil adalah Distrik Kasi, yaitu seluas 70,829 km² (0,61%).

Kabupaten Tambrauw memiliki Wilayah Darat seluas 11.529,182 km² dan Kewenangan Laut seluas 1.858,565 km². Batas wilayah Administratif Pemerintahan Kabupaten Tambrauw adalah sebagai berikut:
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Pegunungan Arfak;
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong;
- Sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Berdasarkan Permendagri 56 Tahun 2015, tanggal 29 Juni 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, maka Jumlah Kecamatan/Distrik di Kabupaten Tambrauw bertambah menjadi 29 Distrik dan 216 Kampung. Pemerintahan Kabupaten Tambrauw pada tahun 2018 mempunyai 29 distrik yang terdiri atas 216 kampung. Dilihat dari komposisi jumlah kampung, distrik dengan jumlah kampung terbanyak adalah Distrik Kebar Timur yaitu sebanyak 18 kampung.

Tabel Wilayah dan Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Tambrauw
Topografi

Kabupaten Tambrauw memiliki Empat Zona Pertumbuhan, yakni Pusat Perdagangan dan Pelabuhan di Distrik Sausapor, Pusat Pemerintahan dan Ibukota Kabupaten di Distrik Fef, Pelabuhan Export-Import di Distrik Abun dan Pusat Pengembangan Agropolitan di Distrik Kebar. Kabupaten Tambrauw sebagian besar wilayahnya merupakan daerah dataran tinggi dengan ketinggian 100 – 2.500 m di atas permukaan laut (dpl). Kondisi Topografi Kabupaten Tambrauw sangat bervariasi mulai dari wilayah dataran rendah, perbukitan dan pegunungan. Hampir semua distrik terdapat daerah dataran yang luas keseluruhan dari luas wilayah Kabupaten Tambrauw, sedangkan daerah yang mempunyai kemiringan lereng di atas dari 60% wilayah yang bergunung– gunung terdapat di seluruh Distrik. Kabupaten Tambrauw memiliki relief bergelombang dan dilalui oleh banyak sungai, diantaranya di Distrik Fef (Sungai Ifot, Sungai Isauka dan Sungai Ular), Distrik Syujak (Sungai Iye, Sungai Itebre dan Sungai Yawiyam), Distrik Werur (Sungai Wenai, Sungai Wowey, Sungai Werur Besar dan Sungai Warsoay), sungai antara Distrik Sausapor dan Distrik Kwoor adalah Sungai Kwoor sedangkan sungai perbatasan dengan Ibukota Propinsi Papua Barat Kabupaten Manokwari adalah Sungai Atori, Sungai Kasi dan Sungai Amey. Keadaan tanah di daerah Distrik Fef pada umumnya mengandung bahan Andozol yang menyebabkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Tanah di wilayah Distrik Fef ini termasuk tanah yang sangat potensial dikembangkan untuk lahan pertanian maupun perkebunan.

Keadaan iklim

Keadaan iklim Kabupaten Tambrauw memiliki dua musim, yaitu musim Kemarau dan Penghujan, pada musim kemarau biasanya berlangsung tidak terlalu lama karena di pengaruhi oleh musim penghujan yang selalu terus-menerus sehingga daerah ini bisa di sebut daerah lembab atau basah. Keadaan iklim di Kabupaten Tambrauw termasuk iklim tropis, dengan keadaan curah hujan sangat bervariasi terpengaruh oleh lingkungan alam sekitarnya. Musim hujan rata–rata setiap tahun berkisar antara bulan Oktober s/d bulan Maret, sedangkan musim kemarau berkisar antara bulan April s/d September. Penyimpangan kedua musim tersebut terjadi setiap 5 tahun sekali. Curah hujan rata-rata tahun 2017 adalah 328 mm dengan 21 hari hujan; kelembaban udara berkisar antara 65–98 %. Suhu rata-rata di Kabupaten Tambrauw berkisar antara 24,0°C dan 32,1°C. Tekanan udara antara 1006,8 dan 1010,3 milibar dengan kecepatan angin antara 1,9 dan 4,6 knot. Penyinaran matahari 3,6 dan 8,3 jam.

Penduduk (Demografi)

Jumlah Penduduk Kabupaten Tambrauw pada tahun 2017 adalah 13.785 jiwa dengan komposisi 7.110 laki-laki dan 6.675 wanita (rasio: 106,52) dengan kepadatan penduduk 1,19 per Km2, yang terdiri dari lima (5) Sub Suku Asli, yaitu : Suku Abun, Karon (Miyah), Irires, Mpuur dan Suku Bikar. Penduduk asli tersebut dalam keseharian hidup mereka adalah bercocok tanam, berburu, berternak, nelayan dan sistim barter. Jumlah Angkatan Kerja mencapai 6.633 orang dengan 6.604 orang yang bekerja dan 29 orang Pengangguran Terbuka. Sedangkan jumlah Non Angkatan Kerja adalah 1.901 orang (560 orang bersekolah, 1.165 orang mengurus rumah-tangga; dan 176 orang dengan kegiatan lainnya). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja: 77,72% dan Tingkat Pengangguran Terbuka: 0,44%. Pekerjaan yang ditekuni oleh penduduk Kabupaten ini adalah pada Sektor Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan; Sektor Industri Pengolahan; Sektor Bangunan; Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Rumah Makan dan Hotel; Sektor Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi; dan Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perseorangan.

HASIL PEMBANGUNAN
Keberhasilan (bukti) Pembangunan yang telah, sedang dan akan di laksanakan sejak Tahun 2010-2015 atau berdasarkan Undang-Undang Nomor : 56 Tahun 2008, Keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor : 127/PUU-VII/ Tahun 2009, Undang-Undang No. 14 Tahun 2013 dan Permendagri Nomor 56 Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Sarana (Prasarana)

berupa Jalan, Jembatan, Listrik, Air Bersih, Jaringan Telekomunikasi, Pelabuhan Perintis, Dermaga Wisata, Lapangan Terbang, Tempat-Tempat Hiburan Masyarakat dan Lapangan Olahraga, berikut ini, Jalan dan Jembatan yang sudah di bangun dengan rute dari : Sorong-Moraid-Sausapor-Werur (Jalan dua jalur) dan Kwoor, kemudian rute dari : Sorong-Moraid-Yembun-Sujak-Fef dan Miyah), yang kemudian akan di tingkatkan. Demikian juga pada ruas jalan Sausapor-Mega-Fef dan Miyah terhubung ke Manokwari sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat.

Fasilitas (Perlengkapan)

berupa Perumahan (Pegawai, Pejabat, Masyarakat) Perkantoran dan Armada Transportasi. Berikut ini, beberapa bukti gedung Kantor dan Perumahan yang sudah, sedang dan akan di bangun: Pembangunan Perumahan Masyarakat, Mess Pegawai, Mess PEMDA dan Perkantoran, seperti : Kantor Bupati, BAPPEDA, DISHUB dan INFOKOM, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Distrik, Postu, Puskesmas, Gedung-Gedung Sekolah (SD, SMP, SMK dan SMU), Renovasi Kantor DPRD, Rumah Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah).

Kegiatan Sosial Dan Organisasi Kemasyarakatan:

Beberapa kegiatan Sosial dan kegiatan Organisasi Kemasyarakatan yang berkembang di Kabupaten Tambrauw dapat berupa : Kegiatan Keagamaan, Pendidikan, Kesehatan, Adat-Istiadat, Olahraga, Kepemudaan, Seni Budaya dan Kearifan Lokal.

SARANA DAN PRASARANA
Pendidikan

Kabupaten ini pada tahun 2017 memiliki 6 Taman Kanak-Kanak (253 Peserta Didik dan 19 Pengasuh); 52 Sekolah Dasar (4.469 murid dan 235 Guru); 15 Sekolah Menengah Pertama (1.120 murid dan 126 Guru); 5 Sekolah Menengah Atas Umum (445 murid dan 59 Guru) dan 3 Sekolah Menengah Kejuruan (169 murid dan 18 Guru).

Kesehatan

Fasilitas kesehatan di Kabupaten ini terdiri dari: 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas); 11 Puskesmas Pembantu (Pustu); 12 Puskesmas Keliling (mobil) dan 1 Polindes serta 13 Klinik Keluarga Berencana (KKB). Tenaga Kesehatan terdata - Dokter Umum, 46 Tenaga Keperawatan, 24 Tenaga Kebidanan, 2 Tenaga Kefarmasian dan 24 Tenaga Kesehatan lainnya.

Agama

Jumlah tempat peribadatan adalah sebagai berikut: 2 Masjid, 2 musholah, 34 gereja Protestan dan 12 gereja Katholik.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB (2017) atas dasar Harga Berlaku Kabupaten Tambrauw tersusun berdasarkan kontribusi tertinggi dari Sektor Pertanian (33,35%), Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (34,56%), dan Sektor Konstruksi (19,19%), dengan laju pertumbuhan mencapai 6,22%.

POTENSI UNGGULAN DAERAH
Pertanian

Potensi Pertanian di Kabupaten ini meliputi: Tanaman Pangan (Padi, dengan 7 ha luas panen, produksi 45 ton), Palawija (Jagung pada 306 ha luas panen, produksi 3,016 ton; Ubi kayu dengan 39 ha luas panen dan 285 ton produksi; Ubi jalar pada 45 ha luas panen dan 375 ton produksi; Kacang tanah dengan 16 ha luas panen dan 150 ton produksi; dan Keladi pada 51 ha luas panen dan 428 ton produksi); Hortikultura (46 ha luas panen dan 185 ton produksi): sayuran (Sawi, Kacang Buncis, Kacang Panjang, Bayam Merah, Bayam Putih, Terung, Kol Kepala, gedi, Labu, Cabe Bawang Merah dan Sayur lilin) dan buah-buahan seluas panen 55 ha dan produksi mangga: 290 ton (pisang, nenas, alpukat, mangga, rambutan, duku/langsat, sirsak, jambu biji, durian, papaya, jeruk nipis, belimbing, melinjo, sawo, salak, nangka, jambu air, semangka dan markisa). Peluang investasi adalah pada intensifikasi lahan pertanian, industri pasca-panen dan pemasarannya.

Perkebunan

Potensi Perkebunan di Kabupaten adalah pada tanaman rakyat berupa kelapa (4.821 ha luas area dan 2.493 ton produksi); kakao (1.038 ha, 529 ton); Nilam (170 ha dan Produksi 200 ltr/ ha untuk pembuatan sabun); sagu (121 ha, 55 ton); dan pinang (36 ha, 16 ton). Peluang Investasi pada sub-sektor ini adalah peningkatan produksi dan lahan perkebunan, penanganan pasca-panen dan pemasaran produksi.

Kehutanan

Luas hutan di Kabupaten ini sekitar 598.103 ha (data 2014) yang terdiri dari: hutan lindung (317.516 ha), hutan produksi terbatas (143.769 ha), hutan produksi tetap (5.114 ha), hutan produksi yang dikonversi (92.918 ha), dan hutan penggunaan lain-lain (38,726 ha). Hutan dan Alam Kabupaten Tambrauw dalam Bingkai Hutan Konservasi, Kawasan Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dalam konteks/status Pengawasan. Disamping itu juga Potensi Lingkungan Hidup yang terdiri dari: Taman Nasional Laut Pesisir Pantai Jamursbamedi, Hutan Konservasi, Kawasan Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa yang di dalamnya terdapat spesies Flora dan Fauna langka yang bersifat Endemik, seperti: Penyu Belimbing/Raksasa, Burung Masar/ Pintar, Pisang Sepooh/ Raksasa, Rumput Kebar dan sejuta jenis Kupu-Kupu.

Peternakan

Jenis-jenis ternak yang dipelihara di Kabupaten ini (2017) antara lain: 1.019 Sapi, 382 Kambing, 1.266 Babi dan 12.824 Ayam Kampung. Semua ini proses pemeliharaannya masih bersifat alami/bebas berkeliaran.

Kelautan dan Perikanan

Potensi Kelautan dan Perikanan Kabupaten ini pada tahun 2017 yang dikelola oleh rakyat (Perikanan Rakyat) menghasilkan kerapu (1 ton), kakap merah (3 ton), kurisi (1 ton), Selar kuning (1 ton), Kuwe (2 ton), Teri (1 ton), Tenggiri (3 ton), Senanggi (10 ton), Tuna (10 ton), Cakalang (11 ton), Samandar (1 ton), Lobster (1 ton), Teripang basah (1 ton), Patin (1 ton), Mas (3 ton), Gabus (1 ton) dan Mujair (1 ton).

Perindustrian/Perdagangan

Jumlah perusahaan di Kabupaten Tambraw pada tahun 2017 mencapai 189 perusahaan (31 Perseroan Terbatas; 72 CV/ Firma, 66 Perorangan dan 20 lainnya). Sedangkan jumlah Koperasi mencapai 15 unit. Disamping itu terdapat 5 Penginapan di Sausapor (3 unit) dan Kebar (1 unit).

Listrik

Provinsi ini memiliki 1 Perusahaan Besar, 97 perusahaan menengah dan 76 perusahaan kecil. Sarana Perdagangan: 8 Pasar.

TRANSPORTASI
Darat

Panjang jalan tercatat 453,950 km dengan rincian: diaspal (9,702 km), jalan kerikil (290,522 km), dan tidak dirinci (9,702 km). Sedangkan kondisi jalan adalah 9,702 km dengan kondidi baik, 153,726 km kondisi sedang dan 290,522 km dalam keadaan rusak.

Udara

Kabupaten Tambrauw memiliki dua Bandar udara yaitu Bandara Kebar di Kelurahan Anjai Distrik Kebar dan bandara Douglas Mc. Arthur Werur di Distrik Bikar. Bandara Kebar memiliki panjang Landasan/Arah/ PCN: 800x18 m/09-27 m/-. Tergolong Bandara Kelas IV dan memiliki Terminal Domestik seluas 120 m2, dan bisa didarati Pesawat jenis DHC-6 TWIN OTTER. Sedangkan bandara Douglas Mc. Arthur Werur memiliki panjang Landasan 1.200 M, dapat didarati jenis pesawat ATR.

PARIWISATA
Sektor Pariwisata yang menjadi potensi unggulan bagi Kabupaten Tambrauw adalah Wisata Alam; Wisata Sejarah dengan terdapatnya sisa-sisa peninggalan sejarah Perang Dunia II di sekitar Sausapor, Werur dan Pulau Dua; Wisata Bahari dengan Pantai Indah dan Pariwisata Penyu Belimbing di Pantai Jamursbamedi sepanjang kurang lebih 5 km di Kampung Saubeba, Distrik Abun. Penyu Belimbing adalah jenis binatang langka yang dilindungi. Penyu-penyu ini saat akan bertelur mereka kembali berkumpul di Pantai Bamuskama di wilayah Kabupaten Tambrauw. Setiap tahun daerah wisata ini dikunjungi oleh pencinta lingkungan hidup dan para peneliti dari berbagai negara di dunia, seperti Australia, Jepang, Belanda, Perancis, Jerman, Selandia Baru dan Singapura. Daerah Pariwisata Jamursbamedi ini dibina oleh Yayasan WWF Papua Wilayah Kabupaten Sorong dan apabila dikelola dengan baik akan menjadi daerah tujuan wisata yang menarik karena terkenal dengan Penyu Belimbing yang hanya terdapat pada 3 (tiga) tempat di dunia yakni di Amerika Selatan, India dan Indonesia (Provinsi Papua Barat khususnya di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw). Penyu Belimbing ini selain di Pantai Jamursbamedi juga terdapat di beberapa pantai yang menjadi lokasi peneluran, diantaranya adalah Pantai Rakrak yang terletak di Kampung Warmandi, Distrik Abun; dan Pantai Wau/Tanjung Wau yang terletak di Kampung Wau, Distrik Abun. Musim peneluran Penyu Belimbing terjadi pada bulan Maret sampai dengan Oktober dengan puncak peneluran pada bulan Mei dan Juni.

Kabupaten Tambrauw sungguh menjanjikan dan tidak kalah dengan Kabupaten Raja Ampat, dengan sejuta Obyek Wisata Alam dan Sejarah yang terdapat di daerah Laut, Pesisir Pantai dan Daratan pegunungan sangat luar biasa. Disamping itu, Kabupaten ini juga memiliki beberapa spesies Flora dan Fauna Langka (Endemik), misalnya: Penyu Belimbing/Raksasa, Burung Masar/Pintar, Pisang Sepooh/Raksasa, Rumput Kebar, Air Terjun, Sungai, Batuan, Situs Sejarah Perang Dunia Ke-II, Tempat Pemali, Tugu Injil, Sumur Tua, Sumber air panas, Gua, Senja, Sumber air burung minum massal, Tempat bermainnya burung, Kanguru bawah tanah/Schemy dan sejuta jenis Kupu-Kupu.

Kabupaten Tambrauw juga memiliki Potensi Lingkungan Hidup (Taman Nasional Laut Pesisir Pantai Jamursbamedi, Hutan Konservasi, Kawasan Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa); Potensi Seni Budaya dan Kearifan Lokal (ada Potensi Seni Tari berupa: Tari Gerak Yospan, Tari Gerak Srar, Tari Gerak Suling Tambur dan Seni Suara, Seni Ukir/Pahat, Lukis, Anyam, Asessories Budaya dan Pendidikan Adat bagi Laki-Laki dan Perempuan (“Mber Uwon“ dan “Fenia Mroh“). Pendidikan Adat tersebut sangat kental dan terus masih lestari hingga saat ini; dan Potensi Kepariwisataan (Potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata).

Potensi obyek wisata di daerah ini memiliki keunikan tersendiri dan boleh dikatakan sangat langka di dunia. Hanya saja keberadaan objek wisata tersebut belum dipromosikan ke mancanegara, karena terkendala sarana dan prasarana yang ada. Obyek wisata lainnya adalah hewan yang hidup di wilayah pedalaman Tambrauw misalnya burung suci (burung surga), obyek wisata bahari dengan terumbu karang dan spesies jenis ikan yang berbeda dengan Kabupaten Raja Ampat atau wilayah lainnya di dunia. Salah satu kendala untuk menunjang lebih terkenal atau diminati wisatawan semua potensi yang ada itu adalah akses jalan dan penginapan. Saat ini pemerintah daerah secara bertahap telah membenahinya, diantaranya sarana jalan, pelabuhan laut maupun akses pendukung lainnya dalam upaya membukakan pintu bagi turis untuk datang menyaksikan langsung apa yang ada di Tambrauw.
PELUANG INVESTASI
Sektor Unggulan

Sektor Unggulan yang menjadi urat nadi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah serta akan menjadi Peluang Investasi di Kabupaten Tambrauw ke depan adalah: Sektor Pariwisata dan Budaya, Kehutanan, Sektor Kelautan dan Perikanan, Lingkungan Hidup, Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Pertambangan.

Sektor Pendukung

Selain Sektor Unggulan, ada pula Sektor Pendukung lainnya, Sektor Pendukung yang dimaksud adalah: Sektor Keagamaan, Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Pekerjaan Umum, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, Keuangan dan Aset Daerah, Pembinaan dan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kampung, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kepemudaan dan Olahraga, Perhubungan dan Telekomunikasi, Energi dan Batubara, Kesehatan, Pendidikan, Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Keamanan dan Ketertiban.

Dasar Investasi:

Beberapa hal mendasar lain yang menjadi dasar penciptaan Peluang Investasi di Kabupaten ini adalah:

· Belum maksimalnya hasil Pembangunan baik Sarana/Prasarana maupun Fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar Masyarakat;

· Belum maksimalnya penyediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup untuk menjawab kebutuhan dan pelayanan dasar Masyarakat agar sesuai harapan;

· Belum dikelolanya Potensi Sumber Daya Alam (Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Pariwisata) yang maksimal dan berkelanjutan untuk memberi Penghasilan tetap yang disebut Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat; dan

· Belum ada Konsep dan Ilmu Pengetahuan serta Tekhnologi yang tepat untuk mendesain Hutan Konservasi, Cagar Alam Suaka Marga Satwa dan Potensi Sumber Daya Alam lainnya agar menjadi sumber Penghasilan tetap sehingga menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).





TABULASI DATA BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KABUPATEN TAMBRAUW UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)
Pertanian
Perkebunan
Kehutanan
Peternakan
Perikanan dan Kelautan
Perindustrian dan Perdagangan
Energi
Transporasi
Pariwisata

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

Intensifikasi Lahan Pertanian, Industri Pasca-Panen dan Pemasaran Hasil Pertanian

Kabupaten Tambrauw

464 ha lahan tanaman pangan; 46 ha lahan sayuran dan 55 ha lahan buah-buahan.

Masyarakat

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Peningkatan Produksi dan Lahan Perkebunan, Penanganan Pasca-Panen dan Pemasaran Produksi.

Kabupaten Tambrauw

6.046 ha lahan perkebunan

Masyarakat

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Pemanfaatan hasil hutan dalam azas lestari; Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup di Wilayah Kehutanan; Reboisasi.

Kabupaten Tambrauw

598.103 ha

Pemerintah Daerah

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Pengembangan produksi peternakan guna memenuhi kebutuhan Masyarakat akan protein hewani.

Kabupaten Tambrauw

--

Masyarakat

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap di Laut dan Perairan Umum dan Budidaya Laut.

Kabupaten Tambrauw

 

--

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Peningkatan jumlah perusahaan skala kecil dan perusahaan rumahan dalam upaya menciptakan lapangan kerja terbuka.

Kabupaten Tambrauw

--

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Peningkatan Produksi dan Jangkauan Pelanggan Listrik;

Kabupaten Tambrauw

--

Pemerintah Daerah

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

·   Penyempurnaan Bandara Kebar dan Bandara Douglas Mc.Arthur di Werur; dan

·   Penambahan Jalan dan Perbaikan Jembatan.

Kabupaten Tambrauw

--

Pemerintah Daerah

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah

Luas Areal (Ha)

Status Kepemilikan

 

Peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata di lokasi Destinasi Wisata Unggulan, meliputi Wisata Alam, Wisata Sejarah/Budaya dan Wisata Bahari.

 

Kabupaten Tambrauw

--

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Peta Kabupaten Tambrauw
Kontak Investasi :

Provinsi Sulawesi Barat

DINAS PENANAMAN MODAL PERIJINAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
KABUPATEN TAMBRAUW

Alamat : Jalan Irawian No.1 Fef, Tambrauw
E-mail : dpmptsp_tambrauw@yahoo.com
Contact Person :
1.Harun Bonepai, S.Pd, M.Si. (Ka. DPMPTK & Trans), Hp.082197721114
2.Alex Toni Rumbekwan, SE. (Kasie Perencanaan Penanaman Modal), Hp.082398888858

Back to top
Go to bottom
iden
190041
TodayToday643
YesterdayYesterday1220
This_WeekThis_Week1863
This_MonthThis_Month13860
All_DaysAll_Days190041

Free Joomla! template by L.THEME