PROVINSI SULAWESI BARAT

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI DI PROVINSI SULAWESI BARAT
Peluang & Potensi Investasi

SAMBUTAN

Drs. H.M. ALI BAAL MASDAR, M.Si.
GUBERNUR SULAWESI BARAT

Beliau dilahirkan di Makassar, 29 Mei 1960, menikah dengan Dra. Hj. A. Ruskati Radjab dan dikaruniai 2 anak. Beliau mengawali Pendidikan dasarnya di SD Negeri 077 (lulus 1972), SMP Negeri 1 Polewali (lulus 1976) dan SMA LPP-UMI Makassar (lulus 1979). Sedangkan Pendidikan tinggi ditempuhnya di STIA LAN-RI Makassar (Strata 1, 1994) dan Pasca Sarjana UNHASLAN RI di Makassar (Strata 2, 1997). Beliau juga mengenyam Pendidikan di LEMHANAS-RI tahun 2007.

Pengalaman berorganisasi diperolehnya di OSIS, Pramuka, Pemuda Panca Marga, Senat Mahasiswa STIA LAN-RI Makassar, Ketua DPD KNPI Polman, Ketua Gema Kosgoro Polman, Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten Polman, Pembina Pramuka Polman, Ketua Kosgoro Sulbar, Ketua Pengprov Ikatan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan Ketua Pengprov ISSI Provinsi Sulbar, Ketua PARFI Cabang Sulbar; Ketua Nasional Demokrat Sulbar; Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) sebagai Mustasyar Sulbar; Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) sebagai Mustasyar Kabupaten Polman; Ketua HKTI Provinsi Sulbar; Wakil ketua Majelis Mustasyar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Polman; Ketua Pertina Sulbar; dan Ketua KONI Polman.

Sedangkan karir kepegawaiannya adalah: Staf Bagian Hukum, Polman; Staf Bagian Ortala; Staf Bagian Pemerintahan, Polman; Kasi Penelitian dan Pengembangan Bapeda, Polman; Camat Tapango, Polman’; Sekretaris Bappedalda, Polman; Bupati Polewali Mandar (2004-2009 dan 2009-2014).

H. BAHTIAR HS, S.E, M.H.
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI BARAT

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita bersama sehingga kita dapat menerbitkan buku informasi mengenai potensi, peluang investasi dan perkembangan pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat, yang dirangkum dalam satu judul “Investment Opportunities in Indonesia”.

Rasa terima kasih saya sampaikan kepada Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) bekerjasama dengan PT. Qayris Cipta Kreasindo dan Pemerintah Sulawesi Barat dalam menyusun dan menerbitkan buku ini. Selanjutnya terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang ikut berperan serta dan telah memberikan sumbangan pikiran, tenaga maupun materi demi perkembangan dan kemajuan Provinsi Sulawesi Barat terutama dalam hal penyebaran informasi tentang potensi peluang investasi dan perkembangan pembangunan di Sulawesi Barat.

Semoga Allah memberkati segala aktivitas kita, aamiin ya Rabbal’alaamiin.

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI DI PROVINSI SULAWESI BARAT

POTENTIAL AND INVESTMENT OPPORTUNITIES IN WEST SULAWESI PROVINCE
VISI DAN MISI PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT
VISI
Visi Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017-2022 yaitu mewujudkan “Sulawesi Barat Maju dan Malaqbi“. Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan Sebagai berikut :

Sulawesi Barat Maju

Komitmen untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Barat yang sejajar dengan provinsi lainnya yang didukung oleh konektivitas wilayah dan daya saing yang tinggi serta berorientasi pada lingkungan.

Sulawesi Barat Malaqbi

Komitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berlandaskan kearifan lokal dengan dukungan masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya dan religius

GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak Geografis, Luas dan Batas Wilayah

Provinsi Sulawesi Barat berada di sebelah Barat Pulau Sulawesi yang secara astronomis terletak antara 0°12’ - 03°38’ Lintang Selatan (LS) dan 118°43’15’’ - 119°54’3’’ Bujur Timur (BT). Berdasarkan posisi geografisnya, Provinsi Sulawesi Barat memiliki batas-batas: Utara – Provinsi Sulawesi Tengah; Selatan – Provinsi Sulawesi Selatan; Barat – Selat Makassar; Timur – Provinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayah Sulawesi Barat adalah berupa daratan seluas 16.787,18 km2 sedangkan luas wilayah laut sebesar 20.851,00 km2 dengan panjang garis pantai sebesar 677 km serta jumlah pulau-pulau kecil sebanyak 40, dimana terdiri atas 69 Kecamatan, 575 Desa dan 73 Kelurahan serta 2 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT). Jumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat adalah 6 (enam) kabupaten, yaitu: Kabupaten Majene, Polewali Mandar (Polman), Mamasa, Mamuju, Pasangkayu dan Mamuju Tengah.

Topografi, Iklim dan Kesesuaian Lahan

Provinsi Sulawesi Barat memiliki Topografi yang bervariasi, dari datar, berbukit sampai bergunung. Wilayah dengan kondisi topografi yang datar dapat dijumpai di sebagian besar Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju Utara sedangkan Mamuju, Majene dan Mamasa adalah berbukit sampai bergunung. Sulawesi Barat juga merupakan daerah pegunungan sehingga memiliki banyak aliran sungai yang cukup besar dan berpotensi untuk dikembangkan. Jumlah gunung di Sulawesi Barat sekitar 193 buah yang tersebar di beberapa kabupaten. Gunung tertinggi adalah Gunung Ganda Dewata dengan ketinggian 3.037 meter di atas permukaan laut yang menjulang tegak di Kabupaten Mamuju. Satuan pegunungan menempati wilayah paling luas yaitu sekitar 70% dari total luas wilayah dan umumnya menempati bagian tengah ke timur dengan bentuk memanjang utara- selatan, lembah-lembah yang terbentuk merupakan wilayah yang curam.

Iklim di wilayah Sulawesi Barat umumnya tropis karena dilalui juga oleh Garis Khatulistiwa serta mempunyai kelembaban udara yang relatif tinggi. Sebagai daerah yang memiliki pinggiran pantai, yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar, Sulawesi Barat memiliki pola suhu udara yang bergantung kepada musim angin laut. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kabupaten Majene, pada tahun 2017 suhu udara di Sulawesi Barat berkisar antara 24,6°C hingga 31,7°C dengan rata-rata suhu udara sekitar 27,8°C, Sedangkan kelembaban udara dalam setahun berkisar antara 50% sampai dengan 95%. Pada tahun 2017, Sulawesi Barat memiliki jumlah curah hujan antara 38,9 mm3 (Agustus) dan 529,9 mm3 (Desember), dengan hari hujan tertinggi yang terjadi di bulan November yaitu 25 hari hujan dan terendah pada bulan April yaitu hanya 9 hari hujan. Tekanan Udara antara 1009,6 mb dan 1012.3 mb dengan penyinaran matahari antara 56% dan 78%, kecepatan angin antara 2 dan 6 knot.

Demografi

Penduduk Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 1.330.961 jiwa dalam 298.688 rumah-tangga yang terdiri atas 667.858 laki-laki dan 663.103 perempuan (rasio: 100,72). Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2016, penduduk Sulawesi Barat mengalami pertumbuhan sebesar 1,87%, dengan kepadatan penduduk 79 jiwa/km2. Angkatan Kerja mencapai jumlah 614.748 orang (595.004 orang yang bekerja dan 19.744 Pengangguran Terbuka. Sedangkan Bukan Angkatan Kerja berjumlah 303.352 orang (81.994 orang yang sekolah; 187.852 orang mengurus rumah-tangga; dan 33.506 orang dengan kegiatan lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 66,96 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terdaftar 3,21. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 64,30.

Perekonomian

Secara umum tampak pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tahun 2017 mencapai 6,67%. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tumbuhnya beberapa sektor ekonomi. Kontribusi tertinggi untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Barat adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (41,53%), disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (10,37% dan Sektor Industri Pengolahan (10,08%).

SARANA DAN PRASARANA
Pendidikan

185 PAUD/LKP/PKBM; 1.327 Sekolah Dasar; 160 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 355 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/SMP; 154 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 86 Sekolah Menengah Atas (SMA); 89 Madrasah Aliyah (MA); dan 131 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); serta 23 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kesehatan

Fasilitas Kesehatan: 10 Rumah Sakit, 2 RS Bersalin, 95 Puskesmas, 2.034 Posyandu, 133 Klinik/Balai Kesehatan dan 35 Polindes serta 131 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 652 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD). Tenaga Kesehatan tercatat: 309 Tenaga Medis, 1.689 tenaga Keperawatan, 1.350 tenaga Kebidanan, 201 tenaga Kefarmasian, 219 tenaga Kesehatan Masyarakat, 109 tenaga Kesehatan Lingkungan dan 132 tenaga Gizi. Jumlah Dokter: 50 Dokter Spesialis, 151 Dokter Umum dan 71 Dokter Gigi.

Agama

83,30% penduduk beragama Islam (2.181 masjid dan 289 mushola); 13,83% beragama Protestan (1.111 gereja); 1,16% beragama Katolik (83 gereja); 1,65% beragama Hindu (52 pura) dan 0,06% beragama Budha (3 vihara).

Transportasi dan Komunikasi

Bandara: Bandar Udara Tampa Padang (untuk pesawat jenis ATR dari Wings Air dan Bombardir dari Garuda) dan Sumarorong
Pelabuhan: Pelabuhan Laut Majene, Polman, Mamuju dan Pasangkayu.
Jalan Raya: 6.789,59 Km (763,17 km jalan Negara; 477,43 km jalan Provinsi dan 5.549,00 km jalan Kabupaten); Kondisi: baik (2.321,82 km); sedang (1.466,33 km); rusak (1.310,41 km); dan rusak berat (1.691,03 km). Terminal Darat: 10 unit (2 Klas A; 2 Klas B; 3 Klas C; dan 3 Terminal Pembantu). Alat transportasi darat yang tersedia: 5.773 pick-up; 3.899 truk; 285 bus; dan 260.045 speda-motor.
Terdapat 18 kantor pos Pembantu tersebar di 6 Kabupaten,

Lembaga Keuangan

80 unit kantor Bank (55 Bank Pemerintah; 8 Bank Pemerintah Daerah; dan 17 Bank Swasta Nasional).

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
Pertanian

Padi Sawah: luas panen 121.518 ha, produksi 611.461 ton; Padi Ladang: 19.523 ha, 55.639 ton; Jagung: 154.174 ha, 724.222 ton; Kedelai: 3.103 ha, 4.853 ton; Ubi kayu: 1.270 ha, 34.662 ton; Ubi jalar: 576 ha, 8.044 ton; Kacang tanah: 343 ha, 385 ton; dan Kacang hijau: 523 ha, 701 ton.
Sayuran: Bawang merah: 129 ha, 981,3 ton, Petsai: 248 ha, 809,1 ton, Kubis: 3 ha, 7,6 ton; Cabai: 1.168 ha, 4.506,2 ton; dan Kentang.
Buah-buahan: Jeruk: 35.891,7 ton; Pisang: 79.198,5 ton; Mangga: 8.271,6 ton; Pepaya: 4.939,8 ton; Nenas: 386,7 ton; dan Duku/Langsat: 5.896,4 ton.

Perkebunan

Sagu: 1.230 ha, 666 ton; Kelapa: 41.593 ha, 33.088 ton; Kelapa sawit: 95.919 ha, 230.389 ton; Aren: 1.398 ha, 607 ton; Kopi: 15.469 ha, 3.308 ton; Lada: 973 ha, 245 ton; Kakao: 145.787 ha, 73.297 ton.

Peternakan

94.015 sapi potong, 7.978 kerbau, 2.432 kuda, 190.708 kambing dan 134.566 babi. Populasi Unggas; 4.487.632 ayam kampung, 165.685 ayam petelur, 1.936.130 ayam pedaging dan 354.159 itik/itik Manila.

Perikanan dan Kelautan

Produksi Perikanan Budidaya: 104.320,77 ton (Laut: 70.243,09 ton; Tambak: 28.358,29 ton, Kolam: 2.757,9 ton, Keramba: 0,99 ton dan Sawah: 2.960,5 ton).

Kehutanan

Luas Kawasan Hutan Lindung: 452.030 ha; Suaka Alam dan Pelestarian Alam: 215.190 ha; Hutan Produksi Terbatas: 330.700 ha; Hutan Produksi Tetap: 71.859 ton; dan Hutan yang dapat dikonversi: 111.880 ha.

Pertambangan dan Energi

Daya Terpasang: 263.662.253 KW; Produksi listrik: 336.300.148 KWh; listrik terjual: 313.881.593 KWh untuk 226.113 pelanggan.
PDAM di Provinsi memiliki 39.337 pelanggan, dengan jumlah air yang disalurkan: 7.252.634 m3.

Perdagangan

Provinsi ini memiliki 1 Perusahaan Besar, 97 perusahaan menengah dan 76 perusahaan kecil. Sarana Perdagangan: 8 Pasar.

Pariwisata

Kunjungan wisatawan: 723 Wisatawan mancanegara dan 407.497 Wisatawan domestik.
Hotel dan Penginapan: 155 unit dengan 2.445 kamar dan 3.698 tempat tidur, rata-rata tingkat penghunian: 45,47% (hotel berbintang) dan 47,14% (hotel non-bintang). Rumah Makan: 373 restoran.

POTENSI WISATA PROVINSI SULAWESI BARAT
Potensi wisata di Provinsi Sulawesi Barat dapat dibagi ke dalam beberapa kategori antara lain; Wisata Alam, Wisata Arkeologi, Wisata Kebudayaan, Wisata Kesenian, dan beberapa wisata yang lain. Lokasi wisata tersebut tersebar ke semua kabupaten di Sulawesi Barat. Di wilayah pegunungan tak kalah menariknya, seperti adat dan budaya suku pribumi Kabupaten Mamasa, telah menjadikan wilayah pegunungan ini sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Selain meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, pemerintah daerah juga gencar melakukan promosi pariwisata melalui kegiatan-kegiatan pertunjukan. Salah satu kegiatan rutin Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diharapkan dapat menarik wisatawan adalah diselenggarakannya event Sandeq Race dari Mamuju ke Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang 2 tahun belakangan jalurnya dialihkan dari Kabupaten Polewali Mandar ke Kabupaten Mamuju.
DESTINASI WISATA JENIS DAN LOKASI POTENSI WISATA DI PROVINSI SULAWESI BARAT BERDASARKAN RTRW PROVINSI SULAWESI BARAT 2014-2034
Wisata Alam
Kabupaten Mamuju
Gunung Paken
Lokasi Kec. Mamuju
Kegiatan Wisata Pemandangan laut dan kepulauan
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah
Taman Wisata Gentungan
Lokasi Kec. Kalukku
Kegiatan Panorama Alam
Arahan Rencana Pengembangan : Peningkatan jalan akses.
Pantai Toangsang
Lokasi Kec. Simboro Kepulauan
Kegiatan Pasir Putih
Arahan Rencana Pengembangan : Penyediaan fas. Transportasi ke dan dari kawasan wisata.
Air terjun Tamasapi
Lokasi Kec. Mamuju
Kegiatan Air terjun
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah
Pulau Karampuang
Lokasi Kec. Mamuju
Kegiatan Wisata Bahari / pasir putih
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek dan akses dari kota Mamuju.
Wisata Pulau
Lokasi Kec. Mamuju
Kegiatan Wisata Pulau
Arahan Rencana Pengembangan : Penyediaan fas. Transportasi ke dan dari kawasan wisata.
Kabupaten Majene
Permandian Air panas Limboro
Lokasi Kec. Tammeroddo
Kegiatan Air Panas
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah.
Pantai Rangas
Lokasi Kec. Banggae
Kegiatan Pasir Putih
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan kawasan dan jalan akses.
Pembuatan Perahu Sandeq
Lokasi Kec. Banggae
Kegiatan Perahu Layar
Arahan Rencana Pengembangan : Peningkatan Promosi dan Pelestarian.
Pantai Dato'
Lokasi Kec. Banggae Timur
Kegiatan Pantai dan Tebing
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan kawasan dan jalan akses.
Air terjun Indo Rannoang
Lokasi Kec. Anreapi
Kegiatan Air Terjun
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah.
Kabupaten Polewali Mandar
Air terjun Indo Rannoang
Lokasi Kec. Anreapi
Kegiatan Air Terjun
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah.
Bendungan Sekka-sekka
Lokasi Kec. Anreapi
Kegiatan Air
Arahan Rencana Pengembangan : Pengelolaan obyek dan fasilitas jalan.
Kanang
Lokasi Kec. Binuang
Kegiatan Wisata Agro
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan kawasan dan jalan akses.
Pantai Palippis
Lokasi Kec. Tinambung
Kegiatan Wisata Bahari / Panorama
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan Wilayah.
Pantai Mampie
Lokasi Kec. Wonomulyo
Kegiatan Pantai, Bahari dan Ekowisata
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan kawasan dan jalan akses.
Agro Wisata Durian Bulo
Lokasi Kec. DEsa Bulo
Kegiatan Wisata Pegunungan, memetik dan memakan buah durian langsung dari pohonnya.
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan Areal.
P. Gusung Toraya
Lokasi Kec. Binuang
Kegiatan Pantai Panorama.
Arahan Rencana Pengembangan :Penataan wilayah dan sistim transportasi
Kabupaten Mamasa
Air Terjun Liawan
Lokasi Kec. Sumarorong
Kegiatan Air Terjun
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas yang mudah.
Air Panas Kole
Lokasi Kec. Mamasa
Kegiatan Permandian air panas
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Air Terjun Sallokan
Lokasi Kec. Messawa
Kegiatan Air terjun dan Air panas
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas
Gunung Mambulilling
Lokasi Kec. Mamasa
Kegiatan Hiking, Trecking
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan tracking paths.
Perkampungan Tradisional Sesena Padang
Lokasi Kec. Sesena Padang
Kegiatan Wisata Alam dan perkampungan tradisional
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas serta fasilitas penginapan.
Air Panas Malimbong
Lokasi Kec. Messawa
Kegiatan Air terjun dan Air panas
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas
Puncak Mussa’ dan Perkampungan Tradisional Balla Peu’
Lokasi Kec. Balla
Kegiatan Panorama dan perkampungan adat
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas serta fasilitas penginapan.
Kabupaten Pasangkayu
Goa Ape
Lokasi Kec. Bambaira
Kegiatan Wisata Goa
Arahan Rencana Pengembangan : Perbaikan jalan akses.
Pantai Tanjung Babia
Lokasi Kec. Pasangkayu
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Pantai Tanjung Batu Oge'
Lokasi Kec. Pasangkayu
Kegiatan Wisata Pantai / Terumbu karang
Arahan Rencana Pengembangan : Perbaikan jalan akses dan promosi wisata.
Pantai Salukaili
Lokasi Kec. Baras
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Kabupaten Mamuju Tengah
Air Terjun Kalando
Lokasi Kec. Topoyo
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Pantai Kambunong
Lokasi Kec. Karossa
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Pantai Karama
Lokasi Kec. Kec. Pangale
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Pantai Babana
Lokasi Kec. Budong- Budong
Kegiatan Wisata Pantai
Arahan Rencana Pengembangan : Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
Air Terjun Lembah Hopo
Lokasi Kec. Karossa
Kegiatan Wisata Air Terjuni
Arahan Rencana Pengembangan :Penataan obyek wisata dan aksesibilitas.
WISATA BUDAYA
Mamuju
Majene
Polewali Mandar
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Pasangkayu
Kab. Mamuju Tengah

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Mamuju

Pure

Kegiatan keagamaan Hindu

Promosi event wisata

Mamuju

Monumen Ahmad Kirang

Tugu/Patung

Promosi wisata

Mamuju

Banoa Sibatang

Rumah Tradisional Kalumpang

Promosi wisata

Mamuju

Sandeq Race

Lomba Perahu Layar Tradisional

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

Mamuju

Massossor Manurung

Pesta Rakyat dan HUT Manakarra

Dukungan Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata

 Mamuju

Festival Pulau Karampuang

Karnaval Budaya, Pestival Seni Budaya dan Pesta Nelayan

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

 Mamuju

Rumah Adat Mamuju

Rumah Adat Tradisional

Dukungan Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Majene

Museum Mandar

Museum

Promosi wisata

Malunda, Sendana dan Banggae

Sandeq Race

Lomba Perahu Layar Tradisional

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

Banggae

Makam Raja Raja

Makam

Promosi wisata

Malunda

Pa'bandangan Manu' manu'

Upacara syukuran panen

 Promosi wisata

 

Makam Syech Abdul Mannan

Makam

Promosi wisata

Banggae

Maulidan Salabose

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dukungan Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Limboro

Makam Todilaling

Makam Raja I Balanipa

Promosi wisata

Binuang

Makam Sysch Al- Ma'ruf

Makam

Promosi wisata

Campalagian

Makam Imam Lapeo

Makam

Promosi Wisata

Campalagian

Makam Raja Tie Tie

Makam

Promosi Wisata

Polewali

Sandeq Race

Lomba Perahu Layar Tradisional

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

Polewali

Polewali Mandar Internasional Folk & Art Festival (PIFAF)

Festival Seni Budaya dan Pariwisata tingkat Internasional

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Balla

Prosesi Mangngasa'

Adat / kegiatan pertukangan

Promosi wisata

Makam Tua Tedong-tedong

Kuburan adat

Promosi wisata

Rambu Solo'

Pesta pemakaman

Promosi wisata

 Nosu

Ritual Mangaro’

Prosesi adat Kematian

Dukungan Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata

Mamasa

Perayaan HUT Kab. Mamasa

Karnaval Budaya, Festival Seni Budaya dan Ritual Adu Kerbau

Dukungan Penyelenggaraa n Event dan Promosi Pariwisata

Mamasa

Monumen To’Pao

Sejarah Perjanjian Kerajaan Pitu Ulunna Salu

Dukungan Pelestarian Sejarah dan Promosi Pariwisata

Mamasa

Rumah Adat Rambusaratu

Rumah Tradisional Mamasa

Dukungan Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Bamballamotu

Suku Bunggi

Adat tradisional

Promosi wisata

Pasangkayu

Sumur tua Parappe'

Sumur tua

Promosi wisata

Pasangkayu

Monumen Sejarah Vovasanggayu

Monumen Sejarah

Promosi wisata

KEC.

NAMA OBYEK WISATA

KEGIATAN WISATA

ARAHAN

RENCANA PENGEMBANGAN

Tobadak

Festival Bumi Lalla Tassisara

Peringatan Hari Bakti Transmigras i dan Hari Jadi Kabupaten Mamuju Tengah

Dukungan Penyelenggaraan Event dan Promosi Pariwisata

Festival Nusantara Tassisara

Festival Seni, Budaya, Pariwisata dan Etnis

Dukungan Penyelenggaraan Event dan Promosi Pariwisata

WISATA MINAT KHUSUS (BELANJA, PERTUNJUKAN DAN PENDIDIKAN)
Kab. Mamuju
Kabupaten Majene
Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Mamasa
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)
STRATEGI

Memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi proses pelayanan perizinan dan non perizinan penanaman modal sesuai dengan standar pelayanan melalui pelayanan terpadu satu pintu yang prima;

Meningkatkan kinerja lembaga melalui ketersediaan sarana dan prasarana yang modern dan memadai dalam rangka menunjang tugas dan fungsi DPMPTSP;

Meningkatkan iklim penanaman modal;

Meningkatkan realisasi penanaman modal melalui kegiatan peningkatan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal;

Meningkatkan daya tarik penanaman modal melalui peningkatan kualitas marketing investasi (promosi) yang terpadu;

Meningkatkan kerjasama penanaman modal dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing penanaman modal;

Meningkatkan kualitas Perencanaan penanaman modal dan pengelolaan informasi potensi investasi sektor prioritas.

Arah Kebijakan Perangkat Daerah
Arah kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Barat adalah:

Penyederhanaan, standarisasi prosedur dan penyelenggaraan proses perizinan terpadu;

Peningkatan Kapasitas Aparatur PTSP yang menguasai teknologi dan memahami ketentuan pelayanan perizinan melalui pelatihan / diklat;

Peningkatan sarana dan prasana untuk mendukung aparatur dalam pelaksanaan Tugas dan fungsi DPMPTSP;

Penerapan SOP pelayanan perizinan sebagai standar untuk pelayanan yang cepat, efektif dan efisien;

Penerapan Regulasi yang menjamin kemudahan berusaha;

Peningkatan Pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal yang menjadi kewenangan Provinsi;

Peningkatan kualitas marketing investasi Sulawesi Barat;

Pelaksanaan promosi terpadu dalam rangka mendorong suksesnya program one village one product dan mamasa sebagai destinasi pariwisata;

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus MATABE (Mamuju, Tampa Padang dan Belang-belang);

Pemberdayaan pengusaha-pengusaha lokal;

Peningkatan (penyempurnaan) kualitas perencanaan penanaman modal;

Pemetaan potensi unggulan daerah sebagai sektor prioritas sekaligus merekomendasikan potensi unggulan daerah di Sulawesi Barat

Jenis Perizinan

a. Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

1. Izin Prinsip Penanaman Modal
2. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
3. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal
4. Izin Usaha
5. Izin Usaha Perluasan
6. Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (Merger)
7. Izin Usaha Perubahan
8. Pemberian Usulan Fasilitas Fiskal
9. Insentif Daerah dan/atau kemudahan Penanaman Modal di Daerah Sesuai Kewenangan Badan Penanaman Modal.
10. Layanan Informasi Penanaman Modal
11. Kegiatan Usaha Berada/Berlokasi pada 2 (dua) Wilayah Kabupaten/Kota atau lebih Dalam satu Wilayah Provinsi

b. Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika

1. Izin Angkutan Dalam Trayek ( AKAP );
2. Izin Operasi Angkutan Taksi/Tidak Dalam Trayek;
3. Surat Izin Perusahaan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (SIUP EMPU);
4. Surat Izin Perusahaan Jasa Penunjang; Bandara Udara / Penerbangan;
5. Surat Izin Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (SIUP – JPT);
6. Surat Izin Usaha Perusahaan Pelayaran Rakyat (SIUPPER);
7. Surat Persetujuan Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pelayaran Nasional / Angkutan Laut (SIUPAL);
8. Surat Izin Usaha Perusahaan Depo Peti Kemas (SIUP DPK);
9. Izin Pengoperasian Pelabuhan Khusus Regional;
10. Izin Kegiatan Pengerukan di Dalam DLKr/DLKp Pelabuhan Laut Regional;
11. Izin Reklamasi di Dalam DLKr/DLKp Pelabuhan Laut Regional;
12. Izin Usaha Perusahaan Angkutan laut Bagi Perusahaan Yang berdomisili dan Beroperasi Pada Lintas Pelabuhan Antar Kabupaten/Kota Dalam Wilayah Provinsi Setempat;
13. Izin Usaha Pelayaran Rakyat bagi Perusahaan Yang Berdomisili dan Beroperasi Pada Lintas Pelabuhan Antar Kabupaten/Kota Wilayah Kabupaten/Kota dalam Wilayah Provinsi Setempat, Pelabuhan Antar/Provinsi dan Internasional ( Lintas Batas );
14. Izin Usaha Tally di Pelabuhan;
15. Izin Usaha Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal;
16. Izin Usaha Ekspedisi/Freight Forwarder;
17. Izin Usaha Angkutan Perairan Pelabuhan;
18. Izin Usaha Penyewaan Peralatan Angkutan laut/ Peralatan Penunjang Angkutan Laut;
19. Izin BTS/Tower;
20. Izin TV Berlangganan;
21. Izin Lembaga Penyiaran;
22. Izin Warnet;
23. Izin Jasa Titipan;

c. Dinas Kelautan Dan Perikanan

1. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)
2. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)
3. Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan
4. Surat Izin Usaha Budidaya Pembenihan
5. Surat Izin Usaha Budidaya Pembesaran
6. Surat Izin Usaha Pengolahan Ikan

d. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Ukm

1. Izin Usaha Simpan Pinjam;
2. Surat Keterangan Terdaftar (SKT);
3. Permohonan Persetujuan Prinsip Industri;
4. Angka Pengenalan Importir Umum (API-U);
5. Angka Pengenalan Importir Produsen (API-P);
6. Rekomendasi Eksportir Terdaftar Kopi (ETK);
7. Rekomendasi Eksportir Terdaftar Rotan (ETR);
8. Rekomendasi Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK);
9. Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK);
10. Surat Keterangan Asal (SKA);

e. Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

1. Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA);
2. Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS);
3. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swata (LPTKS);

f. Dinas Kesehatan

1. Izin Cabang Penyalur Alat Kesehatan (PAK)
2. Rekomendasi Cabang Pedagang Besar Farmasi (PBF)
3. Izin Usaha Ikot (Industri Kecil Obat Tradisional)
4. Izin Mendirikan Rumah Sakit Kelas B
5. Izin Operasional Rumah Sakit Kelas B

g. Dinas Sosial

1. Rekomendasi Izin Undian Gratis Berhadiah (UGB).
2. Rekomendasi/Izin Pengumpulan Uang atau Barang (PUB)
3. Tanda Terdaftar bagi Organisasi Orsos/LSM/UKS yang bergerak di bidang kesejahteraan Sosial

h. Dinas Kehutanan

1. Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) kapasitas Produksi sampai dengan 2000 m3
2. Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) kapasitas Produksi 2000 m3/tahun sampai dengan 6000 m3/tahun
3. Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) pada Hutan Produksi Konversi yang telah dikonversi atau Tukar menukar Kawasan Hutan
4. Izin Perluasan Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IPIHHK)

i. Dinas Perkebunan

1. Izin Usaha Perkebunan (IUP)
2. Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B)
3. Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P)
4. Izin Persetujuan Perubahan Luas Lahan Jenis Tanaman
5. Izin Persetujuan Perubahan Kapasitas Pengolahan Hasil
6. Perubahan Kapasitas pengolahan Hasil
7. Izin Diversifikasi Usaha perkebunan.
8. Tanda Registrasi Usaha Perkebunan (TRUP)
9. Rekomendasi Tehnik Kesesuaian Lahan

j. Badan Lingkungan Hidup

1. Izin pengumpulan/Penyimpanan limbah B3 skala provinsi (kecuali Oli Bekas)

k. Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat

1. Rekomendasi Pemanfaatan Ruang Milik Jalan Untuk Pemasangan Utilitas Pada Ruas Jalan Nasional/Provinsi
2. Izin Prinsip Pemamfaatan Ruang

l. Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral

1. Izin Usaha Pertambangan (IUP)
2. Izin Pertambangan Rakyat (IPR)
3. Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP)
4. Izin Usaha pertambangan Operasi Produksi Khusus Untuk Pengangkutan dan Penjualan
5. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus Untuk Pengolahan dan Pemurnian
6. Izin Usaha Perusahaan Pengeboran Air Bawah Tanah/ ABT (SIPPAT)
7. Izin Pengelolaan dan Pengusahaan Air Tanah
8. Izin Usaha Penunjang Tenaga Listrik (IUPTL)
9. Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
10. Izin Operasi Instalasi
11. Izin Pemamfaatan Jaringan (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika)
12. Izin Pemamfaatan Langsung Panas Bumi
13. Izin Usaha Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel)
14. Surat Keterangan Terdaftar (SKT)

m. Dinas Pertanian Dan Peternakan

1. Izin pemasukan/pengeluaran Ternak Bibit/ Potong
2. Izin pemasukan/pengeluaran Ternak Kesayangan
3. Izin Pemasukan/Pengeluaran Bahan Asal Hewan (BAH) dan Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)
4. Izin Depo Obat Hewan
5. Sertifikasi Produk Prima 3 dan Prima 2.

TABULASI DATA BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA dan PMDN PROVINSI SULAWESI BARAT
Peta Provinsi Sulawesi Barat
Kontak Investasi :

Provinsi Sulawesi Barat

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI BARAT

Jalan Abdul Malik Pattana Endeng Rangas Kec. Mamuju Kab. Mamuju
Provinsi Sulawesi Barat
Telpon : 0426-2322065, e-mail : b.promosiptsp@gmail.com

Contact Person : H. Bahtiar HS, SE, MH
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP :
085399777762, 08114225900
Bau Mirsa Dai, S.Sos, M.Si
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal :
085298912304, 08114481894

Back to top
Go to bottom
iden
201306
TodayToday50
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3874
This_MonthThis_Month25125
All_DaysAll_Days201306

Free Joomla! template by L.THEME