Kabupaten Konawe

PROSPEK INDAH INVESTASI DI KONAWE
Peluang & Potensi Investasi

PROFIL

KERY SAIFUL KONGGOASA
BUPATI KONAWE

Kery Saiful Konggoasa Bupati Konawe 2 periode lahir di Kendari pada tanggal 19 Oktober 1966. Saat ini beliau tinggal di Desa Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Beliau pernah bekerja sebagai Staf Bank BTN di Jakarta (1988); Anggota DPRD Kabupaten Konawe (2004-2009); Ketua DPRD Kabupaten Konawe (2009-2014); Bupati Kabupaten Konawe (2013-2018 dan 2018-2023).

Pengalaman organisasi didapatkan dsebagai Pengurus DPW PAN Sulawesi Tenggara (2000-2005); Ketua DPD PAN Kabupaten Konawe (2005-2015); dan Ketua Harian DPW PAN Sulawesi Tenggara (2016 – 2021).

PROFIL PELUANG INVESTASI KABUPATEN KONAWE

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
DI KABUPATEN KONAWE
Next.......

Visi
““Konawe yang maju dan mandiri tahun 2023”

Misi

  1. 1. Menjadikan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan dan perikanan serta kawasan industri sebagai program utama pembangunan Konawe;
  2. 2. Menjadikan sektor infrastruktur, ekonomi dan lingkungan hidup serta kebudayaan sebagai program pendukung utama pembangunan konawe;
  3. 3. Menjadikan pembangunan birokrasi yang handal dan pelayanan publik yang efisien, efektif dan akuntabel sebagai program pendukung wajib;
  4. 4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas program jaminan sosial.
  5. VISI DAN MISI

GAMBARAN UMUM DAERAH

Kabupaten Konawe adalah salah satu dari 17 (tujuh belas) daerah otonom dalam lingkup wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Ibukota Unaaha berjarak 73 Km dari Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis Konawe terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa, melintang dari Utara ke Selatan antara 02045’ dan 04015’ LS, membujur dari Barat ke Timur antara 121015’ dan 123030’ BT, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Konawe Utara, di sebelah Utara; Kabupaten Konawe Selatan di sebelah Selatan; Laut Banda, Laut Maluku dan Kota Kendari di sebelah Timur; serta Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Kolaka di sebelah Barat. Kabupaten Konawe memiliki luas daratan sebesar 5.798,94 Km2 atau 10,87% dari total luas daratan Provinsi Sulawesi Tenggara. Luas wilayah perairan lautnya lebih kurang 1.960 Km2 dengan panjang garis pantai sekitar 295 km. Selain itu terdapat pula pulau-pulau kecil yakni Pulau Bokori, Pulau Saponda Laut dan Pulau Saponda Darat. Wilayah Kabupaten Konawe terdiri dari 29 Kecamatan, 57 Kelurahan dan 291 Desa.

Topografi daratan Kabupaten Konawe pada umumnya bergunung dan berbukit yang diapit dataran rendah yang sangat potensial untuk pengembangan Sektor Pertanian. Dengan kondisi geografis Kabupaten Konawe yang heterogen dan masing-masing wilayah yang memiliki karakteristik berbeda memungkinkan berkembangnya sektor pertanian dalam arti luas. Di wilayah daratan subsektor pertanian tanaman pangan, subsektor peternakan dan subsektor perkebunan dapat menjadi sektor andalan bagi perekonomian masyarakat, sedangkan di wilayah laut dan garis pantai dimanfaatkan untuk pengembangan subsektor perikanan dan pengembangan wisata. Keadaan topografis Kabupaten Konawe berada pada garis ketinggian antara 10 – 400 meter diatas permukaan laut dan kemiringan antara 1,8 – 90 derajat dengan permukaan tanah pada umumnya bergunung dan berbukit yang diapit dataran rendah yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian, pertambangan dan industri.

Di Kabupaten Konawe dikenal dua musim yaitu musim penghujan (bulan November sampai dengan Maret) dan sekitar bulan April terjadi Pancaroba, Agustus sampai Oktober terjadi musim kemarau. Namun melihat fenomena yang ada bahwa sebagai akibat kondisi alam yang sering tidak menentu maka keadaan musim juga sering menyimpang dari kebiasaan. Pola Curah hujan tahunan di Kabupaten Konawe : 1) Antara 0 – 1.500 mm terdapat di bagian selatan (Kecamatan Puriala, Kecamatan Lambuya, Kecamatan Onembute) dan sedikit bagian tengah (Kecamatan Unaaha); 2) Antara 1.500 mm – 1.900 mm meliputi Kecamatan Lambuya, Kecamatan Soropia, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kecamatan Bondoala, Kecamatan Sampara, Kecamatan Wawotobi, dan sebagian Kecamatan Unaaha; 3) lebih dari 1900 mm terdapat di bagian tengah.

Kabupaten Konawe mempunyai beberapa sungai besar yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian, irigasi dan pembangkit tenaga listrik seperti Sungai Konaweeha, Sungai Lalindu dan Sungai Lahumbuti. Dua sungai telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Konawe sebagai sumber irigasi sawah dimana untuk Sungai Konaweeha yang memiliki debit air cukup besar yakni ± 200 M³/detik telah dibangun Bendung Wawotobi yang mampu mengairi sawah seluas ± 18.000 Hektar dan Sungai Lahambuti telah dibangun Bendung Walay. Sementara untuk Sungai Lalindu masih belum termanfaatkan. Selain itu terdapat pula Rawa Aopa yang potensial untuk pengembangan usaha perikanan darat. Disamping sungaisungai besar terdapat potensi sungai-sungai kecil lainnya yang saat ini juga sudah dimanfaatkan untuk pengairan sawah.

Penduduk Kabupaten Konawe berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 244.324 jiwa yang terdiri atas 125.211 lakithe laki dan 119.113 perempuan (rasio: 105,1), laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,63%, kepadatan 42 jiwa/km2. Jumlah Angkatan Kerja: 116.484 orang (bekerja: 114.224 orang dan pengangguran: 2.260 orang); Jumlah Non-Angkatan Kerja: 47.969 orang (bersekolah: 14.290 orang; Mengurus Rumah Tangga: 30.334 orang; dan Lainnya: 3.345 orang). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja: 0,98, dan Tingkat Pengangguran Terbuka: 0,02.

PELUANG INVESTASI

Sektor Perumahan

Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas rumah layak huni, pemerintah daerah mendorong beberapa pengembang perumahan untuk berinvestasi di Kabupaten Konawe dan hingga kini telah hadir beberapa Kawasan Perumahan antara lain BTN Satria Nusantara Sultra, BTN Konawe, BTN Idaman Indah, BTN Puosu, BTN Buana Bunggasi, Perumahan Tumpas Residence I dan II, Perumahan Green Land, Perumahan Griya Sakinah dan BTN Anova Garden.

Peluang Investasi: Pembangunan Perumahan dan Peningkatan kualitas perumahan.

Sektor Kesehatan

Sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Konawe terdiri dari 1 buah rumah sakit dengan kapasitas 108 tempat tidur, tersedia pula 24 unit Puskesmas, 346 unit Posyandu, 86 unit Poskesdes, 75 unit Polindes, 55 unit Posbindu, 2 buah Laboratorium, 2 buah Rumah Sakit Swasta, 12 buah Apotik, 8 buah toko obat dan 2 buah Toko Alat Kesehatan. Tenaga kesehatan yang ada meliputi 27 Dokter Spesialis, 46 Dokter Umum, 24 Dokter Gigi, 606 Bidan dan 716 Perawat dan 17 Perawat Gigi, serta 36 Tenaga Teknis Kefarmasian, 20 Apoteker, 101 tenaga Kesehatan Masyarakat, 2 tenaga Kesehatan Lingkungan dan 4 tenaga Gizi.

Peluang Investasi: a. Pembangunan Sarana Kesehatan; b. Peningkatan Kualitas Obat-obatan; c. Peningkatan Kualitas Alat-Alat Kesehatan; d. Pembangunan Laboratorium; dan e. Penambahan Apotik dan Tenaga Dokter Spesialis.

Sektor Pendidikan

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan. Pendidikan dimaksudkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pengembangan kompetensi individu. Kompetensi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong peningkatan pendapatan yang juga seiring dengan tersedianya sarana pendidikan. Sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Konawe terdiri dari 271 SD Negeri, 5 SD Swasta dan 19 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 62 SMP Negeri, 3 SMP Swasta dan 19 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 23 SMA Negeri, 5 SMA Swasta dan 12 Madrasah Aliyah (MA); 6 SMK Negeri dan 5 SMK Swasta, 2 SLB Negeri dan 4 SLB Swasta, 2 Akademi dan 2 Universitas.

Peluang Investasi: a. Pembangunan Sarana Pendidikan; b. Pembangunan Lembaga Pendidikan; c. Penambahan Fasilitas Pendidikan; dan d. Pembangunan Rumah Kos.

Sektor Perbankan, Koperasi dan Asuransi

Perbankan yang ada di Kabupaten Konawe terdiri dari Bank Pemerintah dan Bank Swasta. Bank pemerintah yang telah beroperasi di Kabupaten Konawe adalah : Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Pembangunan Daerah dan Bank Bahteramas. Sedangkan Bank Swasta yang kini telah beroperasi yaitu; Bank Muamalat, Bank Mandiri Mitra Usaha, Bank BTPN dan Bank Gandalata. Selain itu terdapat koperasi sejumlah 333 unit koperasi (46 unit KUD dan 287 non KUD) dan Asuransi terdiri dari Asuransi Jasa Raharja, Asuransi Bumi Putera, Asuransi Bumi Asih Jaya dan Asuransi Kesehatan.

Peluang Investasi: Peningkatan lembaga perbankan/ perkreditan dan Peningkatan kemitraan.

Sektor Pertanian Tanaman Pangan

Kabupaten Konawe merupakan sentra penghasil padi di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data produksi padi Kabupaten Konawe Tahun 2017 mencapai 231.725 ton atau ± 35,44% dari total produksi Sulawesi Tenggara. Pengembangan sektor pertanian tanaman pangan Kabupaten Konawe diprioritaskan pada pengembangan padi dan palawija terutama jagung dan kedelai.

Peluang Usaha Kemitraan: a. Kerjasama pemasaran; b. Industri pengolahan hasil; c. Pengembangan areal tanam; dan d. Industri agro input

Sektor Perkebunan

Pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Konawe sangat mendukung dengan potensi lahan seluas 182.020 Ha, yang terdiri dari lahan yang telah diusahakan 47.308 Ha dan yang masih bisa dikembangkan seluas 134.712 Ha.

Jenis komoditi yang dihasilkan meliputi : a. Kakao; Luas lahan 16.381,65 Ha; Produksi 7.302,2 Ton; Produktivitas 646,6 Kg/ Ha. b. Jambu Mete; Luas lahan 4.815 Ha; Produksi 1.424,8 Ton; Produktivitas 383,5 Kg/Ha; c. Kelapa Dalam; Luas lahan 3.025,5 Ha; Produksi 1.872,9 Ton; Produktivitas 1.149,7 Kg/Ha. d. Kelapa Hybrida; Luas lahan 349 Ha; Produksi 300,7 Ton; Produktivitas 1.445,8 Kg/Ha. e. Cengkeh; Luas lahan 386,4 Ha; Produksi 40,4 Ton; Produktivitas 194,1 Kg/Ha. f. Lada; Luas lahan 3.303 Ha; Produksi 1.061,8 Ton; Produktivitas 490,13 Kg/Ha; g. Kopi; Luas lahan 1.246,5 Ha; Produksi 0,0 Ton; Produktivitas 0,0 Kg/Ha. h. Panili; Luas lahan 4,5 Ha; Produksi 3,3 Ton; Produktivitas 625,5 Kg/Ha. i. Sagu; Luas lahan 1.662 Ha; Produksi 1.608,3 Ton; Produktivitas 1.433,3 Kg/Ha.

Peluang Investasi: a. Pengembangan tanaman kelapa sawit; b. Pengembangan tanaman kakao; c. Pengolahan buah kelapa; dan d. Pengolahan hasil Perkebunan.

Sektor Peternakan

Peluang Investasi: a. Pengembangan ternak sapi potong; b. Pengembangan ayam ras; c. Pengembangan alsin peternakan; d. Penyediaan pakan ternak; e. Pengembangan ternak kambing; dan f. Lebah madu.

Sektor Perikanan

Pengembangan Sektor Perikanan mempunyai prospek yang cukup baik di Kabupaten Konawe. Ada 3 kecamatan yang merupakan wilayah pesisir dengan areal penangkapan ikan yang luas dan didukung dengan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Soropia yang telah dilengkapi dengan SPDN, koperasi nelayan, pabrik es dan pabrik pengolahan hasil perikanan. Potensi pengembangan tambak seluas 5.011 Ha, potensi budidaya air tawar (kolam) 2.475 Ha (termanfaatkan 658 Ha) dan potensi budidaya laut 540 Ha (termanfaatkan 112 Ha).

Peluang Investasi: a. Budidaya Mutiara; b. Budidaya ikan kerapu; c. Peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan; d. Pengolahan hasil perikanan; e. Pengolahan rumput laut; dan f. Budidaya udang vanamae dan windu.

Sektor Kehutanan

Luas kawasan hutan Kabupaten Konawe berdasarkan fungsi: 1) Hutan Suaka Alam dan Pelestarian Alam; potensi kawasan 13.264,71 Ha; 2) Hutan Lindung; potensi kawasan 183.059,84 Ha; 3) Hutan Produksi: a. Hutan Produksi Terbatas; potensi kawasan 91.355,08 Ha; b. Hutan Produksi Tetap; potensi kawasan 51.188,84 Ha; c. Hutan Produksi yang dapat dikonversi; potensi kawasan 3.787,79 Ha. Produksi hasil hutan Kabupaten Konawe: 1) Kayu Bulat: a. Produksi Meranti 1.246,19 M3; b. Produksi Kayu Rimba campuran 6.018,84 M3; 3) Produksi Rotan Bulatan (asalan) 140 Ton; dan 4) Produksi Getah Pinus 131,11 Ton.

Peluang Investasi: Pengolahan rotan dan hasil hutan lainnya.

Sektor Pertambangan Dan Energi Potensi Kawasan Pertambangan

Potensi Mineral Logam: Nikel, Laterit, Besi, Kromit, Kobalt dan Emas (Kecamatan Routa, Puriala, Pondidaha, Amonggedo, Besulutu dan Latoma).
WPN : Kawasan lindung dengan cadangan tambang berupa nikel (Kecamatan Routa, Puriala dan Pondidaha). Peluang Investasi: a. Eksplorasi/eksploitasi tambang nikel, emas, kromit, pasir kuarsa, batu gamping, mangan, batu asbak, kuarsit, kalsit dan dolomite; b. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi; dan c. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Sektor Industri Dan Perdagangan

Potensi Kawasan Industri (RTRW Kab. Konawe)
a. Industri Besar:
1. Kawasan industri rotan dan kayu (Kec. Anggaberi); dan
2. Kawasan industri (Puriala, Pondidaha, Bondoala, Kapoiala dan Amonggedo).
b. Industri Pengolahan Hasil
Pertanian Tanaman Pangan: 1. Industri pengolahan kedelai (Kec. Unaaha, Lambuya, Uepai, Wawotobi dan Tonguna);
2. Industri pengolahan sagu (Kec. Unaaha, Sampara); dan
3. Industri pengolahan padi (Kec. Sampara, Amonggedo, Pondidaha, Wonggeduku, Meluhu, Anggaberi, Unaaha, Konawe, Wawotobi, Lambuya, Abuki dan Asinua).
c. Industri Pengolahan Hasil Perkebunan:
1. Industri pengolahan kakao (Kec. Unaaha dan Wawotobi);
2. Industri pengolahan kopi (Kec. Unaaha, Sampara dan Amonggedo);
3. Pembuatan Minyak kelapa (Kec. Tongauna, Kapoiala, Latoma, Wawotobi, dan Lambuya).
d. Industri Pengolahan Hasil Laut dan Perikanan:
1. Industri pengolahan rumput laut (Kec. Kapoiala, Lalonggasumeeto dan Soropia);
2. Industri makanan olahan ikan (Kec. Sampara);
3. Industri pembekuan ikan (Kec. Soropia); dan
4. Industri pembuatan garam (Kec. Lalonggasumeeto).
e. Industri Pemanfaatan Hasil Hutan:
1. Industri penggergajian kayu dan kayu olahan (Kec. Unaaha, Sampara, Oembute, Lambuya, Uepai, Wonggeduku, Kapoiala, Bondoala, Konawe, Wawotobi, Abuki, Routa, Amonggedo, Besulutu, Tongauna dan Lalonggasumeeto);
2. Industri meubel kayu (Kec. Unaaha, Wawotobi, Konawe, dan Pondidaha);
3. Industri pengawetan dan pengolahan rota (Kec. Unaaha, Uepai, Latoma, Puriala, Soropia, Onembute, Anggaberi, Sampara, Tongauna, Abuki, Konawe, Routa, Besulutu, Amonggedo dan Lambuya).
f. Industri Pemanfaatan Hasil Pertambangan:
1. Pengolahan batu pecah (Split), Pengolahan/pengambilan pasir dan kerikil, Industri pengolahan tanah liat (Kec. Pondidaha, Onembute dan Besulutu), pengolahan batu kapur.
g. Industri Pengolahan Hasil Peternakan:
1. Industri penggilingan daging;
2. Industri ternak unggas; dan
3. Industri ternak sapi potong.

Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata merupakan salah satu sumber devisa negara dan secara khusus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Adapun potensi objek wisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Konawe : a. Wisata Alam Laut/Bahari; Pantai Bokori, Pantai Toronipa, Gugusan pulau-pulau (Pulau Bokori, Saponda darat saponda Laut), Pantai Batu Gong, Taman Wisata perairan pada Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Prov. Sultra; b. Wisata Alam Pegunungan/Hutan; Air Terjun Larowiu, Air Terjun Anawai, Air Terjun Kumapodahu dan Air Terjun Rukuo; c. Wisata Sejarah dan Budaya; Wisata Sejarah Kawasan Cagar Budaya, pesta adat, pesta panen, antraksi tarian, musik tradisional, atraksi seni budaya tari dan upacara adat; d. Wisata Buatan; Kolam air panas Sonai, taman kota dan alun-alun.

Peluang Investasi: a. Pengelolaan obyek wisata; b. Pembangunan hotel dan rumah makan; c. Pembangunan sarana rekreasi/hiburan; dan d. Pembangunan biro travel dan wisata.

Kawasan Industri Konawe

Kawasan Industri Konawe merupakan kawasan industri strategis nasional yang terletak di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe. Kawasan Industri Konawe sebagai salah satu dari tujuh kawasan industri nasional yang menjadi prioritas pengembangan dari pemerintah pusat memiliki potensi kawasan seluas 5.500 Ha. Izin Lokasi pengelolaan kawasan telah dikeluarkan kepada PT. Virtue Dragon Nickel Industrial Park seluas 2.253 Ha dengan rincian pemanfaatannya sebagai berikut:

INFRASTRUKTUR PENDUKUNG INVESTASI

Jalan Raya

Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang mendukung kelancaran kegiatan perekonomian, mobilitas penduduk dan memperlancar perdagangan antar daerah. Pada tahun 2017 panjang jalan di Kabupaten Konawe adalah 1.056,56 Km yang terdiri jalan Negara 91 Km (8,61%), jalan Provinsi 154,58 Km (14,63%) dan jalan Kabupaten 810,98 Km (76,76%), kemudian jenis permukaan terdiri dari jalan aspal 609,55 Km, jalan kerikil 431,74 Km dan jalan tanah 15,27 Km.

Angkutan Darat

Sarana angkutan darat di Kabupaten Konawe baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor memegang peranan yang sangat penting. Hal ini mengingat keadaan geografis Kabupaten Konawe yang memiliki daratan yang cukup luas, sehingga sangat membutuhkan sarana angkutan jalan dalam memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar arus perdagangan antar kantong-kantong produksi dengan daerah konsumen

Transportasi Udara

Untuk sementara di Kabupaten Konawe belum ada lapangan udara sehingga jasa penerbangan yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Konawe adalah melalui Bandara Haluoleo yang terletak di Kecamatan Ranomeeto wilayah Kabupaten Konawe Selatan ± 25 Km dari Kota Kendari. Saat ini Bandara Haluoleo merupakan Bandar Udara terbesar yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat ini dilayani oleh beberapa maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air dan Batik Air dengan Jadwal penerbangan setiap hari.

Pos dan Telekomunikasi

Kantor Pos yang ada di Kabupaten Konawe sebanyak 7 cabang. Pos Keliling Desa 5 unit dan Bis Surat 4 Unit. Kapasitas sentral telepon otomatis sebanyak 1.970 saluran, sementara sambungan induk 1.674 saluran. Selain itu di Kabupaten Konawe juga telah terjangkau oleh jaringan telepon seluler (HP), jaringan internet, media cetak dan beberapa layanan pengiriman paket swasta seperti PCP, TiKi dan JNE.

TABULASI DATA POTENSI DAN PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA DAN PMDN KABUPATEN KONAWE
Peta Kabupaten Konawe
Kontak Investasi :

KABUPATEN KONAWE

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KONAWE

Jl. Sao-Sao No. 28 Kel. Inolobunggadue Kec. Unaaha,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia 93416
Telp/Fax: (0408) 2421761
Kontak Person :
1. Bpk. Akhmad Bahri, S.T. / Kabid Penanaman Modal/ 0821 9061 1149

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME