Kabupaten Bangka Tengah

PROSPEK INDAH INVESTASI DI BANGKA TENGAH
Peluang & Potensi Investasi

SAMBUTAN

Dr. Ir. H. IBNU SALEH, M.M.
BUPATI BANGKA TENGAH

Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM pada tanggal 27 Juli 2017, beliau resmi dilantik oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sebagai Bupati Bangka Tengah untuk sisa jabatannya di periode 2017 - 2021. Beliau lahir di Prabumulih pada tanggal 08 Oktober 1961, anak pertama dari 5 bersaudara, dari Bapak Achmad Basri dan Ibu Ana. Beliau tinggal di Komplek Perumahan Pemda Bangka Tengah bersama dengan isterinya (Hj. Iriani Melita, BSc.) dan 4 orang anak (Dr. Indah Kencana, Jakara Akbar, S. STP., Pramana Taqwa dan Insan Safa Pratama). Beliau gemar membaca dan selalu ingin mencari tahu, serta aktif mengikuti berbagai macam organisasi.

Pendidikan yang diterima beliau adalah sejak SD (di Desa Teru dan menamatkannya di Prabumulih), SMP (Prabumulih), STM-Listrik (di Pangkalpinang) dan SMA (Pangkalpinang, Jurusan IPA). Pendidikan Tinggi dilalui di Universitas Lampung (UNILA) Fakultas Pertanian, kemudian gelar S-2 (Managemen Pemasaran) didapatkannya di IBEK Jakarta dan S3 beliau peroleh di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cilandak (Cumlaude tahun 2017).

Berbagai organisasi pernah beliau ikuti yang menempa beliau dengan berbagai pengalaman baik Sosial maupun Politik. Sedangkan karier dalam pekerjaan juga dilalui dalam berbagai bidang, baik sebagai Guru, Kepala Sekolah, Dosen (non-PNS) dan berbagai jabatan penting semasa beliau menjadi PNS, sebelum kemudian menjadi Wakil Bupati Bangka Tengah (2016) dan Bupati Bangka Tengah Periode 2016-2021, serta Ketua Partai Nasional Demokrat (NASDEM) Kabupaten Bangka Tengah.

Banyak Piagam yang pernah beliau terima dari beberapa lembaga yang menunjukkan kepiawaian beliau dalam berkiprah di berbagai bidang, baik Sosial maupun Politik.

ELLY IRSYAH, SH.
PENGANTAR KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL, PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU DAN TENAGA KERJA KABUPATEN BANGKA TENGAH

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya sehingga kita dapat menyelesaikan penyusunan buku berjudul “Gema Investasi di Negeri Selawang Segantang” ini. Buku ini dimaksudkan sebagai informasi dan promosi investasi di Kabupaten Bangka Tengah yang memuat sekilas tentang kondisi Kabupaten Bangka Tengah berikut potensi dan peluang investasi yang ada.

Kabupaten Bangka Tengah memiliki potensi terpendam yang sangat menjanjikan dengan kekayaannya di bidang Perkebunan, Kehutanan, Peternakan, Perikanan dan Kelautan. Demikian juga dengan industri UKM yang dikembangkan di lingkup kecamatan Kabupaten Bangka Tengah; industri sedang yang direncanakan di beberapa desa dan industri besar di Kecamatan Lubukbesar. Tidak hanya itu, Sektor Pariwisata sebagai salah satu sektor yang akan menjadi andalan Kabupaten Bangka Tengah juga menjadi salah satu sektor yang akan dikembangkan di wilayah ini. Rencana pengembangan Pariwisata dengan mengikuti Konsep Pengembangan 3-A (Access, Accomodation, Attraction) diterapkan sebagai dasar pengembangan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bangka Tengah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bangka Tengah yang telah memberikan kepercayaan atas penyusunan, penerbitan dan pendistribusian buku ini. Juga terima kasih kami sampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu kami dalam menyusun dan mempersiapkan buku ini.

Semoga buku “Gema Investasi di Negeri Selawang Segantang” ini bermanfaat sebagai bahan informasi dan promosi bagi para Wisatawan dan Investor baik dari dalam maupun dari luar wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

Terima kasih.

GEMA INVESTASI DI NEGERI SELAWANG SEGANTANG
(KABUPATEN BANGKA TENGAH)

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
DI KABUPATEN BANGKA TENGAH
Next.......

Visi
“Terwujudnya Negeri Selawang Segantang yang sejahtera melalui pemerintahan yang amanah, bersih, berwibawa, berbasis IPTEK dan IMTAQ, berorientasi ekonomi masyarakat serta berwawasan lingkungan”.

Misi

  1. 1. Meningkatkan pengelolaan potensi sumber daya alam secara arif dan bijaksana melalui penguasaan dan pengembangan IPTEK dan IMTAQ yang berorientasi kepada ekonomi masyarakat,
  2. 2. Menciptakan situasi politik dan keamanan yang kondusif untuk memacu iklim usaha dan penanaman modal,
  3. 3. Meningkatkan sarana dan prasarana untuk memacu percepatan pelaksanaan pembangunan,
  4. 4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
  5. 5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan terbuka.
  6. VISI DAN MISI

GAMBARAN UMUM DAERAH

Letak, Luas dan Batas Wilayah:

Kabupaten Bangka Tengah dibentuk pada tanggal 25 Februari 2003 berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003, berada pada posisi astronomis: 105°48’ – 106°51’ Bujur Timur dan 2°11’ – 2°46’ Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Bangka Tengah yang beribukota di Koba ini terletak di Pulau Bangka. Secara administratif wilayah Kabupaten Bangka Tengah berbatasan dengan Selat Bangka di sebelah Barat; Laut Cina Selatan di sebelah Timur; Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang di sebelah Utara; dan Kabupaten Bangka Selatan di sebelah Selatan. Wilayah Kabupaten Bangka Tengah memiliki luas lebih kurang 2.280,14 Km2, dengan luas lautan 1.977,73 km2, terbagi menjadi enam kecamatan: Kecamatan Koba, Pangkalanbaru, Sungaiselan, Simpangkatis, Namang dan Lubukbesar. Kecamatan tersebut dibagi dalam 7 Kelurahan dan 56 Desa serta 121 dusun, 62 Rukun Warga dan 692 Rukun Tetangga. Kabupaten ini dikelilingi oleh 12 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai ± 195 km.

Topografi, Hidrografi dan Iklim

Tanah di daerah Kabupaten Bangka Tengah mempunyai pH ratarata di bawah 5, di dalamnya mengandung mineral biji timah dan bahan galian lainnya seperti: pasir kwarsa, kaolin, batu gunung dan lain-lain. Bentuk dan keadaan tanahnya adalah sebagai berikut: 4% berbukit seperti Bukit Mangkol dengan ketinggian sekitar 395 meter. Jenis tanah perbukitan tersebut adalah komplek podsolik coklat kekuning-kuningan dan litosol berasal dari batu plutonik masam; 51% berombak dan bergelombang, tanahnya berjenis asosiasi podsolik coklat kekuning-kuningan dengan bahan induk komplek batu pasir kwarsit dan batuan plutonik masam; 20% lembah/datar sampai berombak, jenis tanahnya asosiasi podsolik berasal dari komplek batu pasir dan kwarsit; 5% rawa dan bencah/datar dengan jenis tanahnya Asosiasi Alluvial hidromotif dan glei humus serta regosol kelabu muda berasal dari endapan pasir dan tanah liat.
Pada umumnya sungai-sungai di daerah Kabupaten Bangka Tengah berhulu di daerah perbukitan dan pegunungan dan bermuara di pantai laut. Sungai-sungai yang terdapat di daerah Kabupaten Bangka Tengah adalah: Sungai Kurau, Sungai Selan, Sungai Buak, Sungai Bemban dan lain-lain. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi dan belum bermanfaat untuk pertanian dan perikanan karena para nelayan lebih cenderung mencari ikan ke laut. Kabupaten Bangka Tengah tidak memiliki danau alam, hanya ada bekas penambangan bijih timah yang luas dan hingga menjadikannya seperti danau buatan yang disebut Kulong.

Curah hujan maksimum pada tahun 2016 antara 21,50 mm dan 183,90 mm dengan hari hujan antara 17 dan 25 hari. Suhu udara berkisar antara 26,600 dan 27,800C, kecepatan angin antara 7,60 dan 20,00 knots, dengan penyinaran matahari antara 24,90% dan 57,10%. Kelembaban udara tercatat antara 61% dan 70% (minimum) dan 94% dan 97% (maksimum), dengan tekanan udara antara 1.009,20 dan 1.011,30 mb.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Bangka Tengah (data 2017) tercatat sebanyak 177.335 jiwa terdiri dari 91.878 laki-laki dan 85.457 wanita (rasio: 107,5). Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun sebelumnya (2016) sebesar 174.378 jiwa (83.864 wanita dan 90.414 laki-laki) terjadi laju pertumbuhan sebesar 1,7%. Kepadatan penduduk Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2017 adalah sebesar 59 jiwa/km2.

Berdasarkan data BPS (Kabupaten Bangka Tengah Dalam Angka 2017), jumlah Angkatan Kerja sebesar 85.602 jiwa (79.971 jiwa yang bekerja; 5.631 jiwa pengangguran terbuka), sedangkan jumlah non-Angkatan Kerja adalah 43.162 jiwa (9.145 jiwa bersekolah; 30.864 jiwa mengurus rumah-tangga; dan 3.153 jiwa berkegiatan lain-lain). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 66,48% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,58%. Indeks Pembangunan Manusia: 68,76.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Data PDRB tahun 2017 menunjukkan bahwa angka PRDB masih didominasi oleh Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yaitu sebesar (15,69%), disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (15,34%), Sektor Transportasi dan Pergudangan (10,63%) dan Sektor Konstruksi (10,36%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

11 Tempat Penitipan Anak (TPA); 66 Kelompok Bermain; 64 PAUD; 38 Satuan PAUD Sejenis (SPS); 62 Taman Kanak-Kanak (TK); 95 Sekolah Dasar (SD); 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 5 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 7 Sekolah Menengah Atas (SMA); dan 4 Madrasah Aliyah (MA); serta 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kesehatan

1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan 88 tempat-tidur; 8 Puskesmas, 20 Pustu, dan 136 Posyandu; 13 Apotik serta 1 Pedagang Besar Farmasi; 81 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 64 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD).
Tenaga Kesehatan: 60 Tenaga Medis, 231 Perawat, 16 Perawat Gigi, 154 tenaga Kebidanan, 11 Apoteker, 21 Tenaga Kefarmasian, 26 tenaga Kesehatan Masyarakat, 19 tenaga Kesehatan Lingkungan, 19 tenaga Gizi, 3 tenaga Keterapian, 53 Teknisi Medis dan 17 tenaga Kesehatan lainnya.
Puskesmas: 29 Dokter Umum dan 8 Dokter Gigi; Rumah Sakit: 7 dokter Spesialis, 15 Dokter Umum dan 1 Dokter Gigi.

Agama

151.705 orang beragama Islam (112 masjid dan 141 musolah); 4.542 orang beragama Protestan; 4.570 orang beragama Katholik (22 gereja Protestan dan Katholik); 43 orang beragama Hindu; 6.893 orang beragama Buddha (7 Vihara); 6.603 orang beragama Konghuchu (15 klenteng) dan 22 orang dengan kepercayaan lain.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Pertanian Tanaman Pangan

Luas panen padi sawah: 101 ha (produksi: 291,75 ton); dan padi ladang: 294 ha (559 ton); Jagung (76,41 ha; produksi 396,24ton); Ubi kayu (192,75 ha; 2.982 ton); ubi jalar (30,80 ha; 200,55 ton); kacang tanah (21,35 ha, 54,08 ton); dan talas (31,50 ha; 73,40 ton).

Pertanian Hortikultura

Biofarmaka: 74,652 ton; Buah-Buahan: 415 ha luas panen buah-buahan dengan produksi 2.146 ton (durian, nenas, pisang, jeruk keprok siyem, papaya, dan mangga). Luas panen sayuran: 249,66 ha dengan produksi 1.085,44 ton (cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daun bawang, kacang panjang, tomat, terung, buncis, ketimun, kangkung, bayam, dan petsai).

Perkebunan

Karet (luas panen: 8.319,89 ha; produksi: 8.004,42 ton), kelapa (711,03 ha; 313,41 ton), kopi (9,55 ha; 3,06 ton), kelapa sawit (7.954,81 ha; 17.249 ton), lada (3.210,81 ha; 2.115,07 ton), kakao (97,70 ha ha; 46,12 ton), pinang (17,60 ha; 5,04 ton); kemiri (24,94 ha; 1,71 ton), aren (45,59 ha; 7,68 ton), dan jambu monyet (8,65 ha; 1,06 ton). Terdapat 11 Perusahaan Besar Perkebunan Kelapa Sawit.

Kehutanan

Luas hutan: 129.206,79 ha (hutan lindung: 32.349,78 ha; hutan produksi tetap: 90.847,62 ha; hutan suaka alam dan pelestarian alam: 6.009,40 ha). Jumlah tanaman Gaharu: 363.065 batang.

Peternakan

3.414 sapi, 6 kerbau, 11 kuda, 422 kambing, 30 domba dan 2.382 babi; serta 353.911 ayam buras, 2.000 ayam petelur, 469.079 ayam pedaging dan 2.614 itik..

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Tangkap: 23.606,50 ton; Produksi Perikanan Budidaya: 1.428 ton (luas areal: 21,39 ha).

Pertambangan

Produksi Bijih Timah: 660,93 ton, produksi Logam timah: 589,11 ton.

Perindustrian dan Perdaganagan

8 Perusahaan Besar/Sedang dengan 659 orang tenaga kerja; Perusahaan Menengah dan Kecil: 18 Industri Pangan; 1 Industri Kimia dan Bahan Bangunan; 2 Industri Logam, Mesin & Elektronika.

Energi

Listrik: 9.531 KW daya terpasang dengan 8 unit pembangkit; 8.600 daya mampu; 19.971 pelanggan.; Jumlah desa yang dialiri listrik: 63 desa/kelurahan. Air minum: 913 pelanggan; Air yang disalurkan: 166.033 m3.

Transportasi

Panjang Jalan: 588,76 km (67,78 jalan Negara; 174,26 km jalan Provinsi, 346,72 jalan Kabupaten/Kota).
Bandara Depati Amir Pangkalpinang yang terletak di Kecamatan Pangkalanbaru, melayani perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air dan Sriwijaya Air tujuan Jakarta/Palembang/Tanjungpandan/ Batam.
Pelabuhan Sungaiselan, Pangkalan Pendaratan Ikan Kurau dan direncanakan pengembangan Pelabuhan Sungaiselan II.

Pariwisata

5 hotel dengan 510 kamar dan 672 tempat tidur serta 303 tenaga kerja. Jumlah wisatawan 83.324 orang (1.201 wisatawan asing dan 82.123 wisatawan domestik). Jumlah restoran/rumah makan: 114 unit.

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN BANGKA TENGAH?

Kabupaten ini memiliki potensi terpendam yang sangat menjanjikan, terutama di bidang Perkebunan, Kehutanan, Peternakan, Perikanan dan Kelautan. Komoditas unggulan sektor ini adalah: Lada, Gaharu, Jamur Pelawan, Madu Pelawan, udang, cumi, rajungan, tengiri, kakap merah, kuwe, kerapu dan bawal, budidaya rumput laut, udang Vannamei, teripang dan kerang.

Beberapa areal kawasan hutan produksi saat ini merupakan areal pemukiman penduduk, perkampungan dan kebun penduduk. Pemanfaatan kawasan hutan produksi yang selama ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bangka Tengah adalah penanaman kayu gaharu. Kawasan hutan produksi yang berupa semak-belukar atau berupa hutan jarang dapat ditanami dengan tanaman cepat tumbuh dari jenis tanaman industri seperti sengon, eucalyptus, gmelina dan akasia. Beberapa lokasi yang berupa hutan produksi juga dikonversi menjadi perkebunan dengan jenis tanaman kelapa sawit.

Kawasan industri UKM Kabupaten Bangka Tengah terdapat di kecamatan yang berada dalam lingkup Kabupaten Bangka Tengah, direncanakan seluas 5 (lima) Ha. Untuk kawasan industri sedang direncanakan di Desa Kayu Besi - Desa Bukit Kijang – Desa Air Mesu – Desa Tanjung Gunung seluas kurang lebih 287,57ha yang disertai dengan kawasan pergudangan di Pangkalanbaru sebagai penunjang kegiatan tersebut. Untuk industri besar terdapat di Kecamatan Lubukbesar seluas 8.481,57 Ha.

Rencana Pengembangan Pariwisata mengikuti Konsep pengembangan 3 A (Access, Accomodation, Attraction). Rencana pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Bangka Tengah dilakukan melalui pemanfaatan pantai berpasir putih yang indah sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing, penyediaan akses transportasi yang menghubungkan wilayah Bangka Tengah dengan destinasi wisata lain baik yang ada di dalam maupun luar negeri, kekayaan kuliner Kabupaten Bangka Tengah dapat menjadi atraksi menarik bagi para wisatawan. Kabupaten Bangka Tengah memiliki wisata yang menarik dimana hampir seluruh bagian Pulau ini mempunyai banyak pantai yang landai dan indah dengan pasir putihnya yang halus. Kondisi kepariwisataan di Kabupaten Bangka Tengah terdiri dari wisata alam pantai dan sungai, alam/pegunungan dan hutan. Di bidang Pariwisata, Kabupaten ini memiliki berbagai tempat wisata yang sangat menarik hati, misalnya: Hutan Mangrove Kurau, Kulong Biru, Pulau Nangka, Pulau Ketawai, Kulur Ilir, Pantai Terentang dan sebagainya, yang masih membutuhkan uluran tangan para Investor guna pengembangannya.

Pengembangan tanaman perkebunan akan diarahkan pada areal kawasan budidaya pertanian di Kabupaten Bangka Tengah. Jenis komoditas perkebunan yang dapat dikembangkan, dan tersebar di seluruh Kecamatan antara lain: karet, kelapa sawit, dan lada.

Sesuai dengan arahan rencana struktur ruang, maka kawasan perkotaan yang direncanakan di Kabupaten Bangka Tengah terdiri dari:

1.

Kawasan perkotaan di Kecamatan Pangkalanbaru yang berfungsi sebagai kesatuan wilayah perkotaan Pangkalpinang;

2

Kawasan perkotaan di Kecamatan Koba yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan (ibukota Kabupaten Bangka Tengah) dan jasa perdagangan;

3.

Kawasan perkotaan yang berfungsi sebagai ibukota Kecamatan untuk setiap Kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah.

Permukiman perdesaan di Kabupaten Bangka Tengah umumnya permukiman ini dihuni oleh para pemukim yang bermata pencaharian sebagai petani dan sudah lama menetap di desa tersebut. Permukiman perdesaan ini umumnya sederhana namun sudah cukup layak untuk dihuni.

Sektor Pertambangan saat ini memberikan kontribusi terbesar yaitu sekitar 20,78% (tahun 2014) terhadap total perekonomian. Di Kabupaten Bangka Tengah terdapat 1 (satu) perusahaan besar yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Timah (Persero) Tbk. Untuk ke depannya, potensi pertambangan akan mulai bergeser ke sektor lain seiring potensi ataupun sumber daya alam yang semakin berkurang.

Kawasan pengembangan Pertanian lahan basah di Kabupaten Bangka Tengah diarahkan pada kawasan yang memiliki kesesuaian lahan untuk pertanian lahan basah, berada di daerah dataran rendah, seperti pantai dan/atau daerah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS), serta memiliki potensi untuk dapat dilalui jaringan irigasi alam dan buatan. Kemudian setelah kriteria teknis tersebut dipenuhi, aspek berikutnya yang dipertimbangkan adalah ketersediaan lahannya. Lahan-lahan yang diutamakan adalah lahan-lahan yang sudah tidak berhutan atau bukan merupakan kawasan hutan. Khusus untuk lahan-lahan potensial yang berada di kawasan lindung, tidak dijadikan salah satu kawasan pengembangan. Kawasan peruntukan pertanian direncanakan di Kecamatan Koba (Desa Kurau Barat) dan Kecamatan Namang (Desa Belilik dan Desa Namang). Di Kecamatan Koba direncanakan seluas 0,88 Ha dan di Kecamatan Namang direncanakan seluas 161,73 Ha.

Sektor Pengembangan di masing-masing Kecamatan:

1. Kecamatan Koba

Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan dan Industri & Perdagangan.

2. Kecamatan Lubukbesar

Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, Industri & Perdagangan dan Kehutanan.

3. Kecamatan Sungaiselan

Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, dan Industri & Perdagangan.

4. Kecamatan Namang

Perkebunan, Peternakan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, Pertanian dan Kehutanan.

5. Kecamatan Pangkalanbaru

Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, dan Industri & Perdagangan.

6. Kecamatan Simpangkatis

Perkebunan, Peternakan, Pertambangan dan Pariwisata.

4. Kecamatan Namang

Perkebunan, Peternakan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, Pertanian dan Kehutanan.

OBYEK WISATA ANDALAN

1. Hutan Mangrove Kurau

Pengelolaan ekosistem mangrove berorientasi wisata berkelanjutan ini mengedepankan berjalannya fungsi-fungsi ekosistem mangrove, terpeliharanya keanekaragaman hayati di dalamnya dan kesejahteraan masyarakat lokalnya.

2. Kulong Biru

Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini adalah bekas penambangan timah yang berada di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Lahan bekas galian pasir timah yang terisi air hujan membentuk danau yang dikenal dengan nama “Kulong” atau “Camuy” bagi masyarakat Bangka Belitung. Air Danau yang jernih dan Biru serta tumpukan batu dan pasir sisa penambangan menjadikan lokasi wisata ini tempat yang menarik untuk berfoto.

3. Pulau Ketawai

Pulau Ketawai adalah salah satu pulau kecil kebanggaan masyarakat Bangka Tengah, Pulau Ketawai merupakan objek wisata yang berada di Kabupaten Bangka Tengah, dan menjadi salah satu tempat yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan baik dari Bangka Tengah sendiri maupun masyarakat luar.

4. Hutan Pelawan

Hutan Pelawan berlokasi di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Sesuai namanya, kawasan hutan ini didominasi oleh keberadaan pohon pelawan. Pohon berkayu merah yang disebut-sebut sebagai endemik Provinsi Bangka Belitung. Di kawasan hutan ini, tak hanya pemandangan alam yang disajikan. Warga setempat mencoba berbagai alternatif lain yakni dengan menawarkan wisata malam dan sengat lebah hutan. Yang unik saat memasuki Hutan Pelawan adalah menemukan pohon pelawan. Pohon ini digunakan oleh penduduk setempat sebagai tiang penyangga tempat merambat tumbuhan lada yang banyak tumbuh di Bangka. Tatkala kulit pohon pelawan terkelupas, maka batangnya berwarna merah.
Kelebihan lain Hutan Pelawan adalah keberadaan lebah yang menghasilkan madu pahit. Ini terjadi karena lebah-lebah tersebut mengisap serbuk bunga pohon pelawan, sehingga madu yang dihasilkan terbilang pahit yang menjadi produk khas Kabupaten Bangka Tengah. Satu keunikan lainnya lagi, di Hutan Pelawan inilah tumbuh subur jamur pelawan yang dijadikan santapan lezat saat makan bedulang alias makan bersama di saung Desa Namang. Tempat Wisata Hutan Pelawan ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Koba.

5. Pantai Tapak Antu

Dinamakan Tapak Antu (Tapak = Telapak; Antu = Hantu) dikarenakan di salah satu batuan granit di pinggir pantai Tapak Antu terdapat lubang yang berbentuk telapak kaki kanan. Pantai Tapak Antu memiliki persil area yang banyak ditumbuhi pohon bakau. Terdapat dermaga kayu diantara pepohonan bakau yang biasanya digunakan pada saat air pasang. Pantai ini memiliki pemandangan yang indah karena terdapat banyak formasi batu granit raksasa di sisi pantai.

6. Pulau Nangka

Pulau ini jika dibandingkan dengan pulau lain di Kabupaten Bangka Tengah lebih panjang 6 km. Terletak di Kecamatan Sungaiselan antara Pulau Bangka dan Pulau Sumatera.

7. Pulau Gelasa

Terletak di Desa Tanjung Berikat, pulau ini berjarak 33,42 km dari Tanjung Berikat dengan ekosistem terumbu karang merata, bebatuan yang terjal, pantai pasir putih dengan terumbu karang mengelilinginya sehingga cocok untuk wisata bahari.

8. Air Terjun Sadap

Tempat ini berada di Desa Perlang, masih alami dengan suasana alam yang natural memang senantiasa memanjakan mata dan jiwa kita yang terkadang lelah dalam menjalani pekerjaan, dalam suatu kesempatan, ketika jalan-jalan ke tempat Wisata Air Terjun di Pulau Bangka, tepatnya berada di bawah kaki bukit Pading di dusun Sadap desa Perlang

Kecamatan Lubuk Besar. Air terjun ini memiliki lebar 3 m dan panjang enam meter dengan kemiringan jatuhnya air sekitar 45 derajat ke dasar kolam di bawahnya. Jalan menuju lokasi memang agak terpencil dan memakan waktu kurang lebih 30 s/d 40 menit dari Desa Perlang menuju kaki bukit Pading, yang memanjang puluhan kilometer. Berjarak ± 7 km dari Kota Koba, ibukota kabupaten Bangka Tengah atau 75 km dari Pangkalpinang. Kawasan Air Terjun tersebut, merupakan salah satu tujuan wisata alternatif yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama para muda mudi di Pulau Bangka. Bahkan telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebagai salah satu tujuan wisata dan dimasukkan dalam peta wisata daerah.

9. Pantai Tanjung Berikat

Untaian pasir putih yang menghampar dan bebatuan di sepanjang pantai berlaut biru nan jernih tentu akan menghangatkan pandangan mata kita. Apalagi air laut tersebut jernih hingga tembus ke dasarnya. Sekali-kali tampak pula ikan kecil berenang di antara batu – batu tersebut. Panorama pantai yang indah dan menawan tersebut banyak kita saksikan di sepanjang pulau Bangka. Seperti Pantai Tanjung berikat di Desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah – Provinsi Bangka Belitung. Lokasi yang berjarak sekitar 1-2 km dari Desa Batu Beriga atau 1 jam dari Koba dan 2 jam dari Kota Pangkalpinang, sering menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Desa Batu Beriga mempunyai potensi wisata pantai yang sangat besar untuk dikembangkan. Ditambah dengan adanya upacara adat pantai, yaitu Taber Laut (sedekah laut) atau Rebo Kasan bagi orang Bangka. Taber Laut merupakan upaya perwujudan syukur masyarakat yang pada umumnya nelayan atas dilimpahi hasil laut yang didapat dan dilaksanakan setiap tahun. Adat tersebut pada dasarnya hampir sama dengan di beberapa daerah lain di Indonesia.

TABULASI DATA BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)
PERTANIAN
PERKEBUNAN
PETERNAKAN
PERIKANAN/KELAUTAN
KEHUTANAN
PERINDUSTRIAN
PARIWISATA

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PERTANIAN

  • Pengembangan produksi padi dan palawija;
  • Pengembangan tanaman hortikultura (sayuran, buah-buahan dan biofarmaka).

 

Kabupaten Bangka Tengah

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PERKEBUNAN

  • Pengembangan Pupuk Organik dan Pengembangan Bibit Karet dan Lada Unggul;
  • Pemeliharaan Kebun Entres Kebun Karet, Kebun Sumber Benih Tanaman Karet dan Lada.

 

Kabupaten Bangka Tengah

Pemerintah Daerah

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PETERNAKAN

Pengembangan Produksi Peternakan

Kabupaten Bangka Tengah

Masyarakat

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PERIKANAN DAN KELAUTAN

  • Pengembangan Perikanan Tangkap di kawasan potensial (perairan Selat Bangka, Selat Gaspar, Laut Jawa dan Laut Cina Selatan);
  • Pengembangan Kawasan Minapolitan (di Desa Air Mesu, Tanjung Gunung dan Batu Berlubang; Kurau Barat dan Kurau Timur; Jelutung, Baskara Bhakti dan Namang);
  • Kawasan Industri Tertentu, Sedang dan Besar.
  • Pengembangan Budidaya Rumput Laut (580,63 ha); Budidaya Kerang Hijau (1.017,59 ha);
  • Pengembangan Budidaya Udang Vannamei (200 ha);
  • Pengembangan Budidaya Teripang (1 ha);
  • Tambak Garam

 

Perairan pantai Laut Kabupaten Bangka Tengah.

Pangkalanbaru, Koba dan Namang

Seluruh Kecamatan; Desa Tanjung Gunung, Kayu Besi dan Tanjung Pura; Kecamatan Lubuk Besar

Perairan laut Lubuk Besar, Koba dan Sungai Selan.

Perairan Muara Sungai Kelurahan Sungaiselan.

Perairan Laut Pulau Semujur dan Pulau Panjang.

Desa Batu Beriga

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

KEHUTANAN

  • Pengembangan Tanaman Gaharu dan Pengembangan Teh Gaharu;
  • Pengembangan Teknologi dan Pasca-Panen Gaharu;
  • Pemanfaatan Hutan Pelawan.

 

Kabupaten Bangka Tengah

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PERINDUSTRIAN

  • Pengembangan Industri Gaharu;
  • Pengembangan Industri Perikanan;
  • Pembangunan Industri Lada

 

  • Lubuk Besar, Simpang Katis, dan Namang
  • Pangkalanbaru, Koba dan Lubuk Besar
  • Sungaiselan, Simpang Katis, Koba dan Lubuk Besar.

 

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

PARIWISATA

  • Pengembangan Wisata Mangrove;
  • Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi;
  • Pembangunan Fasilitas Umum di Tempat-tempat Tujuan Wisata;
  • Restauran/Toko Souvenir /Tempat Peribadatan;
  • Pelatihan Pemandu Wisata.

 

Kurau Barat dan Kurau Timur. 

Danau Biru, Pulau Nangka, Pulau Ketawai, Kulur Ilir, Pantai Terentang,

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Peta Kabupaten Sabu Raijua
Kontak Investasi :

Kabupaten Bangka Tengah

DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU DAN TENAGA KERJA
KABUPATEN BANGKA TENGAH

Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Jl. Jaksa, No. 1 Koba,
Telp./Fax. (0718) 4222014, HP. 0852 7947 5455
Email: dinaspmptkbateng@gmail.com
Website: bangkatengahkab.sicantik.layanan.go.id

Back to top
Go to bottom
iden
190039
TodayToday641
YesterdayYesterday1220
This_WeekThis_Week1861
This_MonthThis_Month13858
All_DaysAll_Days190039

Free Joomla! template by L.THEME