Kabupaten Sabu Raijua

PROSPEK INDAH INVESTASI DI SABU RAIJUA
Peluang & Potensi Investasi

SAMBUTAN

Drs. NIKODEMUS N. RIHI HEKE, M.Si
BUPATI SABU RAIJUA

Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si saat ini adalah Bupati Sabu Raijua. Beliau dilantik pada tanggal 14 Pebruari 2019 untuk sisa masa jabatan 2016 – 2021.

Sabu Raijua yang dikenal dengan slogan “Pulau Sejuta Lontar” dan juga julukan lainnya adalah “Pulau Para Dewa” memiliki potensi yang besar dan menjanjikan karena wilayah Sabu Raijua adalah pulau-pulau kecil yang terdampar di samudera nan luas. Terhadap potensi laut yang ada, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berpeluang mengembangkan industri kemaritiman (kelautan) berbasis pengolahan hasil budidaya di laut, industri pengolahan air laut menjadi garam dan air bersih, industri elektrifikasi (kelistrikan) dengan memanfaatkan energi arus angin/gelombang laut, industri pariwisata bahari serta industri berbasis penangkapan.

Dengan Motto “Orang Sabu Juga Bisa” diharapkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Sabu Raijua dengan dukungan infrastruktur yang baik maka potensi yang ada akan berkembang dan memiliki nilai jual tinggi ketika diintegrasikan dengan wisata budaya, wisata alam dan wisata religi. Sedang misi Kabupaten Sabu Raijua yang berkaitan dengan investasi dan Penanaman Modal adalah “Terwujudnya pelayanan yang inovatif di bidang penanaman modal dan perizinan dalam rangka mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua yang maju, bermartabat dan sejahtera”.

Ir. CHARLES F. Y. MEYOKH..
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU (DPMPTSP), PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SABU RAIJUA

Mengawali sambutan ini, pada tempat yang pertama patutlah kita persembahkan Puji Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan karunianya kita masih diperkenankan berkarier dalam mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua.

Peningkatan investasi pada suatu wilayah akan dapat menciptakan peluang munculnya kegiatan-kegiatan usaha lain karena bekerjanya proses yang berpengaruh ganda (multiplier effect), sehingga ekonomi masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan (sustainable).

Mengingat pentingnya peran investasi dalam pencapaian visi, misi, dan sasaran pembangunan Kabupaten Sabu Raijua, maka Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua atas kepercayaan yang diberikan oleh bapak Bupati, menyiapkan, menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku berjudul “Potential and Investment Opportunities in Sabu Raijua Regency” ini.

Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku ini.

Semoga Bermanfaat!

PROSPEK INDAH INVESTASI DI SABU RAIJUA

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
DI KABUPATEN SABU RAIJUA
Next.......

Visi
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang hendak dicapai dalam periode tahun 2016-2021 adalah “Menjadikan Sabu Raijua Kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat”.

Misi
Guna mewujudkan Visi Kabupaten Sabu Raijua maka ditetapkan Misi Kabupaten Sabu Raijua 2016-2021 sebagai berikut:


  • 1. Menjadikan Sabu Raijua yang maju dan bermartabat sebagai beranda depan NKRI yang terbuka dan terkoneksi dengan berbagai pusat-pusat pertumbuhan guna menopang kemandirian ekonomi secara produktif, stabil, adil dan sustainable;

  • 2. Terus mengupayakan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan melalui sektor primer pertanian dan kemaritiman yang quick yielding (cepat menghasilkan), sektorsektor sekunder dan tersier lainnya yaitu pembangunan ekonomi dengan pendekatan “amphibi”, peningkatan pemeliharaan kesehatan dan pendidikan masyarakat;

  • 3. Mendorong dan memotifasi masyarakat berpartisipasi dalam seluruh aspek pembangunan hingga terwujudnya pembangunan yang inklusif yang bermuara pada peningkatan ekonomi keluarga serta kesejahteraan yang berkelanjutan;

  • 4. Penerapan ilmu pengetahuan akan teknologi dalam memaksimalkan berbagai sumber daya;

  • 5. Mewujudkan masyarakat Sabu Raijua yang maju, hidup berkualitas, adil dan sejahtera yang berlandaskan norma budaya dan hukum;

  • 6. Memaksimalkan pengawasan dan reformasi birokrasi secara profesional menuju aparatur yang profesional dan fasilitatif;
  • VISI DAN MISI

GAMBARAN UMUM DAERAH

Letak Geografis, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Sabu Raijua terletak antara 10025’7,12”-10049’45,83” Lintang Selatan dan antara 121016’10,78 - 12200’30,26” Bujur Timur dengan ibukota di Seba. Adapun batas-batas kabupaten ini adalah sebagai berikut: sebelah Utara, Timur dan Barat dengan Laut Sabu dan Selatan dengan Samudera Hindia.
Wilayah administrasi Kabupaten Sabu Raijua mencakup empat pulau yakni Sabu dan Raijua yang berpenghuni serta Wadu Mea dan Dana yang tidak berpenghuni. Menurut kecamatan, hingga tahun 2017 kabupaten ini terbagi atas 6 Kecamatan, dengan 58 Desa dan 5 Kelurahan serta 294 dusun, 484 RW dan 984 RT. Kecamatan tersebut adalah: Kecamatan Raijua, Sabu Barat, Hawu Mehara, Sabu Timur, Sabu Liae dan Sabu Tengah. Sabu Barat memiliki wilayah terluas yakni 40,21% dari total wilayah Kabupaten Sabu Raijua (460,47 km2).

Topografi, Iklim dan kesesuaian lahan

Rata-rata ketinggian wilayah-wilayah di Kabupaten Sabu Raijua berada pada adalah 0-100 meter di atas permukaan laut. Disamping itu, pada umumnya permukaan tanahnya berbukit-bukit dengan rata-rata kemiringan 450 dengan rincian sebagai berikut: 00 - 100 = 15%; 100 - 500 = 55%; dan 500 - 1000 = 30%. Jenis tanah yang dominan di wilayah Kabupaten Sabu Raijua adalah Alluvial, Grumosol, Litosol, dan Mediteran dengan tekstur tanah halus sampai kasar. Selain itu, terdapat juga gunung-gunung kapur yang terbentang di sepanjang kawasan kabupaten ini.
Secara umum, Kabupaten ini mengalami musim kemarau yang panjang dan curah hujan yang rendah. Pada tahun 2017, rata-rata temperatur udara di Sabu Raijua mencapai 28,50C. Temperatur tertinggi terjadi pada bulan November (33,40C) dan terendah pada bulan September (24,00C). Hampir sama dengan beberapa wilayah lain di NTT, Kabupaten Sabu Raijua juga mengalami curah dan hari hujan yang sedikit. Pada tahun 2017, curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember yakni 233,7 mm dengan hari hujan terbanyak yakni 26 hari. Sedangkan, pada bulan Agustus (0,1 mm) dan September (0,0 mm), tercatat hanya ada satu hari hujan. Kelembaban antara 71% dan 86%, tekanan udara antara 1009,1 mb dan 1014,4 mb, sedangkan kecepatan angina antara 4 dan 15 knot, presentase penyinaran matahari antara 46% dan 99%.

Demografi

Jumlah penduduk Sabu Raijua pada tahun 2017 sebanyak 91.512 jiwa dalam 22.059 kepala keluarga, terdiri dari 46.814 laki-laki dan 44.698 wanita dengan rasio jenis kelamin sebesar 105 dan kepadatan penduduk rata-rata 199 jiwa/km2. Jumlah Angkatan Kerja mencapai 72,61% bekerja dan 2,06% mencari pekerjaan. Sedangkan jumlah Non Angkatan Kerja tercatat 9,49% bersekolah, 12,38% mengurus rumah-tangga dan 3,46% lainnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 55,22.

Perekonomian

Struktur ekonomi Kabupaten Sabu Raijua hingga tahun 2017 masih didominasi oleh Sektor Pertanian yakni 32,34%. Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib merupakan kontributor tertinggi kedua dengan kontribusi 20,80%. Di urutan ketiga adalah Sektor Konstruksi dengan peranan sebesar 15,54%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua tahun 2017 melaju sebesar 5,11%. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 tersebut mendekati pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang dalam tiga tahun terakhir yang cenderung stabil pada kisaran 5%.

SARANA DAN PRASARANA

Pendidikan

15 Taman Kanak-Kanak (TK); 78 Sekolah Dasar (51 SD Negeri dan 27 SD Swasta); 23 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/SMP Negeri; dan 7 Sekolah Menengah Umum (6 SMU Negeri dan 1 SMU Swasta).

Kesehatan

Fasilitas Kesehatan: 1 Rumah Sakit, 6 Puskesmas, 55 Pustu, 6 Poskesdes dan 1 Polindes serta 7 Klinik Keluarga Berencana (KKB). Tenaga Kesehatan tercatat: 15 dokter Umum, 1 dokter Gigi, 158 Perawat Umum, 19 Perawat Gigi, 140 Bidan.

Agama

2,6% penduduk beragama Katolik (8 gereja); 96,7% beragama Protestan (148 gereja) dan 0,7% beragama Islam (1 masjid).

Transportasi dan Komunikasi

Bandara: Bandar Udara Tardamu. Pelabuhan: Pelabuhan Seba (Utama) dan Pelabuhan Biu.
Jalan Raya: 655,27 Km (45,27 km jalan Negara; 39 km jalan Provinsi dan 571 km jalan Kabupaten).
Alat transportasi darat yang tersedia: 14.223 roda-2; 217 roda-4; 297 roda-6; dan 10 roda-10.
Terdapat 2 kantor pos Pembantu, 55 pelanggan telpon.

Lembaga Keuangan

1 Unit BRI dan 3 unit Bank NTT; 39 Koperasi.

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI

Pertanian

Padi Sawah: luas panen 1.206 ha, produksi 5.141,5 ton; Padi Ladang: 35 ha, 97,6 ton; Jagung: 2.420 ha, 9.407,6 ton; Ubi kayu: 66 ha, 547,6 ton; Ubi jalar: 227 ha, 908 ton; Kacang tanah: 571 ha, 1.230,5 ton; Kacang hijau: 839 ha, 1.258,5 ton; Sorghum: 982 ha, 982 ton. Sayuran: Bawang merah: 276 ton, Sawi: 476 ton, Kacang Panjang: 37,9 ton; Cabai: 33,7 ton; Tomat: 88,7 ton; Terung: 33,6 ton; Buncis: 56,5 ton; Mentimun: 35,3 ton; Kangkung: 75 ton; dan Bayam: 87,6 ton. Buah-buahan: Jeruk: 5 ton; Pisang: 1.445 ton; Mangga: 1.608 ton; Pepaya: 2.018 ton; Nangka: 469,4 ton; Sirsak: 102,1 ton; dan Semangka: 359,7 ton.

Perkebunan

Kelapa: 1.838 ha, 860 ton; Kapuk: 71 ha, 21 ton; Pinang: 143 ha, 50 ton; Jambu Mete: 1.292 ha, 271 ton; Lontar: 1.177 ha, 247 ton; dan Tembakau: 19 ha, 4 ton.

Peternakan

5.392 sapi potong, 10.217 kerbau, 7.486 kuda, 49.097 kambing, 21.497 domba, dan 45.364 babi. Populasi Unggas; 294.492 ayam kampung dan 8.497 ayam ras.

Kehutanan

Luas Kawasan Hutan (Lindung): 9.899,98 ha.

Pertambangan dan Energi

Hasil tambang/galian: Pasir (15.658,67 m3); Sirtu (9.025,63 m3); Batu Glondong (11.731,35 m3); Batu karang (22.008,26 m3); Batu pecah (10.122,33 m3); Tanah urug (8.023,82 m3); Koral beton (445,01 m3); dan Batu kapur (32.392,68 m3).
Daya terpasang listrik di Kabupaten ini: 5.116,329 KVA; produksi: 5.532.488 KWh; listrik terjual: 5.351.953 KWh untuk 5.456 pelanggan. PDAM di Sabu Raijua memiliki 335 pelanggan, dengan jumlah air yang disalurkan: 39.548 m3.

Industri

257 industri dengan 1.850 tenaga kerja (4 industri besar dan sedang dengan 68 karyawan; 42 industri kecil dengan 380 karyawan; dan 211 industri kerajinan rumah-tangga dengan 1.402 karyawan)

Perdaganagan

Kabupaten ini memiliki 1 Perusahaan Besar, 97 perusahaan menengah dan 76 perusahaan kecil. Sarana Perdagangan: 8 Pasar.

Pariwisata

Kabupaten ini memiliki 40 Wisata Pantai. Kunjungan wisatawan: 500 Wisman dan 16.013 WisNus. Hotel: 1 hotel bintang-1 (20 kamar, 25 tempat tidur dan 12 karyawan); 7 Penginapan (59 kamar, 95 tempat tidur dan 6 karyawan). Rumah Makan: 13 restoran (538 meja, 229 kursi dan 28 karyawan).

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)

1. Prosedur perizinan investasi
2. Insentif Investasi

Mengingat pentingnya peran investasi dalam pencapaian visi, misi, dan sasaran pembangunan Kabupaten Sabu Raijua, dan pada sisi lain sebagai tindak lanjut dan amanah dari Perpres Nomor 16 tahun 2012, maka Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua telah mentapkan Peratiuran Bupati Nomor 36 Tahun 2017 tentan Rencana Umum Penanaman Modal Kabupaten (RUPMK) yang berguna sebagai kerangka acuan/arah kebijakan dalam pembangunan, khususnya pengembangan investasi di Kabupaten Sabu Raijua. Sebagai dukungan insentif investasi yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua adalah:

1)

Fasilitas penanaman modal dapat diberikan kepada penanaman modal yang melakukan peluasan usaha; atau melakukan penanaman modal baru.

2)

Bentuk fasilitas yang diberikan kepada penanaman modal dapat berupa:

a.

Pajak penghasilan melalui pengurangan penghasilan netto sampai tingkat tertentu terhadap jumlah penanaman modal yang dilakukan dalam waktu tertentu;

b.

Pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal, mesin, atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri;

c.

Pembebasan atau keringanan bea masuk bahan baku atau bahan penolong untuk keperluan produksi untuk jangka waktu tertentu dan persyaratan tertentu;

d.

Pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang modal atau mesin atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri selama jangka waktu tertentu;

e.

Penyusutan atau amortisasi yang dipercepat; dan

f.

Keringanan Pajak Bumi dan Bangunan, khususnya untuk bidang usaha tertentu, pada wilayah atau daerah atau kawasan tertentu.

Kemudahan Pelayanan dan/atau Perizinan

a.

Hak Atas Tanah:

1)

Hak Guna Usaha dapat diberikan dengan jumlah 95 (sembilan puluh lima) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 60 (enam puluh) tahun dan dapat diperbarui selama 35 (tiga puluh lima) tahun;

2)

Hak Guna Bangunan dapat diberikan dengan jumlah 80 (delapan puluh) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperbarui selama 30 (tiga puluh) tahun; dan

3)

Hak Pakai dapat diberikan dengan jumlah 70 (tujuh puluh) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 45 (empat puluh lima) tahun dan dapat diperbarui selama 25 (dua puluh lima) tahun.

b.

Fasilitas Pelayanan Keimigrasian berupa:

1)

Pemberian izin tinggal terbatas bagi penanam modal asing selama 2 (dua) tahun.

2)

Pemberian alih status izin tinggal terbatas bagi penanam modal menjadi izin tinggal tetap dapat dilakukan setelah tinggal di Indonesia selama 2 (dua) tahun berturut-turut.

3)

Pemberian izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan bagi pemegang izin tinggal terbatas dan dengan masa berlaku 1 (satu) tahun diberikan untuk jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak izin tinggal terbatas diberikan.

4)

Pemberian izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan bagi pemegang izin tinggal terbatas dan dengan masa berlaku 2 (dua) tahun diberikan untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak izin tinggal terbatas diberikan.

5)

Pemberian izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan bagi pemegang izin tinggal tetap diberikan untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak izin tinggal tetap diberikan.

c.

Fasilitas Perizinan Impor:
Selain itu Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dapat memberikan fasilitasi dan kemudahan bagi investor PMDN dalam daerah yang berinvestasi sesuai dengan kondisi dan kemampuan Pemerintah Daerah, berupa:

1)

Fasilitasi/rekomendasi pengurusan perijinan penanaman modal;

2)

Fasilitasi/rekomendasi pengurusan penyediaan dan pembebasan lahan;

3)

Fasilitasi/rekomendasi pengurusan kredit usaha dari perbankan;

4)

Penggunaan alat berat/fasilitas milik Daerah bila memungkinkan.

4. Jenis-jenis perizinan

Adapun jenis-jenis perizinan dan non perizinan yang menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua adalah sebagai berikut :

a. Pendidikan

1. Izin Pendidikan Dasar yang Diselenggarakan Oleh Masyarakat.
2. Izin Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal yang Diselenggarakan Oleh Masyarakat.

b. Kebudayaan

1. Izin Membawa Cagar Budaya Keluar Daerah Kabupaten Dalam 1 (satu) Daerah Provinsi.

c. Kearsipan

1. Izin Penggunaan Arsip yang Bersifat Tertutup yang Disimpan Dilembaga Kearsipan Daerah Kabupaten.

d. Kesehatan

1. Izin Penyelenggaraan Praktek Berkelompok Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis. 2. Izin Praktek Dokter Umum dan Dokter Gigi. 3. Izin Praktek Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis. 4. Izin Praktek Bidan dan Perawat. 5. Izin Kerja Perawat dan Bidan. 6. Izin Kerja Apoteker dan Asisten Apoteker. 7. Izin Praktek dan Kerja Fishioterapis, Okupasi Terapis dan Terapis Wicara. 8. Izin Kerja dan Praktek Refraksionis Optisien dan Radiografer. 9. Izin Balai Pengobatan. 10. Izin Rumah Bersalin. 11. Izin Pendirian Rumah Sakit Umum dan Khusus Kelas C dan Kelas D. 12. Izin Operasional Rumah Sakit Umum dan Khusus Kelas C dan Kelas D. 13. Izin Penyelenggaraan Klinik Kecantikan. 14. Izin Apotek. 15. Izin Toko Obat. 16. Izin Toko Alat Kesehatan. 17. Izin Penyelenggaraan Radiologi dan Fishioterapi. 18. Izin Laboratorium Kesehatan. 19. Izin Optikal. 20. Izin Operasional Pest Control. 21. Sertifikasi Laik Sehat Jasa Boga/Katering. 22. Sertifikasi Edar Pangan Industri Rumah Tangga. 23. Sertifikasi Laik Sehat Kantin, Restoran dan Rumah Makan. 24. Sertifikasi Laik Sehat Depot Air Minum. 25. Sertifikasi Laik Tempat-tempat Umum. 26. Sertifikasi Produksi Alat Kesehatan Kelas 1 (satu) Tertentu dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). 27. Pendaftaran Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional 28. Izin Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT). 29. Izin Produksi Makanan dan Minuman pada Industri Rumah Tangga

e. Konstruksi

1. Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional (IUJK) Untuk Kecil dan Non Kecil. 2. Izin Bekerja Perencanaan (IBP). 3. Izin Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Pemukiman. 4. Izin Pemanfaatan Daerah Milik Jalan. 5. Izin Galian Untuk Keperluan Instalasi Pipa Air. 6. Sertifikasi Laik Fungsi Gedung. 7. Izin Penutupan Saluran Drainase. f. Pertanahan 1. Izin Lokasi/Pemanfaatan Tanah. 2. Persetujuan Pengembangan Lokal. 3. Izin Membuka Tanah. g. Lingkungan Hidup 1. Izin Gangguan (IG). 2. Izin Pembuangan Air Limbah. 3. Izin Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 4. Izin Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 5. Izin Lingkungan. 6. Persetujuan Kelayakan Dokumen Lingkungan (Amdal). 7. Rekomendasi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). 8. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). 9. Izin Pendaurulangan Sampah/Pengolahan Sampah, Pengangkutan Sampah dan Pemrosesan Akhir Sampah Yang Diselenggarakan Oleh Swasta.

h. Energi dan Sumber Daya Air

1. Izin Usaha Ketenagalistrikan Umum/Sendiri (IUKU/S). 2. Izin Pemanfaatan Langsung Panas Bumi Dalam Kabupaten. 3. Izin Sempadan Saluran Irigasi. 4. Izin Mendirikan Bangunan Diatas atau yang Melintasi Irigasi (Izin Penutupan Saluran Irigasi). 5. Izin Mengubah atau Membongkar Bangunan Irigasi (Izin Memindah Saluran Irigasi).

i. Pendapatan Daerah

1. Izin Reklame. 2. Izin Pemakaian Kekayaan / Aset Daerah.

j. Perhubungan

1. Izin Usaha Bengkel Kendaraan Bermotor. 2. Izin Scrap Kendaraan Bermotor. 3. Izin Usaha Mobil Derek. 4. Izin Usaha Parkir Umum dan Khusus. 5. Izin Usaha Sekolah Mengemudi dan Montir. 6. Izin Usaha Angkutan Umum. 7. Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang Dalam Trayek Perdesaan dan Perkotaan Dalam Daerah Kabupaten. 8. Izin Usaha Angkutan Laut Bagi Badan Usaha Yang Berdomisili Dalam Daerah Kabupaten/Kota dan Beroperasi Pada Lintas Pelabuhan di Daerah Kabupaten/Kota. 9. Izin usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi orang perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan Yang Beroperasi Pada Lintas Pelabuhan Dalam Daerah Kabupaten/Kota. 10. Izin Usaha Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau Sesuai Dengan Domisili Orang Perseorangan Warga Negara Indonesia Atau Badan Usaha. 11. Izin Trayek Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau Untuk Kapal Yang Melayani Trayek Dalam Daerah Kabupaten/Kota Yang Bersangkutan. 12. Izin Usaha Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Sesuai Dengan Domisili Badan Usaha. 13. Izin Usaha Jasa Terkait Dengan Perawatan dan Perbaikan Kapal. 14. Izin Pembangunan Pelabuhan Pengumpulan Lokal. 15. Izin Pembangunan Pelabuhan Sungai dan Danau. 16. Izin Usaha Badan Usaha Pelabuhan di Pelabuhan Pengumpul Lokal. 17. Izin Pengembangan Pelabuhan Untuk Pelabuhan Pengumpan Lokal. 18. Izin Pengoperasian Pelabuhan Selama 24 Jam Untuk Pelabuhan Pengumpan Lokal. 19. Izin Pekerjaan Pengerukan di Wilayah Perairan Pelabuhan Pengumpan Lokal. 20. Izin Reklamasi di Wilayah Perairan Pelabuhan Pengumpan Lokal. 21. Izin Pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Dalam DLKR/DLKP Pelabuhan Pengumpan Lokal. 22. Izin Mendirikan Bangunan Tempat Pendaratan dan Lepas Landas Helikopter.

k. Komunikasi dan Informatika

1. Izin Pendirian Jasa Titipan Kantor Agen. 2. Izin Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G). 3. Izin Kantor Cabang dan Loket Pelayanan Operator. 4. Izin Galian Untuk Keperluan Penggelaran Kabel Telekomunikasi 5. Izin Lokasi Pembangunan Studio dan Stasiun Pemancar Radio dan Atau Televisi. 6. Izin Telekomunikasi Khusus. 7. Izin Pembangunan Menara Telekomunikasi Terpadu. 8. Izin Usaha Warnet/Wartel. 9. Rekomendasi Jasa Teknologi Informasi, Internet Service Provider. 10. Rekomendasi Usaha Penyiaran Radio/TV. 11. Rekomendasi Usaha Telematika. 12. Rekomendasi Usaha Media Cetak. 13. Rekomendasi Usaha Perdagangan Alat Perangkat Telekomunikasi.

l. Perindustrian dan Perdagangan.

1. Perindustrian dan Perdagangan. 2. Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (IUP-MB). 3. Tanda Daftar Gudang (TDG). 4. Tanda Daftar Industri (TDI). 5. Izin Usaha Kawasan Industi (IUKI) Dalam Kabupaten. 6. Izin Perluasan Kawasan Industi (IPKI) Dalam Kabupaten. 7. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 8. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). 9. Surat Keterangan Penyimpanan Barang (SKPB).

m. Penanaman Modal.

1. Pendaftaran Penanaman Modal. 2. Izin Prinsip Penanaman Modal. 3. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal. 4. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal. 5. Izin Usaha Industri (IUI) Kecil dan Menengah. 6. Izin Usaha Perluasan Industri (IUPI) Kecil dan Menengah. 7. Izin Usaha Perubahan Industri (IUPI) Kecil dan Menengah. 8. Izin Penggabungan Perusahaan/Merger Penanaman Modal Kecil dan Menengah.

n. Koperasi

1. Penerbitan Izin Usaha Simpan Pinjam Untuk Koperasi Dengan Wilayah Keanggotaan Dalam Daerah. 2. Penerbitan Izin Pembukaan Kantor Cabang, Cabang Pembantu dan Kantor Kas Koperasi Simpan Pinjam Untuk Koperasi Dengan Wilayah Keanggotaan dalam Daerah Kabupaten/Kota.

o. Pasar.

1. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisonal (IUP2T). 2. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP). 3. Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

p. Tenaga Kerja.

1. Izin Lembaga Pelatihan Kerja Swasta. 2. Izin Operasional Penyedia Jasa Pekerja/Buruh. 3. Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS). 4. Izin Pendirian Perpanjangan Lembaga Latihan Kerja Swasta. 5. Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). 6. Rekomendasi Izin Penampungan Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

q. Sosial.

1. Izin Pengumpulan Sumbangan Dalam Daerah Kabupaten.
2. Izin Pendirian Organisasi Sosial dalam Kabupaten.

r. Pariwisata.

1. Tanda Daftar Usaha Penyediaan Akomodasi, dengan Jenis Usaha :
a) Hotel Berbintang dan Hotel Bunga Melati. b) Motel. c) Bumi Perkemahan. d) Persinggahan Karavan. e) Vila. f) Pondok Wisata.
2. Tanda Daftar Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi, dengan Jenis Usaha :
a) Gelanggang Olahraga, terdiri dari : - Lapangan Golf; - Rumah Billyar; - Gelanggang Renang; - Lapangan Tenis, - Gelanggang Bowling; - Pusat Kebugaran; - Arena Pacuan Kuda; dan - Arena Otomotif. b) Gelanggang Seni, terdiri dari : - Sanggar Seni; - Galeri Seni; - Gedung Pertunjukan Seni; dan - Salon Rias. c) Arena Permainan. d) Hiburan Malam, terdiri dari : Kelab Malam, Diskotik dan Pub. e) Panti Pijat. f) Taman Rekreasi. g) Karaoke. h) Jasa Impresariat / Promotor. i) Jasa Impresariat / Promotor.
3. Tanda Daftar Usaha Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi dan Pameran, Meliputi Jenis Usaha : Usaha Perjalanan Insentif, Usaha Konferensi dan Usaha Pameran.
4. Tanda Daftar Usaha Jasa Informasi Pariwisata, Meliputi Usaha Penyediaan Data, Berita, Feature, Foto, Video dan Hasil Penelitian Kepariwisataan Yang Disebarkan Dalam Bentuk Bahan Cetak dan/atau Elektronik.
5. Tanda Daftar Usaha Jasa Konsultan Pariwisata Meliputi, Usaha Penyediaan Sarana dan Rekomendasi Mengenai Studi Kelayakan, Perencanaan, Pengelolaaan Usaha, Penelitian dan Pemasaran di Bidang Kepariwisataan.
6. Tanda Daftar Usaha Jasa Konsultan Pramuwisata Meliputi, Usaha Penyediaan dan/atau Pengoordinasian Tenaga Pemandu Wisata Untuk Memenuhi Kebutuhan Wisatawan dan/atau Kebutuhan Biro Perjalanan Wisata.
7. Tanda Daftar Usaha Wisata Tirta, Meliputi Jenis Usaha : Wisata Sungai, Wisata Danau, Wisata Waduk. Jenis Usaha Wisata Sungai, Danau dan Waduk Meliputi Sub Jenis Usaha Wisata Arung Jeram, Dayung dan Memancing.
8. Tanda Daftar Usaha SPA, Meliputi Jenis Usaha Perawatan Yang Memberikan Layanan Dengan Metode Kombinasi Terapi Air, Terapi Aroma, Pijat, Rempah-rempah, Layanan Makanan/Minuman Sehat dan Olah Aktivitas Fisik dengan tujuan menyeimbangkan jiwa dan raga dengan tetap memperhatikan tradisi dan budaya Bangsa Indonesia.
9. Izin Lokasi Syuting Film dan Sejenisnya.

s. Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan

1. Izin Usaha Perikanan Budidaya. 2. Tanda Pencatatan Usaha Pembudidayaan Ikan (TPUPI). 3. Tanda Pencatatan Kapal Pengangkut Ikan (TPKPI). 4. Izin Usaha Budidaya Hortikultura. 5. Izin Usaha Pasca Panen Hortikultura. 6. Izin Penggilingan Padi, Huler dan Penyosohan Beras. 7. Izin Usaha Wisata Agro. 8. Izin Usaha Budidaya Perkebunan. 9. Izin Usaha Pengolahan Perkebunan. 10. Izin Usaha Pasar Hewan/Unggas. 11. Izin Usaha Pemotongan Hewan/Unggas. 12. Izin Usaha Rumah Potong Hewan. 13. Izin Usaha Poultry Shop. 14. Surat Tanda Pendaftaran Penjualan Daging. 15. Izin Usaha Pet Shop/Pet Salon/Pet Grooming. 16. Izin Usaha Pembibitan Ternak. 17. Izin Usaha Budidaya Ternak. 18. Izin Usaha Breeder Hewan Kesayangan. 19. Izin Usaha Pemeliharaan Hewan Kesayangan. 20. Izin Rumah Sakit Hewan. 21. Izin Usaha Klinik Hewan. 22. Izin Laboratorium Hewan. 23. Izin Praktek Dokter Hewan. 24. Tanda Daftar Usaha Penampungan atau Penimbunan Kayu Olahan. 25. Izin Usaha Penampungan Hasil Hutan Terdaftar (IPHHT). 26. Rekomendasi Penerbitan Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PPKAPT) dan Pelaporan Rekapitulasi Perdagangan Kayu Antar Pulau. 27. Penerbitan Surat Keterangan Asal.

t. Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat

1. Izin Penelitian Lembaga/Perseorangan Dalam Kabupaten. 2. Izin Penelitian Mahasiswa Dalam Kabupaten.

TABULASI DATA POTENSI DAN PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA & PMDN KABUPATEN SABU RAIJUA
PERTANIAN
PERKEBUNAN
PETERNAKAN
PERIKANAN/KELAUTAN
KEHUTANAN
INDUSTRI
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PERDAGANGAN
PARIWISATA

Kabupaten Sabu Raijua

Pengembangan komoditi unggulan (kacang hijau, kacang tanah dan sorghum); Pembangunan saluran irigasi dan sumur gali; Pemanfaatan lahan kering atau lahan tidur untuk tanaman palawija, hortikultura dan kehutanan pada lahan yang memiliki sumber daya air sekalipun saat musim kemarau.

 

Masyarakat

Luas lahan basah:863 ha; luas lahan kering: 21.016 ha. Luas lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan : 15.574 ha.

 

Kabupaten Sabu Raijua

Peningkatan produksi tanaman perkebunan unggulan (lontar, kelapa dan jambu mete); Penanaman bibit unggul; Pengolahan dan Pemasaran hasil produksi Perkebunan.

 

Masyarakat

Luas lahan komoditi unggulan: 8.396 ha

 

Kabupaten Sabu Raijua

Pengembangan komoditi ternak besar (sapi, kerbau, kuda), ternak kecil (kambing, domba dan babi) serta unggas.

 

Masyarakat

 

 

Kabupaten Sabu Raijua

Peningkatan produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya; Peningkatan produksi Rumput Laut dengan system long-line dan menggunakan pelampung; dan Garam Rakyat dengan sistem Giomembran.

Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Luas potensial budidaya rumput laut: 2.364,67 ha.

 

Kabupaten Sabu Raijua

Peningkatan pengendalian kelestarian lingkungan hutan serta memperbaikinya melalui konservasi, rehabilitasi, reboisasi (penghijauan) dan inventarisasi hutan.

Pemerintah Daerah

Luas hutan: 7.548 ha (hutan lindung: 7.523 ha dan hutan mangrove: 25 ha)

 

Kabupaten Sabu Raijua

Pengembangan Industri Keramik (Terakota, Gerabah, Keramik batu dan Porselen), Susu, Tepung Mokaf dan Pengembangan Industri Pengolahan Coklat.

 

Penggalakan industri kecil dan kerajinan rumah-tangga (garam yodium, rumput laut, meubelair, tenun ikat, pandai besi, gerabah dan makanan (gula air dan gula semut).

 

Masyarakat

 

 

 

 

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

 

Kabupaten Sabu Raijua

Peningkatan produksi material bangunan dari bahan galian Golongan C; Peningkatan Produksi Energi Listrik dan Air Bersih untuk seluruh wilayah Kabupaten.

 

Pemerintah Daerah

 

 

Kabupaten Sabu Raijua

Pembangunan Pasar Modern dan rehabilitasi pasar-pasar desa.

Pemerintah Daerah

 

 

6 Kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua

Pengembangan Sektor Pariwisata baik pada Obyyek Wisata Unggulan maupun Obyek Wisata baru; Promosi dan paket wisata; Biro Perjalanan Wisata; Pembinaan dan Pemeliharaan Obyek Wisata.

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

61 Perkampungan Adat dan 23 lokasi Wisata Pantai serta 14 Taman Laut.

 

Peta Kabupaten Sabu Raijua
Kontak Investasi :

Kabupaten Sabu Raijua

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU,PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SABU RAIJUA.

Jalan El Tari – Seba,
Telp. : 0380-851249,
e-mail Dinas : disperindagkopsarai@gmail.com,
e-mail Bidang: pmptspperindag20186i@gmail.com
Contact Person :
1. Ir. Charles F. Y. Meyok : 081311592380
2. Fidoris S. Sulah, S.Sos : 081317162866
3. Yenryawati S. Luhi, S.Sos : 085237143502
4. Ellen F. Wuryanti, SE : 081333553357

Back to top
Go to bottom
iden
200045
TodayToday218
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week2613
This_MonthThis_Month23864
All_DaysAll_Days200045

Free Joomla! template by L.THEME