KABUP SIDRAP

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI

Contact

SAMBUTAN

Ir. H. DOLLAH MANDO.
Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang

Bernama lengkap Ir H Dollah Mando. Di Sidrap, beliau kerap disapa Pak Haji, selain sebagai penghargaan juga karena ketokohannya. Pria yang lahir di Lawawoi, 2 Desember 1950 itu, kerap membantu ayah menggarap sawah di sela waktu sekolah. Beliau gemar olahraga tenis meja. Pendidikan awalnya dilalui di Sekolah Rakyat (SR) atau sekarang disebut Sekolah Dasar (SD) Lawawoi (lulus 1963), dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Pangkajene (lulus 1966) dan SMA Pangkajene (lulus 1969). Pendidikan tinggi ditempuhnya di Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, lulus tahun 1977 dengan gelar Insinyur Pertanian jurusan Sosial Ekonomi (SOSEK).
Beliau memulai karir sebagai Penyuluh dan dikenal sebagai sosok yang jujur dan ramah. Beberapa daerah di Sulawesi Selatan sempat disinggahi sebagai Penyuluh Pertanian. Beliau pernah menjadi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sidrap; Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Setelah itu, terpilih sebagai Wakil Bupati Sidrap mendampingi Rusdi Masse (RMS) selama 2 periode, sejak tahun 2008. Pada tahun 2018, beliau bersama wakilnya Mahmud Yusuf, menang head-to-head atas rivalnya, Fatmawati Rusdi di PILKADA Sidrap. Dalam perjalanan hidupnya juga dikenal sebagai tokoh dan kader GOLKAR. Hanya saja pada PILKADA 2018, GOLKAR memberikan dukung-an kepada paslon lain. Beliau kemudian diusung koalisi partai hemat, Gerindra dan Demokrat. Namun juga mendapat dukungan dari Partai Garuda dan PDIP Perjuangan.

KAWASAN YANG CUKUP MENANTANG UNTUK INVESTASI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG QUITE CHALLENGING AREA FOR INVESTMENT IN SIDENRENG RAPPANG REGENCY

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Next.......
VISI DAN MISI

VISI

“Terciptanya Iklim Kondusif bagi Investasi Agribisnis di Kabupaten Sidenreng Rappang pada Tahun 2025”.

MISI

Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam lima misi yang masing-masing memiliki tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan. Kelima misi tersebut adalah :

  • 1. Menyiapkan regulasi untuk menjamin kepastian hukum

  • 2. Menyelenggarakan pelayanan publik yang profesional dan bermutu tinggi

  • 3. Menyiapkan sumber daya dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan dan pemasaran agribisnis

  • 4. Mengembangkan system informasi dan promosi penanaman modal; dan

  • 5. Menyiapkan kebijakan pemberian fasilitas kemudahan dan insentif bagi investor agribisnis

GAMBARAN UMUM DAERAH

Letak Geografis dan Batas Wilayah

Kabupaten Sidenreng Rappang (untuk selanjutnya disebut: Kabupaten Sidrap) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang relatif lebih sempit dari daerah lain yang ada. Namun demikian. memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi dengan luas wilayah 189.808,69 km2. Kabupaten Sidrap terletak kirakira 183 km di sebelah Utara kota Makassar. Secara astronomis, Kabupaten Sidrap terletak antara 3°43’-4°09’ Lintang Selatan dan 119°41’-120°10’ Bujur Timur, masing-masing berbatasan dengan sebelah utara kabupaten Pinrang dan Enrekang, sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Barru dan Soppeng serta sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pinrang dan kota Pare-Pare. Secara administratif, Kabupaten Sidrap terdiri atas 11 Kecamatan, 68 Kelurahan dan 38 Desa.

Topografi, Iklim dan Kesesuaian Lahan

Kondisi geografisnya dengan ketinggian yang bervariasi antara 18 sampai 64 meter di atas permukaan laut dengan topografi datar, berbukit, bergunung dan rawa memungkinkan untuk pengembanganberbagai kegiatan ekonomi, seperti Sektor Pertanian dan Perkebunan, Kehutanan, Perdagangan dan Industri, serta Sektor Pertambangan dan Energi. Disamping itu, kondisi fisik wilayah yang terdiri dari darat, danau dan bukit/pegunungan memungkinkan dikembangkan Sektor Perikanan Darat, Perhubungan, dan Pariwisata. Dari sisi hidrografi, jumlah sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Sidrap sebanyak 38 aliran sungai dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Watang Pulu dan Kecamatan Dua Pitue, yakni 8 aliran sungai. Sungai terpanjang tercatat ada 3 sungai yaitu Sungai Bilokka (20.000 meter), Sungai Bila (15.100 meter) dan Sungai Rappang (15.000 meter).
Suhu udara tercatat antara 28° dan 30,4°C, dengan kelembaban antara 74 dan 88%. Kecepatan angin antara 4 dan 8 knot dengan 39-62% penyinaran matahari. Jumlah curah hujan antara 40 dan 252 mm3 dengan 5 sampai 17 hari hujan per bulannya.

Demografi

Kabupaten Sidrap memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar dengan jumlah penduduk 332.623 jiwa (November 2018), terdiri dari 165.402 laki-laki dan 167.221 wanita (rasio: 98,9). Kepadatan penduduk mencapai 175 orang/km2. Laju pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2017, dapat ditekan hanya di kisaran rata-rata 1,07% per tahun. Tercatat bahwa pada tahun 2017 angka pengangguran (TPT) mencapai angka 3,17% atau sekitar 3.396 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 49,19% atau setara 103.628 orang. Sedangkan non Angkatan Kerja tercatat 110.635 orang. Garis kemiskinan pada tahun 2017 berada pada batas Rp. 276.558, sehingga prosentase penduduk miskin di Kabupaten ini hanya tercatat 5,32%.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Perhitungan PDRB menggunakan dua macam harga yaitu harga berlaku dan harga konstan, PDRB Kabupaten Sidrap meningkat setiap tahunnya (series tahun 2013 sampai dengan 2017). Hal ini menggambarkan bahwa pertum-buhan perekonomian Kabupaten Sidrap meningkat setiap tahunnya, yang dapat diketahui dengan melihat perhitungan PDRB menggunakan harga konstan yaitu sebesar 7,11% (2017). Secara umum Sektor Pertanian berkonstribusi dominan dalam peningkatan PDRB Kabupaten Sidrap yaitu sekitar 34%, diikuti dengan Sektor Konstruksi dan Industri Pengolahan masing-masing sebesar 15 dan 14%.

SARANA DAN PRASARANA

Jalan Raya

1.290,04 km (31,85% kondisi baik; 19,33% kondisi sedang; dan 48,82% dalam kondisi rusak), merupakan Jalan Kabupaten.

Transportasi

Jumlah kendaraan: 78.526 unit dengan 96,5% adalah sepeda-motor (84 mobil penumpang, 2.297 mobil beban, 29 bus dan 75.846 sepeda motor).

Telekomunikasi

5 unit Kantor Pos yaitu: 2 Kantor Pos (Pangkajene) Maritenggae, 1 Kantor Pos Amparita (Tellulimpoe), 1 Kantor Pos Rappang (Panca Rijang) dan 1 Kantor Pos Tanru Tedong (Duapitue).

Listrik dan Air Bersih

8.023 pelanggan PDAM Sidrap dengan jumlah penyaluran air sekitar 1.719.670 m3; Listrik di Kabupaten ini memiliki 61.908.126 VA daya terpasang; listrik terjual 86.782.090 KWh pada 33.686 pelanggan.

Perbankan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sidrap, Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sidrap, Bank Danamon Cabang Sidrap, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel Cabang Sidrap, Bukopin Cabang Pare-Pare, dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Sidrap.
Fasilitas Kesehatan

3 Rumah Sakit; 14 Puskesmas; 309 Posyandu dan 101 Poskesdes, serta 22 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 110 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD). Tenaga Kesehatan mencapai: 17 Dokter Spesialis; 36 Dokter Umum; 19 Dokter Gigi; 16 Tenaga Medis; 15 Farmasi; 115 Perawat; 106 Bidan; dan 3 tenaga kesehatan lainnya.

Fasilitas Ibadah

Kabupaten ini memiliki 495 mesjid/ musholah, namun tidak ada tempat peribadatan untuk agama non-Islam.

Fasilitas Pendidikan

139 Taman Kanak-Kanak (TK); 30 Raudlatul/ Bustanul Atfal (RA/BA); 233 Sekolah Dasar (SD); 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 49 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 25 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 29 Sekolah Menengah Atas (SMA); 13 Madrasah Aliyah (MA); dan 12 Sekolah Menengah Kejuruan; serta 5 Perguruan Tinggi (STISIP, STKIP dan STIKES Muhammadiyah Sidrap; STAI DDI Sidrap dan STIKIP Veteran Sidrap).

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)

Pelayanan administrasi perizinan dan non-perizinan untuk kegiatan penanaman modal di Kabupaten Sidrap sudah diselenggarakan dalam bentuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Hal ini sangat memudahkan calon investor dalam mengurus administrasi penanaman modal. Saat ini, semua SKPD teknis yang terkait dengan penanaman modal sudah terintegrasi dengan PTSP. Hanya saja, proses pelayanan belum sepenuhnya optimal karena belum adanya visi yang sama di antara SKPD, lemahnya koordinasi, serta lemahnya pemahaman tentang PTSP. Dengan demikian, sinkronisasi dan harmonisasi pelayanan perizinan belum dapat dioptimalkan. Akibatnya, standar-standar penyelenggaraan pelayanan perizinan secara umum belum dapat dipenuhi. Selain masalah-masalah tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai leading sector penanaman modal selama ini masih bersifat reaktif yang berarti masih sebatas melayani permohonan penanaman modal.

Arah kebijakan penanaman modal yang berwawasan lingkungan meliputi;

a.

Pemberian izin penanaman modal yang tetap mempertahankan kawasan hutan lindung yang tersebar di 6 kecamatan yaitu; Kecamatan Panca Lautang, Tellu Limpoe, Watang Pulu, Pitu Riase, Pitu Riawa, dan kecamatan Kulo

b.

Tidak memberikan izin penanaman modal untuk pembangunan yang mengganggu daerah resapan air di sekitar daerah aliran sungai di Kecamatan Tellu Limpoe, Watang Sidenreng, dan Baranti

c.

Pemberian izin di sekitar kawasan daerah aliran sungai disertai kewajiban investor untuk melindungi dan mengembangkan kelestarian lingkungan kawasan resapan air

d.

Pemberian izin penanaman modal yang mempertahankan kawasan sempadan danau dan sempadan sungai dengan membiarkan kawasan sempadan menjadi ruang terbuka hijau dan resapan air yang tersebar di Kecamatan Watang Sidenreng, Tellu Limpoe, dan Kecamatan Panca Lautang; dan

e.

Pemberian kemudahan dan/atau insentif kepada penanaman modal yang melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup dan mencegah pencemaran.

Mekanisme Pemberian Kemudahan dan/atau Insentif

1

Pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal diberikan melalui keputusan Bupati berdasarkan rekomendasi tim evaluator

2

Tim evaluator dibentuk oleh Bupati yang terdiri dari unsurunsur SKPD Teknis terkait dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai coordinator

3

Tim evaluator melakukan kajian dan evaluasi terhadap bidang-bidang usaha yang berhak memperoleh dan menentukan bentuk kemudahan dan/atau insentif penanaman modal yang akan diberikan.

Insentif Daerah dan Kemudahan Investasi
Pemerintah daerah dapat membarikan fasilitas penanaman modal berupa pemberian insentif dan/atau pemberian kemudahan sesuai dengan kewenagan, kondisi dan kemanpuan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Arah kebijakan pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal meliputi: Kemudahan dan/atau insentif penanaman modal merupakan suatu keuntungan ekonomi yang diberikan kepada perusahaan atau kelompok perusahaan sejenis untuk mendorong agar perusahaan tersebut berprilaku/atau melakukan kegiatan sesuai dengan harapan atau kebijakan yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Sidrap. Arah kebijakan pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal adalah membuat dan mengoptimalkan kebijakan implementatif pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal dalam bentuk aturan pelaksanaan dari perda penanaman modal Kabupaten Sidrap.

Bentuk-bentuk kemudahan dan/atau insentif adalah:

1.

Pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah

2.

Pengurangan, keringanan atau pembebasan retribusi daerah

3.

Pemberian dana stimulan dan/atau

4.

Pemberian bantuan modal

sementara bentuk kemudahan yang dapat diberikan pemerintah daerah antara lain :

1.

Penyediaan data dan informasi peluang penanaman modal

2.

Penyediaan sarana dan prasarana

3.

Penyediaan lahan atau lokasi

4.

Pemberian bantuan teknis; dan/atau

5.

Percepatan pemberian perizinan

Kriteria pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal:

1.

Memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat

2.

Menyerap banyak tenaga kerja lokal

3.

Menggunakan sebagian besar sumberdaya lokal

4.

Memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan publik

5.

Memberikan kontribusi dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto

6.

Berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

7.

Termasuk skala prioritas tinggi

8.

Termasuk pembagunan infrastruktur

9.

Melakukan alih ternologi

10.

Melakukan industri pionir

11.

Berada di daerah terpencil, daerah tertinggal, atau daerah perbatasan

12.

Melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi

13.

Bermitra dengan usaha mikro, kecil, menengah, atau koperasi; atau

14.

Industri yang menggunakan barang modal, mesin, atau peralatan yang diproduksi di dalam negara.

Dasar penilaian untuk menentukan kelayakan pemberian insentif dan atau kemudahan kepada investor harus memenuhui kriteria di atas serta jenis usaha yang diproritaskan oleh pemerintah daerah.
Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal
Arah kebijakan promosi dan kerjasama penanaman modal meliputi:

1.

Pengembangan strategi dan instrument promosi yang mencitrakan dan memperkuat brand image Sidrap sebagai daerah dengan iklim investasi bidang agribisnis yang kondusif sesuai dengan visi penanaman modal

2.

Pengembangan strategi dan pelaksanaan kegiatan promosi yang lebih fokus pada target-target yang sesuai dengan pengemabngan penanaman modal yang sudah ditetapkan

3.

Peningkatan peran, koordinasi, dan sinergi masing-masing stakeholder dalam kegiatan promosi penanaman modal yang terintegrasi dan masif

4.

Penguatan peran fasilitasi dan pendampingan hasil kegiatan promosi secara pro-aktif untuk mentransformasi minat penanaman modal menjadi realisasi penanaman modal; dan

5.

Peningkatan upaya penjajakan kerjasama penanaman modal oleh pemerintah daerah Kabupaten Sidrap dengan pihak luar negeri atau pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain serta pihak swasta nasional untuk kegiatan penanaman modal yang saling menguntungkan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Sidrap.

Jenis-jenis perizinan
DPMPTSP Kabupaten Sidrap melayani jenis-jenis perijinan sebagai berikut:

Izin Kegiatan

Surat Izin Tanda Usaha (SITU)

Izin Trayek Angkutan (ITT)

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Tanda Daftar Gudang (TDG)

Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)

Izin Apotek/Apotek Rakyat

Izin Usaha Pertanian (Lisensi)

Izin Usaha Perikanan

Izin Lokasi

Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal

Izin Lokasi

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Izin Pemasangan Reklame (IPR)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Tanda Daftar Industri (TDI)

Izin Klinik

Izin Toko Obat

Izin Usaha Peternakan

Izin Penelitian

Izin Prinsip Penanaman Modal

MAKLUMAT PELAYANAN

Kami Berupaya Dengan Sungguh-Sungguh Untuk :
1. Siap Memberikan Pelayanan Perizinan, Dan Penanaman Modal Sesuai Dengan Standar Pelayanan Yang Sudah Di Tetapkan.
2. Menciptakan Budaya Pelayanan Bebas Dari Pungutan- Pungutan Yang Tidak Sesuai Dengan Aturan Perundang- Undangan Yang Berlaku.
3. Melayani Dengan Ramah, Sopan Dan Professional Dengan Suasana Ruangan Pelayanan Yang Bersih, Sejuk Dan Nyaman.
4. Apabila Kami Tidak Memberikan Pelayanan Sesuai Dengan Janji Layanan Ini, Maka Kami Bersedia Diberikan Sanksi Sesuai Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
Pengembangan kegiatan penanaman modal di Kabupaten Sidrap diselenggarakan berdasarkan azas-azas Kepastian hukum, Akuntabilitas, Transparansi, Non-diskriminasi, Berkeadilan, Berkelanjutan, Berwawasan lingkungan, Efektivitas dan Efisiensi, Pelayanan Prima, Keseimbangan dan pemerataan. Sedangkan tujuannya adalah: (1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidrap; (2) Menciptakan dan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja; (3) Meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; (4) Meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha di kabupaten Sidrap; (5) Meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi di Kabupaten Sidrap; (6) Mendorong dan memajukan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis keunggulan lokal; (7) Mengolah dan mengembangkan potensi ekonomi daerah menjadi ekonomi riil dengan menggunakan dana yang bersumber dari luar daerah dan/ atau luar negeri; dan (8) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

a. Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

■ Pengembangan sentra produksi hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura di seluruh wilayah kecamatan. Sedangkan khusus untuk pengembangan sentra produksi tanaman pangan lahan kering yang meliputi komoditi jagung, kedelai, dan kacang tanah tersebar di wilayah kecamatan Kulo, Dua pitue, Tellu Limpoe, Panca lautang, Panca Rijang, Pitu Riase, dan Pitu Riawa.

■ Pengembangan sentra produksi perkebunan Kakao di seluruh kecamatan, pengembangan Produksi hasil perkebunan Cengkeh di wilayah kecamtan Kulo, Pitu Riase, dan Pitu Riawa. Sedangkan untuk pengembangan sentra produksi perkebunan Kopi meliputi wilayah kecamatan Kulo, Watang Pulu, dan Pitu Riase.

■ Pengembangan sentra produksi hasil perkebunan Jambu Mete meliputi wilayah kecamatan Kulo, Dua Pitue, Tellu Limpoe, Panca lautang, Panca Rijang, Watang Pulu, Pitu Riase, Pitu Riawa, dan Watang Sidenreng.

■ Pengembangan sentra produksi Peternakan besar di wilayah kecamatan Watang Pulu dan Panca Lautang. Sedangkan untuk sentra pengembang-an ternak unggas meliputi wilayah kecamatan Maritengngae, Panca Rijang, Baranti dan Kulo. Jumlah ternak di Kabupaten ini meliputi 60.433 sapi potong; 3.004 kerbau; 579 kuda; dan 13.489 kambing.

b. Sektor Perikanan dan Kelautan

Pengembangan sentra produksi hasil perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan ikan air tawar di wilayah yang meliputi; Kecamatan Watang Sidenreng, Tellu Limpoe, Panca Lautang, Maritengngae, Watang Pulu, Baranti, Kulo, Panca Rijang, Pitu Riase, Dua Pitue, dan Pitu Riawa.

c. Sektor Kehutanan

Luas area hutan yang berada di Kabupaten Sidrap adalah sekitar 68.811,00 Hektar (Ha). Dari angka tersebut 56,9% diantaranya merupakan Hutan Lindung, 43% Hutan Produksi Terbatas, dan 0,1 persennya berupa Suaka Alam dan Pelestarian Alam. Pengembangan sentra produksi hutan perlu dilakukan di wilayah yang meliputi; Kecamatan Pitu Riase, Pitu Riawa, Panca Lautan, Tellu Limpoe, Watang Pulu, dan Kulo.


d. Sektor Industri dan Perdagangan

Pengembangan sentra industri pengolahan untuk industri besar, menengah, untuk industri hasil-hasil pertanian dan peralatan pertanian di wilayah yang meliputi Watang Pulu, Tellu Limpoe, Panca Rijang, Pitu Riase, dan Pitu Riawa. Sedangakan untuk pengembangan sektor industri kecil meliputi seluruh wilayah kecamatan. Pengembangan sentra produksi jasa dan perdagangan, meliputi: (1) Sentra jasa dan perdagangan besar skala Kabupaten di wilayah perkotaan Pangkajenne, Rappang, dan Baranti; dan (2) Sentra jasa dan perdagangan kecil skala Kecamatan di semua wilayah Kecamatan sesuai potensinya masing-masing.


e. Sektor Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral

Pengembangan sentra produksi hasil tambang meliputi: (1) Produksi tambang mineral logam di wilayah Kecamatan Pitu Riase, Panca Rijang, dan Kecamatan Pitu Riawa; (2) Produksi tambang mineral non-logam di wilayah Kecamatan Baranti dan Watang Pulu; (3) Produksi tambang Batu Bara di wilayah Kecamatan Pitu Riawa; dan (4) Produksi tambang Gas dan Panas Bumi di wilayah Kecamatan Tellu Limpoe.


f. Sektor Pariwisata

Pengembangan Sentra Industri Pariwisata di wilayah Kecamatan Pangkajene, Maritengngae, Panca Rijang, Watang pulu, Panca Lautang dan Kulo. Kabupaten ini hanya memiliki 1 hotel bintang 1 dan 13 akomodasi lainnya. Jumlah restoran/rumah makan tercatat 118 unit.


PETA KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
KONTAK INVESTASI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Kompleks Gabungan SKPD Kab. Sidenreng Rappang, Jalan Harapan Baru Blok A.5
Kab. Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan

Telp/fax : 0421-3590009, Email : dpmptspsidrap@yahoo.com Website : si-idaperizinan.sidrapkab.go.id

Back to top
Go to bottom
iden
190041
TodayToday643
YesterdayYesterday1220
This_WeekThis_Week1863
This_MonthThis_Month13860
All_DaysAll_Days190041

Free Joomla! template by L.THEME