H.M HUSNI DJIBRIL, B.Sc

BUPATI KABUPATEN SUMBAWA

Beliau dilahirkan di Utan pada tanggal 6 Mei 1954, beragama Islam. Beliau menikah dengan Hj. Amien Rahmani, dikaruniai 3 orang anak. Pendidikan dasarnya diawali di Sekolah Rakyat Negeri No. 1 Utan (lulus tahun 1967); kemudian berlanjut ke SMEP Negeri Sumbawa di Sumbawa Besar (lulus tahun 1970) serta SMEA Negeri 1 Mataram (lulus tahun 1973). Sedangkan pendidikan tinggi ditempuhnya di Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta (lulus Sarjana Muda tahun 1977).
Sebelum menjadi Bupati Sumbawa (2016 – sekarang) beliau pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kab. Sumbawa (1992- 1997); Wakil Ketua DPRD Kab. Sumbawa (1999-2004); dan Anggota DPRD Prov. NTB selama 3 periode (2004-2015).
Pelatihan yang pernah diikuti antara lain: Pelatihan Peningkatan SDM di LPPPED (2001) di Yogya; Diklat Manajemen Laporan Pertanggung Jawaban (2001) di Jakarta; Otonomi Workshop dengan Tema “Reformasi Kebijakan Fiskal” (2002) di Jakarta; Workshop Konsultasi Nasional Lifting ke 122 (Jakarta, 2002); Workshop Konsultasi Nasional Lifting ke 167 (Jakarta, 2007); Workshop dalam Rangka Peningkatan dan Pembangunan Tugas dan Fungsi DPRD yang Efektif (Jakarta, 2007).
Jabatan Organisasi: Ketua Komca PDI Kec. Utan Rhee (1984- 1989); Wakil Sekretaris DPC PDI Kab. Sumbawa (1989-1994); Ketua DPC PDI Kab Sumbawa (1994-1999) dan Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB (1999-2019).
Selama beliau menjabat sebagai Bupati, Kabupaten Sumbawa telah menerima 16 Penghargaan, seperti penghargaan dibidang penyelenggaraan keperintahan, pelayanan publik, sistem transportasi, penanggulangan narkotika dan bentuk penghargaan lainnya.

TARUNAWAN S.Sos. S.P.

KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN SUMBAWA

Merupakan suatu anugerah Tuhan Yang Maha Esa, Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah terluas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu meliputi wilayah seluas 32,97% dari seluruh luas Provinsi NTB. Penduduk Kabupaten ini merupakan etnis dengan karakteristik heterogen, terdiri dari 8 kelompok etnis besar yaitu Sumbawa, Sasak, Dompu, Bima, Jawa, Bali, Sunda, Bugis/ Makassar dan etnis lainnya, dengan TPAK sebesar 66,79% dan TPT sebesar 3,98%.
Kabupaten Sumbawa menyimpan kekayaan sumberdaya alam kelautan dan perikanan yang sangat beranekaragam, disamping pesona alam, budaya dan situs sejarah yang dapat dijadikan obyek wisata yang mampu menarik minat para wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui DPMPTSP terus memberikan kemudahan pelayanan dan informasi bagi masyarakat yang ingin mengurus izin dalam kegiatan usahanya. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjebak calo, disamping kesadaran masyarakat dalam mengurus kepentingannya secara mandiri. Semua jenis perizinan ini non retribusi (Rp 0), kecuali retribusi IMB, izin gangguan, izin trayek, izin usaha perikanan dan retribusi perpanjangan IMTA. DPMPTSP siap melayani dengan CAKAP (cepat, akurat, komunikatif, aman dan pasti).
Terima kasih kepada Bapak Bupati Sumbawa yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyusun buku dengan judul “Potential and Investment Opportunity in Sumbawa Regency” ini. Juga terima kasih kepada Pusat Informasi dan Data Investasi Indonesia (PIDII) dan semua pihak yang telah membantu penyusunan, penerbitan dan pendistribusian buku ini.
Semoga bermanfaat !!

PROSPEK CERAH BERINVESTASI DI KABUPATEN SUMBAWA BRIGHT PROSPECTS TO INVEST IN SUMBAWA REGENCY

VISI DAN MISI

Visi: Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sumbawa dalam tahapan ke-tiga Pembangunan Jangka Panjang Daerah, berpedoman pada Visi dan Misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2016–2021 yaitu:“Terwujudnya Masyarakat Sumbawa yang Berdaya Saing, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Semangat Gotong Royong”.

Visi

1. Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 2. Mewujudkan birokrasi yang bersih, handal dan professional sehingga mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). 3. Mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. 4. Mengembangkan potensi unggulan daerah dan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat demi terwujudnya kesejahtaraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. 5. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. 6. Mewujudkan masyarakat yang religius dan memelihara toleransi antar umat beragama. 7. Memelihara dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal.

Misi

GAMBARAN UMUM

Letak, Luas dan Batas Wilayah
Wilayah Kabupaten Sumbawa secara geografis terletak pada posisi 116°42’ – 118°22’ Bujur Timur dan 8°8’ – 9°7’ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 11.556,44 Km², terdiri dari daratan seluas 6.643,98 Km² dan lautan seluas 4.912,46 Km², merupakan kabupaten terluas dari sepuluh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan persentase sebesar 32,97% dari total luas wilayah Provinsi NTB. Secara administratif Kabupaten Sumbawa berbatasan dengan Laut Flores di sebelah Utara; Kabupaten Dompu di sebelah Timur; Samudera Indonesia di sebelah Selatan; dan Kabupaten Sumbawa Barat dan Selat Alas di sebelah Barat. Kabupaten Sumbawa terdiri dari 24 Kecamatan terbagi atas 8 Kelurahan, 157 Desa, 632 Dusun dan 28 Lingkungan.
Topografi dan Iklim
Berdasarkan karakteristik topografi, daratan Kabupaten Sumbawa cenderung berbukit-bukit dengan ketinggian antara 0 - 1.730 m diatas permukaan laut (dpl). Ketinggian 0-100 m dpl mencapai luas 26,51%; 100-500 m dpl seluas 42,31%; 500-1.000 m dpl seluas 27,69% dan > 1.000 m dpl seluas 3,49%. Demikian pula dengan kemiringan lahan 0-2% seluas 33,79%; kemiringan 2-15% seluas 27,96%; kemiringan 15-40% seluas 49,49% dan kemiringan 40% seluas 54,03%. Kondisi topografi ini sangat berpengaruh terhadap penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik, karena wilayah yang dominasi kemiringan lahannya >40% berdampak terhadap rendahnya aksesibilitas masyarakat di wilayah tersebut dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kabupaten Sumbawa seperti di Kecamatan Batulanteh, Lantung, Ropang, Lenangguar dan Orong Telu.
Kependudukan dan Tenaga Kerja
Jumlah penduduk pada tahun 2017 adalah sebesar 449.680 jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,01% per tahun. Berdasarkan jenis kelamin penduduk Kabupaten Sumbawa pada tahun 2017, terdiri dari 229.367 laki-laki (51,01%) dan 220.313 wanita (48,99%), dengan sex rasio sebesar 104. Kepadatan penduduk mencapai 68 orang/km2. Penduduk Kabupaten ini merupakan etnis dengan karakteristik heterogen, terdiri dari 8 kelompok etnis besar yaitu Sumbawa, Sasak, Dompu, Bima, Jawa, Bali, Sunda, Bugis/ Makassar, dan etnis lainnya. Pada tahun 2017 jumlah penduduk usia kerja Kabupaten Sumbawa sebanyak 320.719 orang terdiri dari Angkatan Kerja sebanyak 214.194 orang (bekerja: 205.672 orang; pengangguran: 8.522 orang) dan bukan Angkatan Kerja sebanyak 106.525 orang (sekolah: 20.223 orang; mengurus rumah tangga: 73.919 orang dan lainnya: 12.383 orang). Untuk melihat besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi disuatu wilayah dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPAK Kabupaten Sumbawa pada tahun 2017 sebesar 66,79% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,98%.
Produk Domestik Regional Bruto
Penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sumbawa (2017) adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (39,28%), diikuti oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (15,65%), kemudian Sektor Konstruksi (12,77%), sedangkan 14 kategori lapangan usaha lainnya tidak lebih dari 7% untuk tiap kategorinya. Laju Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017 mencapai 6,79%.
Pendidikan
625 Taman Pendidikan Al-Qur’an; 368 Sekolah Dasar (SD); 105 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP); 27 Sekolah Menengah Atas (SMA); 17 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); dan 2 Sekolah Luar Biasa dengan 32 tenaga pengajar.
Kesehatan
2 Rumah Sakit Umum Daerah; 3 RS Bersalin; 25 Puskesmas Induk, 93 Pustu, 42 Puskesmas Keliling; 713 Posyandu; 57 Poskesdes; 40 Polindes; 52 Praktek Dokter;3 Balai Pengobatan/Klinik; 20 Praktek Pengobatan Tradisional; 1 Gudang Farmasi; 38 Apotik; 1 Laboratorium Kesehatan; dan 19 Toko Obat. 11 Magister Kesehatan; 39 Dokter; 13 Dokter Gigi; 7 Sarjana Keperawatan; 34 Sarjana Kesehatan Masyarakat; 117 Bidan; 192 Perawat; dan 192 Tenaga Medis lainnya serta 83 Tenaga Non-Medis.
Agama
536 Masjid, 432 Mushola, 6 Gereja, 40 Pura dan 1 Wihara.

POTENSI SUMBERDAYA ALAM

Pertanian Tanaman Pangan
Data tahun 2017 menunjukkan luas panen padi sawah: 91.003 ha dengan produksi 445.440 ton (produktivitas 48,95 kw/ha); Jagung (96.667 ha; 621.405 ton; 64,28 kw/ha); Ubi kayu (173 ha; 4.657 ton; 269,18 kw/ha); ubi jalar (10 ha; 151 ton; 152,73 kw/ha); kedele (2.256 ha; 2.589 ton; 11,47 kw/ha); Kacang hijau (8.255 ha; 6.996 ton; 8,47 kw/ha); dan kacang tanah (2.339 ha; 2.672 ton; 11,42 kw/ha).
Pertanian Tanaman Hortikultura
Sayuran yang diproduksi oleh masyarakat setempat antara-lain: petsai/sawi, bawang merah, tomat, bayam, melon, semangka, blewah, kacang panjang, cabe besar, cabe rawit terong, kangkung dan kubis. Buah-buahan yang ditanam di Kabupaten ini adalah: mangga (44.302,99 ton); sawo (8.972,32 ton); durian (413,48 ton); jeruk siam (1.090,16 ton); Jeruk besar (83 ton); manggis (21,69 ton); nenas (0,746 ton); salak (6,78 ton); nangka (15.768,99 ton); papaya (429,22 ton); pisang (5.113,99 ton); rambutan (508,67); sukun (80,04 ton); sirsak (369,62 ton); alpukat (101,33 ton); belimbing (154,57 ton); jambu biji (2.375,56 ton) dan jambu air (130,64 ton).
Perkebunan
Kelapa (5.210,05 ha; 4.028 ton), Kopi (4.568,99 ha; 1.696,68 ton), Asam (717,95 ha; 513,25 ton), Kemiri (969,47 ha; 452,24 ton), Jarak pagar (1.107,30 ha; 449,88 ton), Tembakau (234 ha; 311,10 ton), Kapuk (440 ha; 161,06 ton), Pinang (106,17 ha; 46,64 ton), Jambu mete (5.266,39 ha; 13,02 ton), Tebu (35,55 ha; 172,98 ton), Lontar (43,25 ha; 29,21 ton) dan Wijen (2 ha; 1,50 ton).
Kehutanan
Hutan Lindung (171.853,62 ha); Kawasan Konservasi (28.638,40 ha): Hutan Taman Buru (22.537,90) ha dan Hutan Wisata Alam (100,50 ha) serta Taman Lau (6.000 ha); Hutan Produksi (197.616,33 ha): Hutan Produksi Tetap (53.691,88 ha) dan Hutan Produksi Terbatas (135.491,45 ha). Produksi Non-kayu: Madu, Asam, Bambu, Arang, Roran, Lonto Liana dll.
Peternakan
Padang penggembalaan ternak mencapai luas 26.470 ha tersebar di seluruh wilayah Kabupaten; Jumlah ternak: 1.697 Kuda; 228.814 Sapi Bali; 38.706 Kerbau Sumbawa; 6.826 Sapi Sumbawa; 37.649 Kambing; 1.553 Domba; 12.669 Babi; 1.022.923 Ayam Buras; 576.054 Ayam Pedaging; 7.415 Ayam Petelur; 13.636 Itik; dan 8.919 Entog.
Kelautan / Perikanan
Produksi Perikanan Tangkap di laut: 53.114,20 ton (dari Potensi: 259.043 ton); Perairan Umum: 2.329,60 ton (Potensi: 2.561,47 ton); Perikanan Budidaya Air Tawar: 2.863,22 ton (Potensi: 7.066,20 ton); Tambak Air Payau: 93.579,83 ton (Potensi: 140.000 ton); Perairan Laut: 598.571,84 ton (Potensi: 912.093,40 ton). Jumlah Produksi Sumberdaya Perikanan (2017) mencapai: 750.458,69 ton (dengan luas area: 1.391.738,70 ha) dari Potensi sebesar 1.320.764,07 ton (luas area: 9.014.127,51 ha).
Perindustrian / Perdagangan
168 Sentra Industri; 1.833 unit usaha; dan 4.247 tenaga kerja. Nilai Investasi: Rp. 52.255.024.000 dan Nilai Produksi: Rp. 51.236.388.000. Tahun 2017 terdapat 13.442 usaha mikro; 6.764 usaha kecil; 362 usaha menengah; dan 19 usaha besar serta 398 Koperasi. Jumlah Bank Umum mencapai 12 unit dengan 28 kantor dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencapai 12 unit dengan 21 kantor.
Pertambangan dan Energi
Sirtu: 793.000 m3; Batu Bangunan: 269.227.708 m3; Tanah Urug: 4.577.666,70 m3; Batu Lempung/tanah liat: 5.925.500 m3; Kaolin: belum ditambang; Gipsum: belum ditambang; Batu gamping: 274.292.343,75 m3; Marmer: 43.062.500 m3; Krisopas: belum ditambang; Silika: digali untuk bahan bangunan; Kalsedon: belum ditambang; Emas: akan ditambang (Ropang) dan belum ditambang (Lunyuk); Perak: sedang eksplorasi (Ropang) dan belum ditambang (Batu Lanteh); Tembaga: sedang dieksplorasi; Pasir besi: belum ditambang (Utan Rhee) dan sebagian telah ditambang (394,50 ha di Lunyuk).
Pariwisata
Kunjungan wisatawan tercatat 77.556 orang. Destinasi Wisata: Istana Tua (Dalam Loka); Wisma Praja/ Wisma Daerah (Bala Puti); Bangunan Bala Kuning; Moyo Island/Amanwana Resort; Festival Moyo; Pulau Bungin dll.

SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG INVESTASI

Perhubungan Darat
1 buah terminal tipe B melayani Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta keberadaan 12 unit shelter. Kendaraan umum sebanyak 993 unit, yaitu: 4 AKAP; 28 Angkot; Angkutan Pedesaan (52 bus, 53 pick-up dan 20 mikrolet); 86 AKDP; dan 750 Angkutan Tradisional.
Perhubungan Laut
Pelabuhan Laut Badas (Pelabuhan Pengumpul) dan Pelabuhan Alas (Pelabuhan Pengumpul Lokal). Pelabuhan Badas juga melayani penumpang rute: Teluk Benoa-Badas-Labuhan Bajo pp.
Perhubungan Udara
Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III dengan volume penumpang 59.842 orang yang datang dan 66.109 penumpang berangkat, dilayani oleh Garuda Indonesia dan Wings Air.Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III dengan volume penumpang 59.842 orang yang datang dan 66.109 penumpang berangkat, dilayani oleh Garuda Indonesia dan Wings Air.
Listrik
Pada tahun 2017 tingkat pelayanan energi listrik di Kabupaten Sumbawa terdistribusi pada pelanggan berdasarkan kategori daya sambungnya seperti: rumah tangga 117.022.000 VA, kategori bisnis 22.398.500 VA, kategori industri 18.273.650 VA, kategori public 6.453.800 VA, kategori sosial 5.183.750 VA, kategori multiguna 72.600 VA. Jumlah pelanggan listrik adalah sebanyak 144.493 pelanggan.
Air Bersih
Air bersih dan sehat yang selama ini dikelola oleh PDAM sangat berarti bagi penduduk di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan data PDAM, bahwa terjadi peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 19.734 pelanggan. Adapun jumlah air minum yang disalurkan pada tahun 2017 sebesar 3.822.156 m3. Klasifikasi pelanggan PDAM dibagi dalam beberapa kategori meliputi rumah tempat tinggal, hotel/obyek wisata, badan sosial dan rumah sakit, tempat peribadatan, sarana umum, perusahaan/pertokoan/industri, instansi pemerintah, lain-lain/tangki.
Pos, Telekomunikasi dan Informatika
Di Kabupaten Sumbawa sampai dengan Tahun 2017 terdapat sebanyak 13 unit yang tidak terbatas hanya dalam dunia per-posan, tetapi juga dalam dunia keuangan. Fasiilitas yang bisa dinikmati pelanggannya yaitu transfer uang, pembayaran tagihan listrik, air dan telepon. Kemudahan yang ditawarkan Kantor Pos merupakan suatu strategi yang diambil untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya Untuk jasa telekomunikasi sampai dengan tahun 2017 terdapat kapasitas sentral sebanyak 9.560 SST dengan pelanggan telpon sebanyak 4.210 SST. Adapun pertumbuhan pelanggan telpon ini relatif kecil, sehingga tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk, hal ini seiring dengan meningkatnya penggunaan telepon seluler yang dari tahun ke tahun semakin bervariatif dengan harga yang terjangkau.
Bank
Bank yang beroperasi di Kabupaten ini adalah: Bank Pemerintah (BNI 46, BNI Syariah, BRI, Bank NTB, Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, dan BTN); Bank Swasta (Bank Danamon Indonesia, Bank Mega, Bank Syariah Mandiri, BTPN, dan Bank Dinar); BPR (Pemda: BPR NTB Sumbawa dengan 9 Cabang; Swasta: BPR Kabalong Abdi Swadaya; BPR Lopok Ganda; dan BPR Samawa Kencana).
Pekerjaan Umum: Panjang jalan di Kabupaten ini mencapai 1.580,60 km (221,91 km Jalan Nasional; 407,18 km Jalan Provinsi; dan 951,51 km Jalan Kabupaten). Jumlah jembatan mencapai 453 unit dengan bentangan 6.143,01 meter.

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN SUMBAWA?

Jaminan Keamanan

Penegakan Hukum, Ketentraman dan Ketertiban merupakan hal utama untuk dilaksanakan, sehingga gangguan-gangguan yang disebabkan oleh konflik berbasis SARA, anarkisme bahkan separatis tidak terjadi di Wilayah Kabupaten Sumbawa. Kondisi yang kondusif ini dapat terjaga karena adanya koordinasi dan jalinan komunikasi/kerjasama dengan aparat keamanan seperti Kepolisian Resort Sumbawa, Komando Distrik Militer (KODIM) Kabupaten Sumbawa dan jajaran terkait lainnya serta daya dukung masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman.

POTENSI PENGEMBANGAN

Kota Terpadu

Potensi

Meliputi Kecamatan

Labangka, Lunyuk, Orong Telu, Ropang Timur, Ropang dan Moyo Hulu.

Produksi pertanian tanaman industri.

Pengembangan wilayah transmigrasi.

Kawasan pertambangan.

Peluang Investasi

Budidaya tanaman industri.

Perdagangan umum.

Industri eksploitasi dan pengolahan.

Kabupaten Sumbawa menyimpan kekayaan sumberdaya alam kelautan dan perikanan yang sangat beranekaragam, diantaranya adalah pulau-pulau kecil sebanyak 63 buah, dengan 6 pulau yang telah berpenghuni, yaitu Pulau Bungin yang merupakan kawasan cagar budaya karena merupakan pulau terpadat didunia, Pulau Moyo yang merupakan pulau tujuan wisata dunia, Pulau Kaung, Pulau Medang, Pulau Ngali, dan Pulau Tapang (Gili Tapang), sementara pulau lainnya yang tidak berpenghuni seperti kawasan pulau Kramat, Bedil dan Temudong merupakan pulau-pulau yang menyimpan keindahan bawah laut, demikian pula dengan pulau-pulau lainnya.

OBYEK WISATA

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, Propinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Sumbawa melengkapi diri dengan berbagai fasilitas. Salah satunya adalah fasilitas penginapan seperti hotel atau sarana akomodasi lainnya disamping berbagai fasilitas penunjang yang berupa sarana transportasi, komunikasi dan lain-lain. Kabupaten Sumbawa memiliki 33 hotel dan akomodasi lainnya yang menyebar di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Alas, Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara, Plampang dan Empang dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Sumbawa sebanyak 18 hotel.

WISATA BUDAYA

WISATA ALAM

SITUS BERSEJARAH

Benda Cagar Budaya Tak Bergerak

SENI BUDAYA

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

Setelah berubah nama dari KPPT menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, tugas dan kewenangannya pun kian bertambah. Izin yang dulunya berada pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan harus ditandatangani langsung Bupati, kini sudah bisa diurus dan dilayani di DPMPTSP tersebut. Bupati telah melimpahkan kewenangan tersebut kepada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Dinas sesuai Perbup nomor 83 tahun 2006. Khusus IUJK, kini boleh ditandatangani oleh Kepala Dinas atau pejabat setingkat di bawahnya yakni Sekretaris Dinas. Dalam proses pelayanan perizinan tersebut ada izin yang non verifikasi yang bisa diselesaikan selama 60 menit, seperti SIUP dan TDP jika berkasnya sudah dinyatakan lengkap. Berbeda dengan jenis izin yang harus diverifikasi membutuhkan waktu 5 hari normal untuk proses penyelesaiannya. Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui DPMPTSP terus memberikan kemudahan pelayanan dan informasi bagi masyarakat yang ingin mengurus izin dalam kegiatan usahanya. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjebak calo, disamping kesadaran masyarakat dalam mengurus kepentingannya secara mandiri. Padahal jajaran DPMPTSP sangat gencar melakukan sosialisasi. Berdasarkan Perbup No. 90 Tahun 2018 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Perizinan dan Non Perizinan, terdapat 64 jenis pelayanan perizinan yang menjadi kewenangan DPMPTSP Sumbawa. Jenis-jenis perizinan tersebut meliputi:

  1. USAHA
  2. Layanan Izin Bidang Penanaman Modal, terdiri dari :
  3. Izin Usaha Penanaman Modal (untuk berbagai sektor usaha, perluasan dan perubahan)
  4. Layanan Izin Bidang Pariwisata, terdiri dari :
  5. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
  6. Layanan Izin Bidang Industri dan Perdagangan, terdiri dari :
  7. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan nilai investasi diatas

Rp. 50.000.000,-

  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol
  2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  3. Tanda Daftar Gudang (TDG)
  4. Izin Usaha Industri Kecil
  5. Izin Usaha Industri Menengah
  6. Penutupan Perusahaan
  7. Pembukaan Cabang
  8. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat, Izin Usaha Pusat Perbelanjaan dan Izin Usaha Toko Swalayan
  9. Izin Usaha Pengelolaan dan Budidaya sarang Burung Walet
  1. Layanan Izin Bidang Perhubungan, terdiri dari :
  2. Izin Trayek
  3. Izin Usaha Angkutan Barang
  4. Layanan Izin Bidang Kesehatan, terdiri dari :
  5. Izin Usaha Praktek Dokter Umum
  6. Izin Usaha Praktek Dokter Gigi
  7. Izin Usaha Praktek Bidan
  8. Izin Usaha Praktek Perawat
  9. Izin Usaha Klinik
  10. Izin Rumah Sakit Umum (Tipe C dan Tipe D)
  11. Izin Operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
  12. Izin Usaha Klinik Kecantikan
  13. Izin Usaha Apotek
  14. Izin Penyelenggaraan Laboratorium Medis (Laboratorium Klinik)
  15. Izin Penyelenggaraan Optikal
  16. Izin Usaha Toko Obat
  17. Izin Penyelenggaraan Laboratorium Gigi
  18. Izin Usaha Pengobatan Tradisional (Battra)
  19. Izin Operasional Usaha Pest Control
  20. Izin Industri Rumah Tangga Makanan dan Minuman
  21. Izin Usaha Praktek Dokter Bersama
  22. Izin Praktek Dokter Umum
  23. Izin Praktek Dokter Gigi
  24. Izin Praktek Dokter Bersama
  25. Izin Praktek Bidan
  26. Izin Praktek Perawat
  27. Izin Praktek Fisioterapis
  28. Layanan Izin Bidang Pertanian, terdiri dari :
  29. Izin Usaha Penggilingan Padi, Huller dan Penyosohan Beras
  30. Izin Usaha Perkebunan (IUP)
  31. Izin Usaha Perkebunan untuk Budidaya (IUP-B)
  32. Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P)
  33. Layanan Izin Bidang Pendidikan, terdiri dari :
  34. Izin Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar
  35. Izin Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Anak Usah Dini dan Pendidikan Non Formal
  36. Izin Lembaga Pelatihan Kerja Swasta
  37. Layanan Izin Bidang Peternakan, terdiri dari :
  38. Izin Usaha Peternakan Unggas
  39. Izin Usaha Peternakan Kambing/Domba
  40. Izin Usaha Peternakan Sapi dan Kerbau Potong
  41. Izin Usaha Peternakan Sapi, Kerbau dan Kuda Perah
  42. Izin Usaha Peternakan Kuda
  43. Izin Usaha Peternakan Sapi, Kerbau dan Kuda Bibit
  44. Izin Usaha Pengiriman Ternak dan atau Bahan Asal Ternak Antar Pulau
  45. Izin Usaha Pemotongan Hewan
  46. Izin Usaha Toko Obat Hewan
  47. Layanan Izin Bidang Usaha Perikanan, terdiri dari :
  48. Izin Usaha Budidaya Perikanan
  49. Layanan Izin Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terdiri dari :
  50. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
  1. NON USAHA
  2. Layanan Izin Bidang Ketenagakerjaan, terdiri dari :
  3. Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)
  4. Layanan Izin Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, terdiri dari :
  5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  6. Sertipikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan
  7. Izin Pemasangan Reklame
  8. Layanan Izin Bidang Lingkungan Hidup, terdiri dari :
  9. Izin Lingkungan
  10. Izin Penyimpanan Limbah B3
  11. Layanan Izin Pertanahan, terdiri dari :
  12. Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT)
  13. Izin Lokasi
  14. Layanan Izin Sosial, terdiri dari :
  15. Izin Operasional Panti

NON PERIZINAN

Layanan Non Perizinan, terdiri dari :

  1. Surat Pengantar dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpatu Satu Pintu Kabupaten Sumbawa tentang Masuknya Saham Asing Dalam Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri
  2. Layanan Informasi
  3. Layanan Pengaduan
  4. Rekomendasi yang diperlukan perusahaan penanaman modal dalam negeri dalam urusan administrasi perizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa

Semua jenis perizinan ini non retribusi (Rp 0), kecuali retribusi IMB, izin trayek, izin usaha perikanan dan retribusi perpanjangan IMTA. DPMPTSP siap melayani dengan CAKAP (cepat, akurat, komunikatif, aman dan pasti).

Back to top
Go to bottom
iden
201307
TodayToday51
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3875
This_MonthThis_Month25126
All_DaysAll_Days201307

Free Joomla! template by L.THEME