KABUPATEN TOJO UNA-UNA

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI

Contact

SAMBUTAN

MOHAMMAD LAHAY, S.E., M.M.
Bupati Kabupaten Tojo Una-una

Beliau dilahirkan di Ampana pada tanggal 24 Oktober 1961 dari pasangan keluarga yang harmonis, Ayah bernama Haji Musa Darama Lahay dan Ibu bernama Hj. Zaenab H. Malaha. Oleh kedua orang tuanya Bayi yang lahir ini diberi nama Mohammad. Mohammad adalah sosok seorang Penganut Agama Islam yang taat, beristrikan Ibu Femmy Luther, SKM dan dianugerahi 2 puteri dan 2 putera.
Beliau mengawali pendidikan dasar formalnya di SD Negeri 1 Ampana Kota, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Ampana Kota dan SMA Negeri 1 Ampana Kota. Sedangkan pendidikan tinggi ditempuh di Akademi Administrasi Negara (AAN) dengan mendapat gelar BBA; Universitas Alkhairaat Palu mendapat gelar SE (Strata 1) dan terakhir di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar mendapat gelar Magister Manajemen (Strata 2).
Beliau pernah menjabat sebagai: Anggota Pemuda Alkhairaat (1994–1997); Ketua Himpunan Pemuda Alkhairaat Kabupaten Tojo Una-Una (2002-2005); Direktur KUD Makmur Ampana; Ketua DPC Partai Bulan Bintang (2004–2009); Ketua DPC Partai Nasdem Tojo Una-Una (2009–2013); Wakil Ketua DPRD Periode 2004–2009; Wakil Ketua DPRD Periode 2009–2013; dan Bupati Tojo Una-Una Periode 2016–2021.
Salah satu Prestasi yang diperoleh beliau adalah pada tanggal 21 September 2018 Kabupaten Tojo Una-Una kembali mendapatkan penghargaan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-5 secara berturut-turut dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

DRS. ASTON U. MADILAU, M.SI
Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tojo Una-una

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, atas Rahmat dan Hidayahnya Penerbitan Buku “Investment Opportunities In Indonesia” dapat diselesaikan dan dipublikasikan kepada seluruh Pemangku Kepentingan.
Kabupaten Tojo Una-Una merupakan Wilayah Kawasan yang memiliki Potensi Strategis yang harus dikelola secara optimal agar dapat memberikan nilai Positif bagi Perkembangan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una memandang perlu dikembangkan informasi yang seluas-luasnya kepada pelaku usaha dan calon investor sebagai bentuk peningkatan peran serta pihak swasta dalam pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una.
Buku Investment Opportunities In Indonesia ini memuat gambaran umum potensi dan peluang investasi di Kabupaten Tojo Una-Una.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas penyelesaian buku ini. Harapan kami semoga buku ini dapat membuka pengetahuan tentang Potensi Kabupaten Tojo Una-Una guna peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una.

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA
Next.......
VISI DAN MISI

VISI

“Terwujudnya Masyarakat Tojo Una-Una yang Hebat di Bidang Pertanian, Pariwisata dan Kemaritiman”.

MISI

Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam lima misi yang masing-masing memiliki tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan. Kelima misi tersebut adalah :

  • 1. Membangun keberdayaan rakyat serta penataan wilayah perdesaan secara merata, mandiri dan berkelanjutan yang berbasis ekonomi pertanian, pariwisata dan kemaritiman

  • 2. Mewujudkan kelembagaan birokrasi yang bersih, efisien, efektif dan akuntabel

  • 3. Mewujudkan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi

  • 4. Mewujudkan pengarusutamaan gender dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat

  • 5. Mewujudkan pengarusutamaan gender dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat

Misi 1

Membangun keberdayaan rakyat serta penataan wilayah perdesaan secara merata, mandiri dan berkelanjutan yang berbasis ekonomi pertanian, pariwisata dan kemaritiman. Hasil yang diharapkan dari misi ini adalah :

1.

Terbentuknya serta berdayanya koperasi dan usaha kecil menengah;

2.

Meningkatnya pengelolaan perusahaan daerah melalui peningkatan kinerja dan daya saing dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat serta memberikan kontribusi pada pemerintah daerah

3.

Berkembangnya investasi di bidang pertanian, pariwisata dan kemaritiman

4.

Menguatnya ekonomi perdesaan.

Misi 2

Mewujudkan kelembagaan birokrasi yang bersih, efisien, efektif dan akuntabel. Hasil yang diharapkan dari misi ini adalah :

1.

Meningkatnya kapasitas dan profesionalisme pemerintahan dan aparatur sipil negara;

2.

Terwujudnya lembaga pemerintahan sesuai kebutuhan daerah dengan melakukan restrukturisasi; dan

3.

Terwujudnya birokrasi yang melayani, bukan dilayani.

Misi 3

Mewujudkan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi. Hasil yang diharapkan dari misi ini adalah :

1.

Tersedianya fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

2.

Meningkatnya mutu tenaga pendidik dan anak didik.

3.

Meningkatnya kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan.

4.

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan Pendidikan

5.

Menguatnya lembaga dewan pendidikan dan komite sekolah.

6.

Meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat

7.

Meningkatnya kualitas dan kuantitas petugas kesehatan

8.

Terwujudnya pelayanan kesehatan sampai ke pelosok desa terpencil.

9.

Adanya pemberian insentif bagi petugas kesehatan di daerah terpencil.

Misi 4

Mewujudkan pengarusutamaan gender dan melestarikan nilai nilai sosial budaya masyarakat. Hasil yang diharapkan dari misi ini adalah:

1.

Terwujudnya penegakan supremasi hukum dan hak azasi manusia

2.

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam segala aspek adanya pelestarian dan pengakuan nilai-nilai budaya Lokal

3.

Terfasilitasinya forum kemasyarakatan dalam peningkatan pemahaman pentingnya persatuan bangsa dan penanganan konflik berdasarkan kearifan lokal.

Misi 5

Mengembangkan kemitraan usaha, investasi dan pengembangan infrastruktur; hasil yang diharapkan dari misi ini adalah:

1.

Terwujudnya penguatan dunia usaha lokal yang berbasis potensi daerah dan penataan kebijakan investasi

2.

Meningkatnya koordinasi dan kerja sama di bidang investasi antara pemerintah dan dunia usaha

3.

Tersedianya infrastruktur pendukung berbasis potensi sumber daya alam untuk kemudahan investasi

4.

Tersedianya data base dan promosi investasi daerah

5.

Tersedianya lapangan kerja seluas-luasnya di bidang pertanian, pariwisata dan kemaritiman

GAMBARAN UMUM DAERAH

Letak Geografis
Secara astronomis, Kabupaten Tojo Una-Una yang merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah terletak antara 0°06’56” – 2°01’41” LS dan 121°05’25” – 123°06’17” BT. Kabupaten Tojo Una-Una yang menjadi salah satu dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah ini memiliki luas wilayah sebesar 5.721,51 km2. Wilayah ini sebagian besar merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan, sehingga ketinggian wilayah pada umumnya berada diatas 500 meter dari permukaan laut. Kabupaten Tojo Una-Una adalah Kabupaten yang terdiri dari 12 kecamatan terinci dalam 6 kecamatan berada dalam Pulau Sulawesi sementara 6 kecamatan lainnya berbentuk kepulauan di luar Pulau Sulawesi. Kecamatan yang berada di Pulau Sulawesi yaitu Ampana Kota, Ampana Tete, Ratolindo, Ulubongka, Tojo dan Tojo Barat. Sedangkan yang berbentuk kepulauan adalah Una-una, Togean, Batudaka, Walea Kepulauan, Talatako dan Walea Besar.
Demografi
Kabupaten Tojo Una-Una memiliki batas bagian Utara dengan Provinsi Gorontalo, sedangkan bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Morowali. Sementara itu, pada bagian Timur Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Banggai dan bagian Barat berbatas dengan Kabupaten Poso. Penduduk Kabupaten Tojo Una-una tahun 2018 berjumlah 150.820 jiwa yang terdiri atas 77.111 laki-laki dan 73.709 perempuan, dengan rasio jenis kelamin 105. Kepadatan Penduduk di Kabupaten Tojo Una-una tahun 2018 adalah 26 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah Penduduk per rumah tangga 4 orang.
Iklim
Selama tahun 2018, curah hujan tertinggi berlangsung pada bulan Februari, sedangkan curah hujan terendah terdapat di bulan November. Sementara itu hari hujan tertinggi berada di bulan Juni dan yang terendah di bulan November.
Jumlah curah hujan dan jumlah hari hujan menurut bulan di Kabupaten Tojo Una-una :

DATA CURAH HUJAN

Januari   33,7 mm3               13 Hari
Februari   147 mm3       9 Hari
Maret   21 mm3    10 Hari
April                        21.20 mm3        12 Hari
Mei   32 mm3     14 Hari
Juni   27,80 mm3    15 Hari
Juli   27,80 mm3    14 Hari
Agustus   27,50 mm3    12 Hari
September   24,70 mm3    10 Hari
Oktober   18,80 mm3    12 Hari
November   16,90 mm3       8 Hari
Desember   29,40 mm3     13 Hari

SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG INVESTASI

1. AKSESIBILITAS TRANSPORTASI

Transportasi Darat

Jalur Transportasi Darat sudah dapat terhubung antara Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-una) denga semua Ibukota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah.

Transportasi Laut

Jalur Laut yang menghubungkan Pelabuhan Kota Ampana dengan berbagai Ibukota Kabupaten di Sulawesi Tengah: Pelabuhan Salakan (Bangkep), Bunta dan Luwuk (Banggai), Moutong dan Tinombo (Parigi Moutong), Banggai (Banggai Laut), Baturube dan Kolonodale (Morowali Utara). Sedangkan dari Ampana ke Ibukota Kecamatan terdapat beberapa Pelabuhan seperti Unauna, Wakai, Mantangisi serta Dermaga Kecil yang panjangnya kurang dari 50 M, seperti Dermaga Malenge, Pasokan dan Popolii, bahkan Pulau di wilayah Kepulauan Togean terdapat Tambatan Perahu.

Transportasi Udara

Jalur Tansportasi Udara dari Ampana ke berbagai Ibukota Kabupaten di Sulawesi Tengah belum tersedia penerbangan langsung, tetapi transit terlebih dahulu melalui Bandar Udara Sis Al-Jufri di kota Palu. Bandar Udara Tanjung Api Ampana diresmikan penggunaannya pada tanggal 20 Mei 2014, memiliki Landas Pacu 2.420 x 300 Meter dengan luas 68,1 M2.

2. PRASARANA JALAN

Jalan Menurut Kondisi

Panjang Jalan di Ibukota Tojo Una-una Tahun 2018 adalah 1168,15 Km, dengan kondisi baik sepanjang 558,05 Km (47,77%), kondisi sedang sepanjang 34,53 Km (2,96), kondisi rusak ringan sepanjang 352,10 Km (30,14%) dan kondisi rusak berat sepanjang 223,47 Km (19,13%).

Jenis Permukaan Jalan

Panjang jalan menurut jenis permukaan jalan adalah: jalan diaspal sepanjang 327,12 Km (28,00%), jalan kerikil sejauh 554,55 Km (47,47%), jalan tanah sepanjang 89,46 Km (7,66%) dan jenis permukaan lainnya sejauh 197,02 Km (16,87%).

3. KONDISI SOSIAL

Pendidikan

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi syarat dalam mencapai target pembangunan. Pendidikan menjadi kunci dalam peningkatan kualitas SDM. Karenanya pemerataan pendidikan untuk semua masyarakat perlu digalakkan. Data pendidikan yang disajikan berasal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una-Una. Dari data yang dapat dihimpun di tahun pelajaran 2017/2018 jumlah SD/MI sebanyak 192 unit, SLTP/MTs 65 unit, SLTA/MA/ SMK 26 unit dan Akademi/Perguruan Tinggi hanya 1 Unit.

Kesehatan

Selain pendidikan faktor penting lainnya yang menjadi penentu peningkatan kualitas SDM adalah kesehatan. Dalam hal ini mencakup kualitas kehidupan dan harapan hidup. Untuk itu, sasaran pembangunan diarahkan untuk menurunkan jumlah kematian bayi, ibu hamil, peningkatan harapan hidup serta status GIZI masyarakat. Data kesehatan diperoleh dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tojo Una-Una. Hasil imunisasi di tahun 2017 yang terbanyak adalah imunisasi Polio tahap 2 mencapai 3.112 orang balita. Sedangkan imunisasi Hepatitis B tahap 1 menjadi yang paling sedikit hanya mencapai 2.309 balita. Persentase peserta KB aktif tahun 2017 mencapai 80,85 %. Peserta KB terbanyak menggunakan suntikan yakni 11.691 pasangan. Suntikan masih menjadi pilihan utama sama seperti tahun sebelumnya.

4. LISTRIK DAN AIR BERSIH

Sebagai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat, Pemerintah mengupayakan program listrik masuk desa. Kebutuhan listrik di Tojo Una-Una dipenuhi oleh PT. PLN dengan Daya Terpasang 9.994 KWh dan jumlah Produksi Listrik tahun 2017 sebesar 34.227 KWh.

Ketersediaan air yang bersih dan sehat sangat dibutuhkan masyarakat. Produksi air minum di Kabupaten Tojo Una- Una tahun 2017 berjumlah 652.679 m3 dengan total jumlah pelanggan sebanyak 13.203 pelanggan.
PROSEDUR INVESTASI
Investasi akan menjadi Penopang Utama dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kabupaten Tojo Una-una, yang didukung oleh beberapa Sektor seperti Potensi Pertumbuhan Ekonomi di bidang Pertanian, Perkebunan dan Perdagangan. Pada 12 Kecamatan rata-rata Penghasilan Masyarakat adalah dari bidang Pertanian dan Perkebunan.

Berdasarkan Peraturan Bupati Tojo Una-Una Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pendelegasian Kewenangan Penandatanganan Perizinan dan Non Perizinan, disebutkan bahwa Bupati mendelegasikan kewenangan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk menandatangani Perizinan dan Non Perizinan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penyederhanaan pelayanan perizinan yang mudah, murah dan pasti.
INSENTIF YANG DIBERIKAN KEPADA INVESTOR
Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Nomor 8 Tahun 2017 Daerah memberikan Insentif kemudahan kepada Investor. Pemberian Insentif Penanaman Modal Daerah dimaksud adalah merupakan Dukungan dari Pemerintah Daerah kepada Investor dalam rangka mendorong Peningkatan Penanaman Modal di Daerah. Sedangkan pemberian kemudahan Penanaman Modal Daerah adalah Penyediaan Fasilitas dari Pemerintah Daerah kepada Penanaman Modal untuk mempermudah setiap Kegiatan Penanaman Modal dalam rangka mendorong Peningkatan Penanaman Modal di Daerah.

Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan diberikan kepada Penanam Modal yang memenuhi salah satu Kriteria sebagai berikut:

1.

Memberikan Kontribusi bagi Peningkatan Pendapatan Masyarakat

2.

Menyerap banyak Tenaga Kerja Lokal

3.

Menggunakan sebagian Besar Sumber Daya Lokal

4.

Memberikan Kontribusi bagi Pelayanan Publik

5

Memberikan Kontribusi dalam Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto

6.

Berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan

7.

Termasuk Skala Prioritas Tinggi dalam mendukung Program Pemerintah

8.

Termasuk Pembangunan Infrastruktur

9.

Melakukan Alih Teknologi

10.

Melakukan Industri Pionir

11.

Berada di Daerah Terpencil, Daerah Tertinggal atau Daerah Perbatasan

12.

Melakukan Kegiatan Penelitian , Pengembangan dan Inovasi

13

Bermitra dengan Usaha Mikro atau Koperasi; atau

14.

Industri yang menggunakan Barang Modal, Mesin atau Peralatan yang diproduksi didalam Negeri.

Jenis Usaha dan Kegiatan yang diprioritaskan mendapatkan pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan adalah :

Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Perikanan

Perdagangan dan Industri

Pariwisata

Infrastruktur.

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI / PERDAGANGAN DAERAH

Strategi Dan Arah Kebijakan Kepala Daerah Dalam Mengembangkan Kemitraan Usaha Lokal, Investasi Dan Pengembangan Infrastruktur

Strategi
Pembangunan Prasarana Jalan dan Jembatan

Arah Kebijakan

  • - Pembangunan Jalan Antar Kecamatan dan Desa serta jalan antar Desa
  • - Pembangunan Jembatan
  • - Perbaikan Jalan dan Jembatan

Strategi
Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan Laut

Arah Kebijakan

  • - Pembangunan Dermaga dan Tambatan Perahu
  • - Pembangunan Fasilitas Pelabuhan

Strategi
Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara

Arah Kebijakan
- Pembangunan dan Peningkatan Fasilitas Bandar Udara

Strategi
Pembangunan dan Perbaikan Saluran Irigasi

Arah Kebijakan
Pembangunan Irigasi Untuk Areal Sawah Baru

Strategi
Peningkatan Pembangunan Perumahan, Pemukiman, Drainase, Air minum / Bersih dan Keciptakaryaan lainnya

Arah Kebijakan

  • - Penataan Kawasan Permukiman, dan Keciptakaryaan lainnya
  • - Pembangunan Sarana Air Bersih di Wilayah Kepulauan dan Daerah Terpencil

Strategi
Penyediaan Tenaga Listrik dan Sarana Telekomunikasi

Arah Kebijakan
- Penyediaan Tenaga Listrik dan Sarana Telekomunikasi

SUB-SEKTOR PERTANIAN,
Tanaman Pangan

Selama tahun 2017, komoditi jagung merupakan tanaman palawija yang memiliki luas panen terbesar yaitu 11.804 ha dan total produksi mencapai 60.147 ton, sedangkan tanaman padi hanya 1.956 ha, dengan produksi 8.461 ton, terdiri dari padi sawah 11.338 ha, produksi 6.394 ton dan padi ladang 618 ha dengan produksi 2.067 ton, luas panen terendah adalah kacang hijau 43 ha dengan produksi 30 ton.

Hortikultura:

Buah-buahan

Produksi tertinggi tanaman buah-buahan adalah durian dengan jumlah tanaman menghasilkan 3.577 ha dengan produksi 39.941 kwintal, sedangkan rambutan jumlah tanaman menghasilkan 2.340 ha dengan produksi 21.217 kwintal, tanaman menghasilkan terendah adalah belimbing 15 ha dengan produksi 91 kwintal.



Sayur-sayuran

Tanaman sayur-sayuran pada tahun 2017 di Kabupaten Tojo Una-Una didominasi oleh cabai besar dengan luas panen 125 ha dan produksi 193,88 kwintal (19,388 ton), kacang panjang dengan luas panen 91 ha (produksi 66,157 ton), sedangkan luas panen terendah adalah bawang merah hanya 27 ha dengan produksi 90,59 kwintal (9,059 ton)


SUB-SEKTOR PERKEBUNAN

Total area yang dimanfaatkan untuk Tanaman Perkebunan pada tahun 2017 mencapai 32.677 Ha yang terbesar di 9 Kecamatan, kecuali Kecamatan Ratolindo, Batudaka dan Walea Besar. Dari luas tersebut, luas tanaman kelapa adalah 19.868 ha (60,80 %) dan produksi 26.846,50 ton, luas tanaman kakao sekitar 10.370 ha (31,73 %) dan produksi 7.649,15 ton, luas tanaman cengkeh adalah 2.127 ha (6,51 %) (6,51 %) dan produksi 1.701,60 ton, luas tanaman kopi sekitar 275 ha (0,84 %) dan produksi 27,57 ton, sedangkan sisanya 37 ha (0,11 %) adalah luas tanaman lada dengan jumlah produksi 24,79 ton.


SUB-SEKTOR PETERNAKAN

Populasi Sapi di Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2017 mencapai 35.437 ekor dibanding 2016 meningkat 19,41 %, Kambing mencapai 30.070 ekor mengalami penurunan 22,56 % jika dibanding 2016, demikian pula Kuda juga menurun 31,49 dari 451 ekor tahun 2016 menjadi 309 ekor pada tahun 2017, sedangkan Babi meningkat 20,57 %, dari 5.405 tahun 2016 menjadi 6.517 ekor pada tahun 2017. Jika diamati berdasarkan kecamatan, maka pada tahun 2017, Kecamatan Ampana Tete memiliki populasi Ternak Sapi terbesar di Kabupaten Tojo Una-Una sedangkan Kecamatan yang memiliki populasi Ternak Sapi terkecil adalah Kecamatan Talatako, yaitu 280 ekor atau hanya 0,79% dari jumlah Ternak Sapi tersebar di seluruh Kecamatan. Selanjutnya populasi Kambing juga tersebar di semua Kecamatan, kecuali Kecamatan Batudaka, populasi Ternak Kambing terbesar di Kecamatan Tojo Barat mencapai 5.089 ekor atau 16,92 % dari seluruh populasi di Kabupaten Tojo Una-Una, Populasi Ternak Kambing terkecil di Kecamatan Walea Besar, yaitu 220 ekor atau 0.73 %. Sedangkan Populasi Kuda hanya dikembangkan di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampana Tete, Ampana Kota dan Ratolindo. Jumlah populasi Kuda hanya 309 ekor, demikian pula dengan ternak Babi hanya ada di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Tojo Barat, Kecamatan Tojo, Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Ampana Tete dengan jumlah Populasi 6.517 ekor.


SUB-SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

Volume produksi perikanan tangkap di Kabupaten Tojo Una- Una sampai Triwulan II pada tahun 2018 mencapai 3.273 Ton dengan nilai produksi Rp. 96.698.100.000. Dari sisi Volume produksi yang terbesar berada di Kecamatan Tojo mencapai 753,6 Ton atau 23,02%, sedangkan yang terendah di Kecamatan Ulubongka hanya 57,7 Ton atau 1,76% dari total volume produksi. Sedangkan dari sisi nilai produksi yang terbesar adalah Kecamatan Talatako mencapai Rp. 21.222.000.000 atau 21,95% dan yang terendah di Kecamatan Ampana Kota yaitu Rp. 1.225.00.000 atau 1,27% dari nilai produksi periode yang sama.


SUB-SEKTOR PARIWISATA

Pengembangan Pariwisata saat ini makin penting tidak saja dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga dalam rangka memperluas kesempatan kerja. Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una merupakan salah satu tujuan wisata baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Banyaknya objek wisata di Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2017 yaitu 64 obyek. selama tahun 2017 tercatat 12.955 wisatawan datang ke Tojo Una-Una yang, yang terdiri dari 5.378 wisatawan domestic dan 7.617 wisatawan mancanegara.

Destinasi pariwisata Kepulauan Togean yang telah terolah mencapai areal + 362.605 Ha, termasuk Potensi Wisata Bawah Laut (Sport-diving) dan terbesar di Kecamatan Batudaka, Kecamatan Unauna, Kecamatan Togean, Kecamatan Walea Kepulauan, Kecamatan Talatako dan Kecamatan Walea Besar. Selain Potensi wisata Bahari juga terdapat Obyek Wisata lain yakni Tanjung Api di Kecamatan Ampana Tete, Permandian Malotong di Kecamatan Ampana Kota, Permandian Air Panas Marowo dan Sungai Bongka di Kecamatan Ulubongka, Permandian Air Terjun Toliba, Gua Tua Molangke Tombiano dan Pantai Matako di Kecamatan Tojo Barat dan Danau Banano di Kecamatan Tojo.


SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Yang menjadi Potensi Sektor Pertambangan adalah:

  • Batu Gamping, membentuk morfologi Perbukitan yang menonjol yang terdiri dari beberapa rangkaian Perbukitan yang berarah Barat – Timur dengan ketinggian berkisar dari 10.100 meter dari permukaan laut, tersebar di Kepulauan Malenge dan Pulau Walea Kodi di Kecamatan Walea Kepulauan;
  • Pasir Batu (sirtu): Potensi terbesar terletak di Kecamatan Una-Una yang terdapat di beberapa sungai dengan Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Walea;
  • Lempung Merah, tersebar luas di Kecamatan Togean dengan potensi seluas 160,38 Ha di Desa Langger – Baulu dan Desa Lebiti dengan Morfologi bergelombang dan datar;
  • Belerang, dijumpai di Gunung Colo, Pulau Una-Una dengan luas potensi 6,75 Ha
  • Lignit, terdapat di Kecamatan Una-una di jalan Wakai seluas 16,5 Ha;
  • Mineral Logam: potensi di Kecamatan Walea Besar sebesar 560,6 Ha, di Kecamatan Tojo sebesar 42 Ha dan Kecamatan Ulubongka sebesar 40 Ha
  • Batu Andesit: Andesit – Bagal terdapat di beberapa tempat dalam formasi Batuan Gunung Api muda Qv dan Qpv di pulau Una-Una dan formasi Lonsio (TMPL) dipulau Togean; h.
  • Turf: potensi terbanyak di Kecamatan Walea Kepulauan seluas 28 Ha, di Kecamatan Togean dan Kecamatan Walea Besar
  • Marmer yang berwarna Hijau, Kuning Kehijauan dan Kuning Kecoklatan tersebar di Kecamatan Tojo Barat, Kecamatan Tojo dan Kecamatan Ampana Kota;
  • Kaolin terdapat di Desa Ao Beko, Pulau Togean dengan potensi luas 32,48 Ha;
  • Nikel terdapat pada blok Ulubongka dengan potensi 966 ha dan Kecamatan Ampana Tete seluas 960 ha.

  • Selain Potensi Pertambangan, Kabupaten Tojo Una-Una juga memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berada di Sungai Bongka Kecamatan Ulubongka.

    SEKTOR PERDAGANGAN

    Pembangunan perdagangan ditujukan untuk meningkatkan aktivitas pere-konomian kota dan pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat baik penjual maupun pembeli. Halhal penting dalam perdagangan seperti mutu produk dan pemasaran merupakan kunci dalam rangka peningkatan volume perdagangan. Disamping itu perlu juga campur tangan pemerintah dalam menyusun system tata niaga dan distribusi barang agar ada jaminan dan kepastian untuk menciptakan iklim usaha yang berdaya saing. Jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Tojo Una-Una mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi pada jenis sarana perdagangan toko, kios dan warung. Sedangkan jumlah pasar tidak mengalami perubahan. Sarana Perbankan dan Koperasi yang terdiri dari Bank berjumlah 6 Bank dan 66 Koperasi, 6 KUD dan 60 non KUD.

    TABULASI DATA
    PETA KABUPATEN TOJO UNA-UNA
    KONTAK INVESTASI

    DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

    KABUPATEN TOJO UNA-UNA
    Alamat : Jl. Merdeka Kota Bumi Mas Uemalingku 94683

    E-mail : perizinantouna@gmail.com

    Back to top
    Go to bottom
    iden
    190041
    TodayToday643
    YesterdayYesterday1220
    This_WeekThis_Week1863
    This_MonthThis_Month13860
    All_DaysAll_Days190041

    Free Joomla! template by L.THEME