SAMBUTAN

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Humbang Hasundutan

Resva Panjaitan, SE., MM.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerahNya sehingga Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan dapat menyusun dan menerbitkan buku “Travel Guide to Humbang Hasundutan (North Sumatera Province)”. Buku ini merupakan sarana informasi untuk para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Sebagai salah satu kabupaten di Kawasan Danau Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki banyak potensi wisata yang mempesona dan layak dikembangkan dan dikunjungi oleh para wisatawan. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah menginisiasi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi seiring dengan penetapan KSPN Danau Toba dan sekitarnya menjadi salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata prioritas nasional. Sebagai bagian dari KSPN Danau Toba dan sekitarnya, kepariwisataan Kabupaten Humbang Hasundutan diharapkan dapat berkontribusi terhadap terwujudnya destinasi pariwisata ini menjadi destinasi pariwisata unggulan nasional

Salah satu daya tarik wisata yang potensial untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Humbang Hasundutan adalah potensi wisata budaya dan sejarah peninggalan Raja Sisingamangaraja yang hampir ada di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan mengingat Humbang Hasundutan adalah tanah kelahirannya, selain itu juga potensi wisata alam seperti Sipinsur, Lembah Bakara, Air Terjun Janji dan agro wisata juga menjadi daya tarik wisata lainnya. Semua potensi wisata ini harus kita eksplorasi, dengan bantuan kerjasama kita untuk menggali, mengelola, mengembangkannya dan menginformasikannya sehingga semakin dikenal dan dikunjungi oleh para wisatawan.

Semoga dengan kehadiran buku “Travel Guide to Humbang Hasundutan (North Sumatera Province)” ini dapat semakin memberikan informasi yang berguna bagi semua kalangan yang membutuhkan serta dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri serta menjadi bahan referensi bagi para investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di sektor kepariwisataan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Salam Pariwisata

Sambutan Direktur PIDII

Agus Suryadi

Diawali dari sebuah kesadaran akan kebutuhan yang besar terhadap informasi industri pariwisata yang lengkap dan mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta dapat memberikan berbagai pelayanan informasi untuk para turis dan tamu yang berkunjung serta masyarakat pada umumnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT. Qayris Cipta Kreasindo serta didukung oleh ASITA, memprakarsai penerbitan buku Travel Guide to Humbang Hasundutan (North Sumatera Province).
Buku ini mencoba mengungkap secara lengkap tentang potensi obyek wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan segala keindahan yang mempesona yang dimiliki serta petunjuk tentang akses menuju ke lokasi, sarana dan prasarana yang tersedia, obyek wisata dan kuliner yang tersedia dan informasi umum lainnya.

Harapan kami, semoga penerbitan buku Travel Guide to Humbang Hasundutan North Sumatera Province) ini dapat meningkatkan pelayanan informasi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kepada berbagai kalangan yang membutuhkan informasi, baik untuk masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan maupun wisatawan dan tamu yang datang ke Kabupaten Humbang Hasundutan dengan berbagai kepentingan.

Pusat Informasi Data Investasi Indonesia

Sambutan Ketua Umum
Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita)

DR Nunung Rusmiati, M.Si

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), mengapresiasi dan menyambut baik diterbitkannya buku Travel Guide to Humbang Hasundutan (North Sumatera Province) oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT. Qayris Cipta Kreasindo, yang merupakan salah satu langkah maju pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan informasi kepada para wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Kabupaten Humbang Hasundutan.

Semoga buku ini dapat berperan sebagaimana mestinya, yaitu menjadi media informasi yang dapat membantu memandu para wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata sekaligus menjadi referensi bagi para wisatawan dalam dan luar negeri dalam mencari destinasi pariwisata unggulan daerah.

Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses atas diterbitkan nya buku Travel Guide to Humbang Hasundutan (North Sumatera Province),  semoga inisiatif ini berdampak pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik local maupun asing ke Kabupaten Humbang Hasundutan.

GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak, Luas dan Batas Wilayah
Humbang hasundutan gu 06

Secara geografis, Kabupaten Humbang Hasundutan berada di bagian tengah Sumatera Utara pada jajaran Bukit Barisan dan terletak pada garis 2º1’–2º28’ Lintang Utara dan 98º10’–98º58’ Bujur Timur. Luas Kabupaten Humbang Hasundutan adalah 251.765,93 Ha yang terdiri dari daratan seluas 250.271,02 Ha dan perairan Danau Toba seluas 1.494,91 Ha.

Secara administratif, Kabupaten Humbang Hasundutan diapit oleh 4 (empat) kabupaten dengan batas-batas sebagai berikut:

  • Kabupaten Samosir di sebelah Utara;
  • Kabupaten Tapanuli Utara di sebelah Timur;
  • Kabupaten Tapanuli Tengah di sebelah Selatan; dan
  • Kabupaten Pakpak Bharat di sebelah Barat.

Pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutan terdiri dari 10 kecamatan (Pakkat, Onan Ganjang, Sijamapolang, Doloksanggul, Lintong Nihuta, Paranginan, Baktiraja, Pollung, Parlilitan dan Tarabintang), 1 kelurahan dan 153 desa serta dihuni oleh 184.915 penduduk yang terdiri dari 91.789 laki-laki dan 93.126 wanita (rasio: 98,56). Kepadatan penduduk tecatat 73 orang/km2.

Geografi, Tofografi Dan Iklim
Humbang hasundutan gu 03 Humbang hasundutan gu 01

Topografi Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki struktur berbukit, bergelombang dan sebagian dataran tinggi yang terhampar luas, dengan iklim tropis dan suhu antara 17–29ºC. Rata-rata Kelembaban Udara sebesar 85,04% dan berada pada ketinggian 330–2.075 meter di atas permukaan laut (mdpl). Rata-rata curah hujan per bulan (2017) adalah 208,06 mm dengan 17 hari hujan. Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki topografi dan kontur tanah yang beraneka ragam yaitu daerah datar (11%), daerah landai (20%) dan daerah miring/terjal (69%).

INFORMASI BERBAGAI FASILITAS PENDUKUNG PARIWISATA
Bandara

Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII (Sisingamangaraja XII International Airport) (IATA: DTB, ICAO: WIMN), sebelumnya bernama Bandar Udara Internasional Silangit, terletak di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Bandar udara ini memiliki ukuran landas pacu 2.400 m x 30 m. Jarak dari pusat kota Doloksanggul sekitar 33,9 km dengan waktu tempuh 45 menit. Luas Terminal saat ini : 100 m2 (Terminal A) & 700 m2 (Terminal B); Fasilitas Navigasi : NDB, AFIS, PAPI & DVOR/DME; Fasilitas Keamanan Penerbangan : X-Ray Baggage, X-Ray Cabin, Walk-through Metal Detector & Handheld Metal Detector; Fasilitas Keselamatan Penerbangan : PKP-PK Type V, Gunebo & Ambulance; Fasilitas Listrik : Generator Set 25 & 125 KVA, Airfield Lighting System (AFL), Apron Light & Apron Flood Light; Fasilitas Terminal : Conveyor Belt, Timbangan Digital, Running Text, LCD Information; Fasilitas Peralatan : Wheel Tractor Rotary Mower, Hand Mower. Dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan yang dimilikinya, saat ini Bandara Silangit adalah satu-satunya bandara kelas IV yang memiliki fasilitas dan kemampuan setara bandara kelas II di Indonesia.


Saat ini Bandara Silangit dilayani operator Susi Air untuk Rute Medan - Silangit dan Gunung Sitoli - Silangit. Program penerbangan langsung Jakarta - Silangit dilayani oleh Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan Batik Air. Sriwijaya Air merupakan maskapai perdana yang mengoperasikan Boeing 737-800 NG di rute Jakarta-Silangit. Progress penumpang dari dan ke Bandara Silangit mencapai rata-rata 100% setiap tahunnya. Pada Tahun ini penumpang dari dan ke Bandara Silangit ditargetkan mencapai 25.000 pax, meningkat 120 % dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 12.009 pax. Bandara Silangit juga sedang dipersiapkan untuk melayani peningkatan wisatawan ke Danau Toba dan area Tapanuli lainnya.

Pelabuhan

Dermaga Marbun Toruan dibangunDermaga Marbun Toruan dibangundi Kecamatan Baktiraja, HumbangHasundutan (Humbahas). DisampingDermaga Marbun Toruan, dermagalain yang ada di sekitaran KecamatanBaktiraja yakni Dermaga Onan Lobu,Dermaga Simangulampe dan DermagaTipang. Pembangunan dermaga iniuntuk mendukung pengembanganpariwisata Danau Toba di Humbahas.

Jalan Raya

Sepanjang 43 km jalan Negara, 111,2 km jalan provinsi, 917,2 km jalan kabupaten, 185 km jalan desa dengan kondisi 756,52 km kondisi baik ; 184,29 km kondisi sedang ; 72,63 km kondisi rusak ; dan 242,95 km rusak berat.

Perbankan
FASILITAS UMUM
Kesehatan
Humbang hasundutan fu 01 Humbang hasundutan fu 02 Humbang hasundutan fu 04

Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki 1 Rumah Sakit Umum Daerah yang berlokasi di Kecamatan Doloksanggul; 4 Rumah Bersalin berlokasi di Kecamatan Pakkt, Doloksanggul, Lintong Nihuta dan Parlilitan; 12 Puskesmas, 23 Pustu, 159 Poskesdes, 249 Posyandu, 5 Balai Pengobatan, 9 Apotik dan 18 Toko Obat terdaftar. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan adalah sebagai berikut: 29 Dokter Umum, 10 Dokter Spesialis, 6 Dokter Gigi; 232 Perawat Umum, 10 Perawat Gigi, 320 Bidan; 4 Apoteker, 11 Asisten Apoteker; 29 Sarjana Kesehatan Masyarakat, 4 Sanitarian, 5 tenaga Gizi, 2 Keterapian Fisik, 12 Keteknisan Medis, 9 Analis Kesehatan dan 1 Psikolog.

Pos dan Telekomunikasi
Humbang hasundutan fu 06

Kabupaten ini memiliki 5 Kantor Pos berlokasi di Kecamatan Pakkat, Onan Ganjang, Doloksanggul, Lintong Nihuta dan Parlilitan. Juga terdapat 60 Menara Telekomunikasi milik perusahaan jasa telekomunikasi.

Kantor Polisi

Kantor Polisi

table2

USAHA JASA DAN INDUSTRI PARIWISATA
Hotel, Villa dan Homestay

Hotel, Villa dan Homestay

table3

Restoran/Rumah Makan

Terdapat restoran/rumah makan, café dan bar di Kabupaten ini.
RESTORAN/RUMAH MAKAN

table5
table6

 

Café / Karaoke

Café / Karaoke

table7
 

 

Bakery

Bakery

table8
 

 

Transportasi

Terdapat Perusahaan Angkutan Umum.

table10
 

 Data Angkutan Travel Doloksanggul – Bandara Silangit

table11

Data Angkutan Damri Doloksanggul – Bandara Silangit

table12
Pub, Spa, Salon, Billyard, Pijat (Massage)

SPA / SALON

table13
 
Toko Sovenir dan Oleh–oleh

SPA / SALON

table14
 
PROFIL PARIWISATA HUMBANG HASUNDUTAN
Wisata Alam
sample38
Lembah Bakara

Oleh para ahli Geologi, lembah ini disebut sebagai Miniatur Geopark Kaldera Toba yang terdiri atas keanekaragaman Geologi (Geodiversity), Biologi (Biodiversity) dan Budaya (Culturediversity). Di Lembah Bakara ini hidup 6 Marga penduduk asli, yaitu: Marga Bakara, Sinambela, Sihite, Manulang, Marbun dan Simamora yang masing-masing memiliki perkampungan asli. Hidup dari pertanian (padi, bawang dan mangga).

sample38
Air Terjun Simolap

Terletak di Desa Baringin, Kecamatan Parlilitan, berjarak sekitar 14,5 km dari ibukota Kecamatan atau 24 km dari Kota Doloksanggul, dan memiliki ketinggian 65 m. Air terjun ini berpeluang dijadikan tempat pemancingan dan pemandian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Air Terjun Aek Pollung

Berlokasi di Desa Purba, dengan ketinggian air terjun sekitar 30 m, jaraknya sekitar 50 km dari Kota Doloksanggul dengan 1,5 km jalan setapak menuju lokasi.

sample38
Air Terjun Sibokkik

Terletak di Desa Pinim, Kecamatan Tarabintang berasal dari aliran sungai Aek Rambe. Berjarak 8,5 Km dari Kecamatan dengan ketinggian sekitar 20 m. Tempat ini cocok untuk dijadikan tempat pemancingan dan pemandaian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Air Terjun Tahur Jati

Berada di Desa Rura Aek Sopang, Kecamatan Pakkat, dengan ketinggian hanya 5 m. Jarak dari Kota Doloksanggul sekitar 50 km, dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 dan jalan setapak sekitar 1 km. Sarana dan prasarana belum ada, berpotensi untuk kegiatan menantang alam dan kegiatan lintas alam lainnya.

sample38
Air Terjun Simandame

Terletak di Desa Sibokkare dengan ketinggian sekitar 25 m. Berjarak sekitar 50 Km dari Kota Doloksanggul dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, ditambah jalan setapak sepanjang 500 m yang masih perlu diperbaiki. Selanjutnya akan dibangun shelter dan wahana serta kolam pemancingan. Pemandangan yang begitu asri dan indah ditambah kesejukan dan kenyamanan di daerah ini, akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.

sample38
Air Terjun Ompu Lagang

Lokasinya di Desa Sihikkit, Kecamatan Onan Ganjang dari Sungai Aek Mahumba. Berjarak sekitar 6,5 km dari ibukota Kecamatan dengan ketinggian sekitar 25 m. Sangat berpeluang dijadikan tempat pemancingan dan pemandaian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Air Terjun Sibabo

Lokasi air terjun ini di Desa Sionom Hudon Selatan dengan ketinggian air terjun sekitar 35 m dan kedalaman air + 1,5 m. berjarak sekitar 50 km dari kota Doloksanggul dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan roda-2 atau roda-4. Sarana dan prasarana belum memadai, perlu dibangun pagar pengaman di sekeliling air terjun untuk keamanan pengunjung.

sample38
Air Terjun Simursa

Berada di Desa Gaman, Kecamatan tarabintang dari Sungai Simursa. Jarak dari ibukota Kabupaten sekitar 12 Km dengan ketinggian 15 m. lokasi berpeluang dijadikan tempat pemancingan dan pemandian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Aek Silang dan Aek Simangira

Sungai pensuplai air terbesar untuk Danau Toba, disamping untuk keperluan pertanian dan wisata arung jeram. Aek Silang berada di Desa Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul dan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Berjarak sekitar 4 km dari kota Doloksanggul dengan arus deras dan bebatuan yang terjal.

sample38
Sungai Aek Toba

Sungai ini berada di Desa Tipang sepanjang 2,5 km dan lebar 1 m merupakan sungai yang berasal sari Air Terjun Sipultak Hoda, digunakan untuk pengairan sawah warga.

sample38
Pulau Sirunghungon

Pulau ini letaknya paling ujung Desa Tipang, memiliki pantai indah dengan air yang sangat jernih, berpotensi sebagai Pulau Wisata.

sample38
Pulau Simamora

Pulau lain di Desa Tipang, yang dikatakan para ahli sebagai akibat letusan supervolkano Toba puluhan ribu tahun yang lalu. Pulau ini diperkirakan seluas 10 ha dan tidak berpenghuni namun potensial untuk dikembangkan sebagai Pulau Wisata.

sample38
Air Terjun Binanga Janji

Air Terjun Janji memiliki ketinggian sekitar 30 m, dilengkapi dengan patung ikan raksasa, sangat indah dan menawan. Secara geologi terjadinya air terjun ini akibat dari letusan Gunung Toba pada 74.000 tahun yang lalu. Terletak di Desa Marbun berjarak sekitar 1 km dari ibukota Kecamatan Baktiraja atau + 22 km dari kota Doloksanggul dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4 dengan kondisi jalan beraspal yang baik, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 100 m saja. Terdapat sarana dan prasarana, semuanya masih sangat alami. Pada hilir air terjun ini terdapat pantai yang menghadap sisi Danau Toba yang dapat digunakan untuk lokasi waterboom, camping ground, lokasi pemancingan dan menjala ikan. Fasilitas yang sudah ada baru kamar mandi dan toilet umum, tangga dan warung-warung.

sample38
Air Terjun Sipultak Hoda

Lokasi air terjun ini di Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja yang dapat dijadikan sebagai pemandian alam dengan kedalaman air sekitar 1 m. Jarak dari kota Doloksanggul sekitar 24 km yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4, kondisi jalan beraspal, selebihnya sekitar 200 m ditempuh dengan berjalan kaki. Lokasi ini dapat digunakan pula sebagai area camping ground, trekking  dan lokasi pemancingan.

sample38
Air Terjun Simarpangpang

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 150 m. Berlokasi di Desa Sionom Hudon, Kecamatan Parlilitan, dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2.

sample38
Air Terjun Namo Sarangan

Lokasi air terjun ini di Desa Rura Tanjung, Kecamatan Pakkat, dengan ketinggian sekitar 15 m. Berjarak sekitar 50 Km dari Kota Doloksanggul, dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4 dan dilanjutkan dengan jalan setapak sekitar 1 km. jika dapat dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, lokasi ini akan banyak menarik wisatawan untuk melakukan kegiatan canoeing, arung jeram dan lintas alam.

sample38
Air Terjun Sipulak

Lokasi air terjun ini di Desa Pakkat Hauagong, Kecamatan Pakkat, berjarak sekitar 50 Km dari Kota Doloksanggul. Di lokasi ini belum terdapat sarana dan prasarana, dapat dijadikan sebagai wisata arung jeram dan pembangkita tenaga listrik untuk masyarakat sekitar. Panorama alam di sekitar sangat memukau, alami dan menyejukkan.

sample38
Air Terjun Pedungdung

Lokasi air terjun ini di Desa Pakkat Hauagong, Kecamatan Pakkat, berjarak sekitar 50 Km dari Kota Doloksanggul. Di lokasi ini belum terdapat sarana dan prasarana, dapat dijadikan sebagai wisata arung jeram dan pembangkita tenaga listrik untuk masyarakat sekitar. Panorama alam di sekitar sangat memukau, alami dan menyejukkan.

sample38
Air Terjun Raja Panopa

Berada di Desa Sihikkit I, Kecamatan Onan Ganjang dari Sungai Aek Pongga, berjarak sekitar 4,2 km dari ibukota Kecamatan. Ketinggian air terjun sekitar 30 m. Sangat berpeluang dijadikan tempat pemancingan dan pemandaian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Air Terjun Sipang

Berada di Desa Pusuk II, Kecamatan Parlilitan dari sungai Aek Sipang. Berjarak sekitar 18 km dari Kecamatan dengan ketinggian air terjun sekitar 18 m. Sangat berpeluang dijadikan tempat pemancingan dan pemandaian alam di daerah aliran sungai dengan pemandangan sekitar yang sangat mempesona. Fasilitas yang ada berupa jalan setapak.

sample38
Panorama Obyek Wisata Sipinsur

Sipinsur merupakan obyek wisata dengan pemandangan yang luar biasa indahnya dan hutan pinus yang masih terawat, berada di perbukitan dengan ketinggian 1.213 m dpl dengan luas 4 ha. Tempat ini sangat digemari untuk rekreasi keluarga, perkemahan, lintas alam dan wisata rohani. Fasilitas yang tersedia yaitu: openstage untuk pertunjukan berbagai kegiatan, permainan anak, gazebo, selasar, kios mini, warung, jogging track, lokasi parkir, lampu penerangan, dll. Dari Sipinsur pengunjung dapat mamandang Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara dan Toba Samosir.

sample38
Aek Simonggo

Sebuah sungai besar dan indah, airnya jernih dan berpotensi dikembangkan sebagai lokasi arung jeram. Saat ini potensi Aek Simonggo sudah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

sample38
Sungai Aek Dolok

Sungai ini juga berasal dari Air Terjun Sipultak Hoda, ada di Desa Tipang dengan Panjang 4 km lebar 1 m. Juga digunakan sebagai tali air untuk pengairan sawah warga yang dikelola oleh Kelompok Sihali Aek Dolok dibawah pengawasan Komunitas Masyarakat Raja Napitu Desa Tipang

sample38
Panorama Desa Tipang

Desa Tipang adalah daerah yang berada di tepian Danau Toba. Alamnya sangat indah mempesona, dengan didukung oleh air terjun, pulau-pulau kecil dan beberapa lokasi situs budaya. Di daerah ini dapat ditemukan hamparan sawah yang luas dengan distem irigasi tradisional yang terkelola dengan baik sampai saat ini. Salah satu tradisi yang tetap dilakukan sampai sekarang adalah Marsirimpa Sihali Aek yaitu membersihkan tali air ketika hendak memasuki musim tanam padi. Jarak dari Kota Bakara (ibukota Kecamatan Baktiraja) ke Desa Tipang hanya sekitar 2 km yang dapat ditempuh melalui jalan darat  dengan akses jalan yang sudah baik. Selain tu juga dapat m,enggunakan transportasi air dari dermaga Bakara menuju dermaga Desa Tipang. Huta atau kampung di Desa Tipang ini umumnya memilik Parik (tembok keliling semacam banteng) yang terbuat dari batu bersusun.

sample38
Dolok Pinapan

Nama sebuah gunung di Kawasan Bukit Barisan yang memiliki kandungan emas dan sejak ratusan tahun yang lalu dieksploitasi masyarakat setempat secara tradisional. Disini juga dijumpai lembah yang memiliki hamparan sawah yang luas mempesona.

Wisata Budaya / Sejarah / Religi

Komplek Istana Raja Sisimangaraja

Komplek Istana Raja Sisimangaraja

Istana Sisingamangaraja Dinasti Raja Sisimangaraja diperkirakan berlangsung dari tahun 1530-1907 berpusat di Bakara (sekarang bernama Kecamatan Baktiraja), yang berlangsung selama 12 generasi (Raja Sisingamanga raja 1 – XII). Pada mulanya pusat Istana berada di dekat Danau Toba yakni di Lumban Pade, Desa Sinambela, Kecamatan Baktiraja. Ketika Pasukan Paderi menyerang Tanah Batak (sekitar tahun 1825), Istana tersebut dibakar oleh Pasukan Tuanku Rao yaitu pada masa Perang Paderi 
Istana Sisingamangaraja01 Istana Sisingamangaraja0

 1. Istana Sisingamangaraja03

Istana Raja Sisingamangaraja XI : Raja Sisingamangaraja XI membangun Istana Raja di Lumbanraja sekitar tahun 1835-1845 (sekarang Desa Simamora). Ketika Belanda menyerang Tanah Batak, sekitar tahun 1878, Istana Raja ini dibakar habis oleh penjajah Belanda. 

2. Hasil gambar untuk makam sisingamangaraja

Makam Raja Sisingamangaraja XI: terdapat di bagian atas (sebelah Timur) Kompleks Istana Raja Sisingamangaraja, berukuran 5 x 5 m dengan ukiran gorga singa-singa, bendera, stempel dan tulisan kebesaran Sang Raja.

3. bale pasogit

Bale Pasogit (Balai Peribadatan) terletak di Desa Simamora, Kecamatan Baktiraja, sekitar 15 km dari Kota Doloksanggul, berupa bangunan dari kayu beratap ijuk berukuran 4 x 4 m.

4. Batu Siungkap Ungkapon

Batu Siungkap-Ungkapon juga terletak di Desa Simamora sebagai salah satu warisan tradisi pertanian dari Raja Sisimangaraja, dalam fungsinya sebagai Raja Pabaringin beliau memimpin penanaman padi serentak bagi warga Bakara dengan membuka batu ini. Jenis padi ditentukan dari semut yang keluar dari batu tersebut. Jika yang keluar semut merah, padi yang ditanam juga harus padi merah.

5. batu hundul hundulan

Batu Hundul-Hundulan batu yang dipercaya sebagai tempat duduk Raja Sisingamangaraja yang berlokasi di Desa Sinambela, dekat Hariara Tunghot. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan roda-2 atau roda-4 dengan fasilitas jalan yang cukup baik.

6. Hariara

Hariara Tunghot: adalah sebuah pohon peninggalan Raja Sisingamangaraja I yang konon berasal dari tongkat Sang Raja yang ditancaokan di tanah. Pohon ini unik karena daunnya terbalik, karenanya disebut juga sebagai hau partanda (pohon pemberi tanda). Karena termakan usia, pada tahun 2012 pohon tersebut tumbang menyisakan satu batang besar. Letaknya di tepi jalan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4, berjarak 15 km dari Kota Doloksanggul di Desa Sinambela, Kecamatan Baktiraja.

7. Tombak Hatuanan: Lokasi dengan tetumbuhan yang dijaga kelestariaannya, merupakan tempat berdoá Raja Sisimangaraja dan Raja-Raja Bius terutama ketika musim kemarau. Tempat yang sangat dihormati dan dijaga kelestariannya hingga sekarang ini terletak di Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja; 

8. Sumur Raja Sisingamangaraja XI

9. Markas Raja Sisingamangaraja

Markas Raja Sisingamangaraja XII berada di Desa Sionom Hudon, Kecamatan Parlilitan, markas ini dibangun olh Raja Sisismangaraja XII setelah istana di Bakara dibumihanguskan dan sempat menyingkir ke Pollung, Linting dan akhirnya ke Pearaja di Parlilitan. Raja bertahan selama 29 tahun disini hingga mampu kembali dibumihanguskan Belanda pada thun 1907. Berjarak sekitar 52 Km dari Kota Doloksanggul dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda-4 atau roda-2. Ketika markas di Pearaja dibumihanguskan, Raja beserta pasukannya menyingkir ke Dusun Sindias, Desa Sion Sibulbulon. Pasukan Belanda dibawah pimpinan Christoffel terus menhgeraj hingga dapat membunuh Putri Lopian (putri sang Raja). Disitu juga Sang Raja berserta 2 putranya (Patuang Nagai dan Patuan Anggi) ditembak oleh Pasukan pimpinan Hamisi, berikut semua pasukan dari Aceh dan Batak.

10. Mual Aek Rimo: mata air yang diciptakan oleh Raja Sisingamangaraja XII di Desa Sion Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan sekitar 50 km dari Kota Doloksanggul yang dipercaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit;

11. Pea Aek Tugal

Pea Aek Tugal berada di lokasi Markas Raja Sisingamangaraja XII di Pearaja, Desa Sion Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan. Ini adalah sumur tua yang diciptakan oleh Sang Raja yang di sekitarnya terdapat tempat duduk, cawan dan prasasti. Sumur ini tidak pernah kering meski pada musim kemarau panjang dan disakralkan oleh masyarakat setempat.

12. sindias

Sindias adalah lokasi wafatnya Sang Raja Sisingamangaraja XII di Desa Sion Sibulbulon, sekitar 55 km dari Kota Doloksanggul. Terdapat 2 makam yaitu makam Sang Raja dan makam Putri Lopian.

13. kuburan

Makam 37 Panglima Sisingamangaraja XII: terletak di Desa Tarabintang 37 Panglima Pasukan Sisingamangaraja XII yang berasal dari Aceh dan Batak dibantai oleh Belanda 

Tombak Sulu - Sulu

Tempat ini diyakini sebagai tempat lahir Raja Manguntal yang nantinya berjuluk Raja Sisingamangaraja I dari rahim istri Raja Bona Ni Onan Sinambela yaitu Boru Pasaribu. Terdapat jenis pohon dengan akar kuat yang mengikat bebatuan, disebut pohon Sanghamadeha. Disini juga terdapat Batu Gamping Mesozoik (batu dasar Danau Toba yang berusia 250-juta tahun) yang berperang sebagai penjaga keseimbangan air yang masuk ke Danau Toba.

Makam dari Batu

Lokasi wisata di Desa Tipang dengan obyek wisata situs sejarah berupa makam Si Raja Manalu yang terbuat dari batu besar berukir. Berjarak sekitar 24 km dari Kota Doloksanggul yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4 dengan kondisi alan tanah dan selebihnya ditempuh dengan cara jalan kaki sekitar 200 m.

Batu Toguan

Batu pemberian Si Raja Lontung kepada Borunya Toga Sumba (Simamora Sihombing) yang terjadi pada generasi ke-4 atau ke-5 silsilah si Raja Batak. Terleta di Dusun Hutasoit, Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja. Tempat ini dijadikan sebagai tempat ritual berukuran 25 x 40 m sekitar 250 m dari Jalan Raya Bakara-Tipang, sekitar 20 km dari Kota Doloksanggul.

Golat

Golat adalah lahan tanah yang dimiliki oleh masyarakat Desa Tipang yang dulunya dibagikan secara adil oleh leluhur mereka untuk persawahan dan perkebunan. Asalnya anah tersebut diukur dengan tali sehingga disebut Partalian Tano. Tanah warisan milik bersama keturunan Toga Sumba yaitu Toga Simamora dan Toga Sihombing ini kepemilikannya diatur secara Bersama dengan adil. Keturunan Toga Simamora berdiam di lahan sebelah barat Desa Tipang dan dinamakan Tano Na Birong (tanah hitam), sedangkan keturunan Toga Sihombing berada di lahan sebelah timur dengan sbeutan Tano Liat (tanah liat) dan tidak boleh diperjual-belikan kepada orang lain selain kepada keturunan Toga Simamora (Purba, Manalu, Debataraja) dan Toga Sihombing (Silaban, Lumbantoruan, Nababan dan Hotasoit).

Goa Simaninggir

Terletak di Desa Pusuk II, Kecamatan Parlilitan sekitar 50 km dari Kota Doloksanggul. Goa tua berdinding batu ini juga disebut Goa Unte Hajoran. Sirkulasi udara di dalam goa cukup baik dan merupakan tempat pelatihan para pasukan Raja Sisingamangaraja XII selain untuk tempat tinggal sementara Sang Raja beserta pengikutnya.

Aek Sipangolu

Sebuah mata air yang keluar dari perbukitan dan bermuara di Danau Toba yang menurut para Ahli Geologi berasal dari akifer system rekahan pada Tufa Toba teralaskan. Namun berdasarkan kepercayaan masyarakat mata air ini berasal dari tancapan tongkat Raja Sisimangaraja I ke bebatuan ketika gajahnya kehausan. Konon mata air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga disebut Aek Sipangolu atau Air Kehidupan. Berada di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda-2 atau roda-4.

Aek Sitio – tio

Mata air yang keluar dari perut bumi dan sangat jernih yang terjadi akibat perpotongan litologi, yaitu antara aktifer Tufa Toba dan bebatuan dasar metasedimen di Desa Siunong-unong Julu, Kecamatan Baktiraja. Berjarak sekitar 16 km dari Kota Doloksanggul. Sarana yang ada adalah toilet dan warung.

Batu Siboru Sinur, Siboru Gabe dan Siboru Torop

Batu berbentuk lonjong yang merupakan pemberian Si Raja Lontung kepada putrinya Si Boru Amak Pandan yang menikah dengan Si Raja Sumba pembuka Negeri Tipang dengan harapan memiliki banyak keturunan, sehat, bermartabat dan kaya-raya. Sesuai dengan ungkapan setempat: Äsa torop maribur, maranak marboru huhut sangap angka pinomparna, asa sinur marapinahan gok horbo di bara, horas jolma” (Kiranya mempunyai keturunan yang banyak, mempunyai anak laki-laki dan perempuan, dan keturunannya hebat, binatang peliharaannya dan kerbau banyak, dan supaya keturunannya mendapat berkah dan selamat).

Homban Borsak Sirumonggur

Mata air milik bersama dari seluruh keturunan Borsak Sirumonggur di Huta Sitedak, Desa Tipang, berdiameter 100 cm dengan kedalaman 100 cm sebagai sumber air penghidupan bagi keturunan Borsal Sirumonggur sejak sekitar 250 tahunan yang lalu/

Tao Silosung

Sebuah danau kecil yang memiliki pemandangan sangat indah alami ini terletak di Desa Silaban, Kecamatan Lintongnihuta, sekitar 8 km dari Kota Doloksanggul. Sarana dan prasarana yang ada: jalan yang sedang dalam perbaikan, tempat pemancingan yang masih alami, sekelilingnya digunakan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian dengan memanfaatkan air danau.

Tao Sipinggan

Terletak di Desa Pargaulan, Kecamatan Lintongnihuta dengan keindahan alam yang mempesona. Berjarak sekitar 12 km dari Kota Doloksanggul. Sarana dan Prasarana yang ada: tempat pemancingan dan lapangan untuk rekreasi keluarga, sekelilingnya digunakan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian dengan memanfaatkan air danau.

Tambok Aceh

Tambok (Kolam) Aceh berada di Desa Hutapaung, Kecamatan Pollung sekitar 10 km dari Kota Doloksanggul. Berbentuk persegi dengan luas 1 ha merupakan warisan Raja Sisingamangaraja XII ketika melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kolam ini dulunya digunakan untuk mengambil air wudlu bagi prajurit asal Aceh yang sudah beragama Islam.

Aek Sibulbulon

Tempat terbunuhnya Putri Lopian (Putri Raja Sisimangaraja XII) oleh Pasukan Belanda demi membela ayahnya dan negerinya.

Sarkopagus Ompu Poltak Manulang

Berada di Hutagodang, Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja sekitar 16 km dari Kota Doloksanggul. Kuburan ini berukuran 1 x 3 m dengan tinggi 1,2 m, diperkirakan berusian sekitar 250 tahun.

Sarkopagus Dihorbo Purba

Berada di Desa Tipang merupakan kuburan Raja Tuan Dihorbo Purba yaitu pewaris keturunan marga Nababan generasi ke-5.

Sarkopagus Raja Ijulu Manalu

Berada di Kampung Banjar Ganjang, Desa Tipang. Raja Ijulu Manalu adalah anak Raja Barita Manalu dan merupakan keturunan ke-11 dari Marga Manalu, sehingga sarkopagus ini kemungkinan berusia sekitar 220 tahun.

Sarkopagus Somba Debata Raja

Terletak di Kampung Sosor Julu, Desa Tipang, adalah makam Ompu Somba Debata Raja yaitu keturunan ke-2 Marga Purba, bersusia sekitar 220 tahun juga.

Sarkopagus Domi Raja Nababan

Ada di Desa Tipang yang merupakan kuburan Domi Raja Nababan, generasi ke-5 dari Marga Nababan, diperkirakan makam berusia 325 tahun.

Sarkopagus Ompu Jambe Lumbangaol

Berada di Desa Hutapaung, Kecamatan Pollung sekitar 7 km dari Kota Doloksanggul. Berupa kuburan batu yang dilindungi dengan Rumah Adat Batak dan diperkirakan telah berusia sekitar 300 tahunan. Ompu Jambe Lumbangaol sangat dihormati pada masanya karena merupakan kerabat Raja Sisingmangaraja.

Sarkopagus Ompu Oloan Banjarnahor

Terletak di Pulo-Pulo Banjar Dolok, Desa Parsinggungan II, Kecamatan Pollung sekitar 17 km dari Kota Doloksanggul di tepi jalan desa. Ompu Olan Banjarnahor adalah orang pertama yang membuka perkampungan dan juga irigasi di Desa ini.. Ompu adalah generasi ke-6 dari Banjarnahor, dan sarkopagus tersebut diperkirakan berusia sekitar 275 tahun.

Sarkopagus Juara Mangun Sitinjak

Berada di Lumban Sitinjak, Desa Hutajulu, kecamatan Pollung, sarkopag ini berada di tepi jalan desa sekitar 15 km dari Kota Doloksanggul, diperkirakan telah berusia 200 tahunan. Juara Mangun Sitinjak adalah generasi ke-9 dari Marga Sitinjak dan orang pertama yang membuka perkampungan di Desa Hutajulu.

Sarkopagus Ompu Nagari Langit Banjarnahor

Lokasinya di Kampung Pangambatan, Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung, diperkirakan berusia sekitar 300 tahunan. Beliau juga adalah Sipungka Huta untuk Desa Parsingguran I dan merupakan generasi ke-6 atau ke-7 dari Marga Banjarnahor.

Sopo Ni Ompu Parungkap Bosi Banjarnahor

Terletak di Kampung Pulo-Pulo, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, berjarak sekitar 17 km dari Kota Doloksanggul, berdekatan dengan sarkopag Ompu Oloan Banjarnahor. Beliau adalah tetua Marga Banjarnahor di Desa Parsingguran II, salah satu tokoh yang dihormati dan termasuk Sipungka Huta (orang pertama yang membuka kampung).

Losung Borsak Sirumonggur

Lesung ini erada di Huta Sitedak, Desa Tipang sekitar 250 m dari jalan raya Baktiraja-Tipang atau 15 km dari Kota Doloksanggul. Meski perkampungan tersebut sudah tidak dihuni lagi, tetapi lesung tersebut masih berada disitu. Lesung ini milik Borsak Sirumonggur diperkirakan berusia 250 tahunan.

Sanggapati

Lokasi sacral peninggalan Raja Sisisngamangaraja V di Desa Janji, Kecamatan Doloksanggul, sekitar 3,3 km dari Kota Doloksanggul. Luas 1 ha dan diperkirakan berusia sekitar 390 tahun. Merupakan tempat ritual Raja Sisingamangaraja V dan para pengikutnya. Disana terdapat Patung Ulubalang, patung seorang wanita, patung seekor anjing dan kucing, pohon-pohon besar dan keramat nerusia tua sekali.

Huta Banjar Ganjang

Desa Tipang merupakan asal-muasal Marga Simamora dan Sihombing. Marga Simamora kemudian menurunkan Marga Purba, Manalu dan Debata Raja. Sedangkan Marga Sihombing menurunkan Marga Silaban, Lumbantoruan, Nababan dan Hutasoit. Ke-7 marga tersebut memiliki huta (kampung) asli yang masih ada sampai sekarang, meski hanya dihuni oleh beberapa keluarga saja di tiap kampungnya.
Agro Wisata
sample38
Dolok Pesona

Dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pemerintah Kabupaten membuka akses-akses baru yang menghubungkan masing-masing destinasi wisata di Kabupaten ini. Salah satunya adalah adalah dari destinasi wisata Baktiraja ke destinasi Dolok Pesona. Wilayah ini sangat subur dengan jenis pertanaman kopi, kentang, cabai, sayur-mayur, jeruk dan ubi, potensial sebagai lokasi Agrowisata.

sample38
Hutan Kemenyan Kecamatan Pollung

Memiliki hamparan sawah yang cantik, tempat yang indah mempesona dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Berada di wilayah Danau Toba, Pollung berbatasan langsung dengan Kawasan Pariwisata Baktiraja dan memiliki akses langsung sehingga dapat menjadi bagian dari Kawasan Pariwisata masa depan. Salah satu tanaman unggulan Kecamatan Pollung ini adalah kemenyan dengan kualitas ekspor.

Wisata Kuliner
sample38
Rendang Daging Kuda

Salah satu kuliner khas Kabupaten Humbang Hasundutan adalah Rendang Kuda. Hampir semua restoran/rumah makan di Kota Doloksanggul menyajikan menu khas ini. Tradisi memakan daging kuda ini sudah berlangsung sejak lama karena saat itu Kabupaten Humbang hasundutan terkenal sebagai pusat peternakan kuda. Namun saat ini kuda sudah jarang dijum[pai, sehingga daging kuda banyak didatangkan dari daerah lain, terutama Padang dan Pulau Jawa.

sample38
Mie Gomak

Daerah Batak Toba, dari Sibolga dan Tapanuli, punya makanan khas yang melekat banget di hati dan lidah orang Batak. Mie gomak namanya. Gomak dalam bahasa Batak berarti dicomot dengan tangan. Tampilan mie gomak lebih mirip pasta spaghetti ketimbang mie. Cara membuatnya, mie direbus terlebih dahulu, terpisah dari kuah dan sambalnya. Yang membuat mie gomak ini khas ialah penggunaan andaliman yang merupakan ciri khas kuliner Batak. Ada dua varian mie gomak yang biasanya disajikan, yakni basah dengan ciri khasnya memiliki kuah yang gurih dan goreng yang dibuat dengan cara digoreng. Umumnya, mie gomak disajikan basah alias berkuah. Mie lidi yang telah direbus akan diberi kuah berkaldu ayam dengan bumbu saus dan tambahan sayuran. Jika masih ingin tambah lauk, mie gomak juga umum disajikan bersama bakwan, kerupuk, atau mendoan.

sample38
Na Niura

Dengke Mas na Niura atau Ikan Mas Na Niura ini adalah makanan tradisional khas Batak yang dahulu dikhususkan untuk raja saja, tetapi karena rasanya yang enak semua orang-orang Batak ingin menyantap dan membuatnya. Ikan Mas Na Niura dikenal juga dengan makanan yang tidak dimasak, direbus, digoreng atau tanpa menggunakan api. Ikan na niura dimasak oleh fermentasi bumbu utama yakni asam Batak seperti utte sira, atau asam jungga; bisa juga menggunakan kecombrang. Rasa makanan ini seperti ikan segar namun tanpa bau amis. Na niura menjadi enak karena bumbu-bumbu khas yang terdapat di dalamnya; termasuk andaliman. Sebelumnya bumbu-bumbu sudah disangrai dan digiling bersama lalu dioleskan pada ikan. Untuk mendapatkan hidangan na niura ini dibutuhkan waktu kira-kira 5 jam. Ikan na niura ini mirip dengan masakan Jepang, seperti Sashimi dan Ceviche dari Peru. 

sample38
Dali Ni Horbo

Dali ni Horbo atau Bagot ni Horbo adalah air susu kerbau yang diolah secara tradisional dan merupakan makanan khas Batak dari daerah Tapanuli. Konon menurut ceritanya, tradisi mengolah susu kerbau menjadi dali sudah dimulai oleh leluhur orang batak semenjak adanya komunitas batak. Pada setiap rumah makan khas Batak, dali menjadi menu utama. Untuk mendapatkan dali, umumnya di setiap onan (pasar) di daerah Tapanuli, dali menjadi komoditas dagangan.

Wisata Buatan
sample38
Goa Lumban Sitabunan

Goa Sitabunan yang terletak di Desa Sihonongan, Kecamatan Paranginanan, merupakan sebuah wisata buatan yang sangat menarik perhatian karena terletak di dinding perbukitan Danau Toba. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Danau Toba. Berjarak sekitar 28 km dari Kota Dolongsanggul, sangat cocok sebagai lokasi kegiatan petualangan alam dan camping ground.

sample38
Gereja HKBP Doloksanggul

Gereja di Kota Doloksanggul tempat peribadatan penduduk Kabupaten Humbang Hasundutan yang mayoritas beragama Kristen yang hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain terutama Islam.

sample38
Komplek Kantor Bupati Humbang Hasundutan

Doloksanggul adalah Pusat Pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutas dengan luas 20.929,53 ha yang terdiri dari 27 Desa, 1 Kelurahan dan 1 Dusun. Kompleks Kantor Bupati Humbang Hasundutan yang indah dan perlu untuk dikunjungi dengan nuansa alam yang asri.

sample38
Masjid Raya Doloksanggul

Masjid yang tidak terlalu besar bangunannya dengan nuansa hijau sebagai tempat peribadatan pemeluk Agama Islam di Kota Doloksanggul.

sample38
Pasar Tradisional Doloksanggul

Onan (pasar) merupakan tempat pertemuan penjual dan pembeli, sarana melakukan jual-beli masyarakat Humbang hasundutan terutama komoditi kopi dan kemenyan sebagai komoditi unggulan.

Wisata Minat Khusus
Wisata Minat Khusus

Aliran sungai Aek Silang dan Aek Simanira Kecamatan Baktiraja telah dieksplorasi untuk wisata minat khusus arung jeram. Lokasi arung jeram ini merupakan satu-satunya lokasi arung jeram yang bermuara ke danau yang ada di Indonesia sehingga menjadi memiliki keunikan tersendiri dan semakin membahagiakan wisatawan.

KALENDER EVENT
\
JULI
Bakara Fun Rafting Humbahas
Minggu ke-3 bulan Juli
Kec. Baktiraja
\
JULI
Festival Martumba
Minggu ke-3 bulan Juli
Kec. Doloksanggul
\
JULI
Humbahas Got Talent
Minggu ke-3 bulan Juli
Kec. Doloksanggul
April
-
Des
Pagelaran Seni dan Budaya
Setiap Minggu bulan April s/d Desember
Sipinsur Kec. Paranginan
PETA WISATA
Back to top
Go to bottom
iden
240959
TodayToday887
YesterdayYesterday1289
This_WeekThis_Week10162
This_MonthThis_Month24191
All_DaysAll_Days240959

Free Joomla! template by L.THEME