Gubernur dan Wakil Gubernur
Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen
idarenfrdehihujakoru
PROVINSI JAWA TENGAH
Sejarah

Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten), yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk dewan daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kota madya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kota madya. Penetapan undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

Geografi

Menurut tingkat kemiringan lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki kemiringan 0–2%, 31% lahan memiliki kemiringan 2–15%, 19% lahan memiliki kemiringan 15–40%, dan sisanya 12% lahan memiliki kemiringan lebih dari 40%.

Kawasan pantai utara Jawa Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada akhir Zaman Es (sekitar 10.000 tahun SM) merupakan pulau terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari sungai-sungai yang mengalir. Kota Demak semasa Kesultanan Demak (abad ke-16 Masehi) berada di tepi laut dan menjadi tempat berlabuhnya kapal. Proses sedimentasi ini sampai sekarang masih berlangsung di pantai Semarang.

Di selatan kawasan tersebut terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, yakni pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang mulai dari ujung Barat Daya Kota Pati kemudian ke timur hingga perbatasan Lamongan dan Bojonegoro (Jawa Timur).

Rangkaian utama pegunungan di Jawa Tengah adalah Pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan. Rangkaian Pegunungan Serayu Utara membentuk rantai pegunungan yang menghubungkan rangkaian Bogor di Jawa Barat dengan Pegunungan Kendeng di timur. Lebar rangkaian pegunungan ini sekitar 30–50 km; di ujung baratnya terdapat Gunung Slamet dan bagian timur merupakan Dataran Tinggi Dieng dengan puncak-puncaknya Gunung Prahu dan Gunung Ungaran. Antara rangkaian Pegunungan Serayu Utara dan Pegunungan Serayu Selatan dipisahkan oleh Depresi Serayu yang membentang dari Majenang (Kabupaten Cilacap), Purwokerto, hingga Wonosobo. Sebelah timur depresi ini terdapat gunung berapi Sindoro dan Sumbing, dan sebelah timurnya lagi (kawasan Magelang dan Temanggung ) merupakan lanjutan depresi yang membatasi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Pegunungan Serayu Selatan merupakan bagian dari Cekungan Jawa Tengah Selatan yang terletak di bagian selatan provinsi Jawa Tengah. Mandala ini merupakan geoantiklin yang membentang dari barat ke timur sepanjang 100 kilometer dan terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh lembah Jatilawang yaitu bagian barat dan timur. Bagian barat dibentuk oleh Gunung Kabanaran (360 m) dan bisa dideskripsikan mempunyai elevasi yang sama dengan Zona Depresi Bandung di Jawa Barat ataupun sebagai elemen struktural baru di Jawa Tengah. Bagian ini dipisahkan dari Zona Bogor oleh Depresi Majenang.

Bagian timur dibangun oleh antiklin Ajibarang (narrow anticline) yang dipotong oleh aliran Sungai Serayu. Pada timur Banyumas, antiklin tersebut berkembang menjadi antiklinorium dengan lebar mencapai 30 km pada daerah Lukulo (selatan Banjarnegara-Midangan 1043 m) atau sering disebut tinggian Kebumen (Kebumen High). Pada bagian paling ujung timur Mandala Pegunungan Serayu Selatan dibentuk oleh kubah Pegunungan Kulonprogo (1022 m), yang terletak di antara Purworejo dan Sungai Progo.

Kawasan pantai selatan Jawa Tengah juga memiliki dataran rendah yang sempit, dengan lebar 10–25 km. Selain itu terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan. Perbukitan yang landai membentang sejajar dengan pantai, dari Yogyakarta hingga Cilacap. Sebelah timur Yogyakarta merupakan daerah pegunungan kapur yang membentang hingga pantai selatan Jawa Timur.

Iklim

Wilayah di dunia Dengan Iklim Tropisnya

Jawa Tengah memiliki iklim tropis, dengan curah hujan tahunan rata-rata 2.000 meter, dan suhu rata-rata 21-32oC. Daerah dengan curah hujan tinggi terutama terdapat di Nusakambangan bagian barat, dan sepanjang Pegunungan Serayu Utara. Daerah dengan curah hujan rendah dan sering terjadi kekeringan di musim kemarau berada di daerah Blora dan sekitarnya serta di bagian selatan Kabupaten Wonogiri.

Topografi

Dari segi topografi Provinsi Jawa Tengah terdiri dari daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan daerah perbukitan dengan pegunungan yang landai dan curam. Berdasarkan letak ketinggiannya dari permukaan laut, wilayah Jawa Tengah dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) klasifikasi, yaitu:


• Ketinggian dari 1 – 100 meter, meliputi 53,3%
• Ketinggian dari 100 – 500 meter, meliputi 27,4%
• Ketinggian dari 500 – 1000 meter, meliputi 14,7%
• Ketinggian dari 1000 meter keatas, meliputi 4,6%


Berdasarkan derajat kemiringannya, wilayah ini dikelompokkan kedalam 4 (empat) klasifikasi,yaitu:


• Derajat kemiringan dari 0° - 2° meliputi 41,3%
• Derajat kemiringan dari 2° - 15° meliputi 27,7%
• Derajat kemiringan dari 15° - 40° meliputi 21,2%
• Derajat kemiringan dari 40° keatas meliputi 9,8%


Kemudian, jenis tanah yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut:


a). Tanah Latosol
Jenis tanah ini memiliki sifat tanah yang agak asam, dengan warna tanah kuning, coklat atau merah dan agak peka terhadap erosi. Jenis tanah ini terdapat di daerah Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, wilayah Kedu sampai Lawu dengan presentase mencapai 9% dari wilayah Jawa Tengah.

b). Tanah Aluvial
Jenis tanah aluvial berwarna kelabu, coklat sampai hitam dan tidak peka terhadap erosi, dimana proses pembentukan tanahnya dari endapan laut, sungai, dan danau yang terdapat di daerah pantai utara dan pantai selatan dengan presentase jenis tanah aluvial ini mencapai 29%.


c). Tanah Grumusol
Proses pembentukan tanah grumasol sebagai akibat endapan tanah liat dan bekuan yang bersifat netral, dengan warna tanah dari merah hingga coklat, sehingga baik untuk lahan pertanian. Jenis tanah ini terdapat di daerah datar dan bergelombang dengan daerah disebelah timur dan tenggara. Presentase jenis tanah Grumusol mencapai 13,5%.


d). Tanah Regosol
Jenis tanah regosol proses pembentukan tanahnya dari batuan kapur, batuan beku dan pasir pantai dengan sifat kimiawi yang asam sampai netral, dengan warna tanah berwarna coklat kekuning-kuningan, dari warna coklat sampai kelabu dan tersebar di daerah perbukitan, pegunungan kapur sepanjang Kabupaten Grobogan sampai dengan Kabupaten Wonogiri. Presentase jenis tanah regosol mencapai 20,5%.

e). Tanah Mediteran Merah Kuning
Proses pembentukan tanah ini dari endapan batuan kapur, intermedior dan batuan metafort, dengan warna merah sampai kecoklat-coklatan dengan penyebaran membujur dari pegunungan Kedu sampai ketimur pegunungan Lawu. Presentase jenis tanah mediteran merah kuning ini mencapai 3%.

f). Tanah Litasol
Proses pembentukan tanah ini dari batuan beku dan batuan endapan, dengan sifat aneka ragam dan berwarna kecoklatcoklatan, jenis tanah ini sangat baik untuk lahan pertanian. Presentase tanah litasol ini mencapai 9%.


g). Tanah Andosol
Proses pembentukannya dari batuan beku basis dan Intermedior yang bersifat peka terhadap erosi dengan warna tanahnya kelabu, coklat. Presentase jenis tanah andosol mencapai 14%.

h). Tanah Hidromorf
Proses pembentukan tanah ini dari batuan endapan tanah liat, dengan sifat tanahnya yang tidak peka terhadap erosi, dijumpai di daerah sepanjang Kabupaten Kudus, Kabupaten Rembang hingga Kabupaten Blora.

i). Tanah Podsolik Kuning
Proses pembentukannya dari batuan endapan dan bekuan dengan warna kuning sampai merah dan sifat tanah ini bersifat asam yang dapat dijadikan lahan pertanian, perkebunan, dan daerah penyebarannya di daerah Kabupaten Purwokerto dan Kabupaten Purworejo.

Demografi

Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.

Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya, mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. Pengaruh kental bisa kita rasakan saat berada di kota Semarang serta kota Lasem yang berada di ujung timur laut Jawa Tengah, bahkan Lasem dijuluki Le Petit Chinois atau Kota Tiongkok Kecil.

Selain itu, di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Di daerah perbatasan dengan Jawa Barat terdapat pula orang Sunda yang sarat akan budaya Sunda, terutama di wilayah Cilacap, Brebes, dan Banyumas. Di pedalaman Blora (perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang terisolasi, yang kasusnya hampir sama dengan orang Kanekes di Banten.

Penduduk

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah berdasarkan sensus 2015 adalah 35.557.249 jiwa. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (2,342 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (2,227 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,953 juta jiwa).

Sebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota. Kawasan permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), daerah Salatiga Raya ( termasuk wilayah Ambarawa, Bringin, Kopeng, Tengaran dan Suruh), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi.

Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,45% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun).

Dari jumlah penduduk ini, 47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri (15,71%), dan jasa (10,98%).

Perekonomian

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah, di mana mata pencaharian di bidang ini digeluti hampir separuh dari angkatan kerja terserap.

Kawasan hutan meliputi 20% wilayah provinsi, terutama di bagian utara dan selatan. Daerah Rembang, Blora, Grobogan merupakan penghasil kayu jati. Jawa Tengah juga terdapat sejumlah industri besar dan menengah. Daerah Semarang-Ungaran-Demak-Kudus merupakan kawasan industri utama di Jawa Tengah. Kudus dikenal sebagai pusat industri rokok. Di Cilacap terdapat industri semen. Solo, Pekalongan, Juwana, dan Lasem dikenal sebagai kota Batik yang kental dengan nuansa klasik.

Blok Cepu di pinggiran Kabupaten Blora (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah) terdapat cadangan minyak bumi yang cukup signifikan, dan kawasan ini sejak zaman Hindia Belanda telah lama dikenal sebagai daerah tambang minyak.

Pertanian

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra tanaman pajale (padi, jagung dan kedelai) di Indonesia. Provinsi tersebut bisa dibilang sebagai daerah penyokong pangan tingkat nasional. Hal itu terbukti dengan produksi padi yang sangat besar yang mencapai 9,51 juta ton pada 2018.

Kelautan dan Perikanan

 

Sumber daya kelautan dan perikanan pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) dan Sumber Daya Alam Nirhayati (SDAN). Sumber daya alam hayati utamanya berupa sumber daya ikan (dalam arti luas sesuai dengan Undang Undang RI Nomor 9 Tahun 1985, tentang Perikanan), yang memiliki arti penting bagi kegiatan perikanan, konservasi, dan preservasi lingkungan perairan air tawar, pesisir dan lautan, serta wisata bahari, sedangkan Sumber Daya Alam Nirhayati (SDAN) terdiri dari unsur pertambangan an energi (minyak dan gas bumi serta mineral), unsur jasa kelautan,unsur perhubungan laut, unsur industri kelautan, dan bangunan kelautan. Potensi sumber daya kelautan dan perikanan akan dititik beratkan pada potensi sumber daya alam hayati di perairan umum dan di perairan pantai utara dan pantai selatan Jawa Tengah.


a). Potensi Perikanan Air Tawar
Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi perairan umum dengan luas 41.807 ha, yang terdiri dari waduk (22.999 ha), sungai (15.059,9 ha), rawa (3.673 ha), dan danau (75,4 ha). Dari 37 buah waduk yang ada, terdapat wadukwaduk besar yang sangat potensial, yaitu Waduk Gajahmungkur (Kabupaten Wonogiri), Waduk Wadaslintang (Kabupaten Wonosobo), Waduk Mrica (Kabupaten Banjarnegara), dan Waduk Kedung Ombo (Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Grobogan). Pada waduk-waduk besar tersebut telah berkembang budidaya ikan di karamba jaring apung dengan komoditas unggulan yang bervariasi.

Potensi perairan tawar yang sangat besar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kemudian, bila ditinjau dari kondisi agroklimatnya sangat mendukung untuk dikembangkannya budidaya ikan dalam karamba jaring apung.

 

b). Potensi Perikanan Air Laut

Ada sepuluh kelompok jenis ikan, yaitu : (1) pelagis besar, (2) pelagis kecil, (3) demersal, (4) ikan karang, (5) ikan hias, (6) udang dan krustasea lainnya, (7) kekerangan, moluska, dan teripang, (8) mamalia dan reptilia, (9) rumput laut, dan (10) benih alam komersial.

 

c). Potensi Budidaya Laut

Budidaya laut merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian sumber hayati perikanan yang cukup penting. Potensi lahan budidaya laut untuk ikan kakap, kerapu, teripang dan rumput laut. Lokasi budidaya laut adalah di sepanjang Pantai Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan

 

d). Potensi Budidaya Pesisir (Tambak)

Lokasi budidaya air payau berada di sepanjang pantai utara Jawa Tengah dengan garis pantai sepanjang ± 453,9 km yang membentang dari Kabupaten Brebes sampai Kabupaten Rembang serta sebagian kecil di pantai selatan. Beberapa komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan antara lain: udang windu, udang putih, udang vannamae, kepiting, kerapu, serta rumput laut.

 

e). Potensi Ekosistem

Habitat Vital Ekosistem habitat vital bagi biota perairan pesisir dan laut di Jawa Tengah yang berfungsi sebagai spawning ground, nursery ground dan feeding ground seperti mangrove, padang lamun dan terumbu karang sebagian besar kondisinya telah dalam keadaan mengkhawatirkan. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa jumlah hutan baku yang terdata seluas 1.829,62 ha yang berada di pantai utara seluas 1.825,62 ha sedangkan jumlah luasan hutan bakau di wilayah selatan terdata 4,00 ha (Kabupaten Kebumen). Habitat padang lamun lain hanya berada di wilayah perairan Jepara seluas 39,25 ha, sedangkan di wilayah lain belum terdata. Habitat terumbu karang yang ada di Jawa Tengah terdata seluas 1.283,34 ha yang berada di wilayah perairan sekitar Demak 0,39 ha, Jepara 744,15 ha, Pati 65,00 ha, Rembang seluas 224,80 ha, dan Kabupaten Batang seluas 249,00 ha. Wilayah perairan lain yang ditengarai terdapat habitat terumbu karang yang belum terdata dimungkinkan berada di perairan sekitar Semarang, Kendal, Tegal dan wilayah pantai Selatan.

 

 

Tenaga Kerja

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Februari 2020 sebanyak 18,78 juta orang, bertambah 0,19 juta orang dibanding Februari 2019. Sejalan dengan itu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sedikit meningkat menjadi sebesar 70,22 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan, dalam setahun terakhir, secara absolut pengangguran bertambah sekitar 14.000 orang, akan tetapi kenaikan pengangguran lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sehingga angka TPT hanya naik sebesar 0,03 persen poin menjadi 4,25 persen pada Februari 2020, dibandingkan dengan Februari 2019.

 

Minyak-Mineral dan geothermal

Kawasan pertambangan mineral logam, bukan logam, batuan dan batubara, sebagaimana diatur dalam Perda Prov. Jateng No. 5 Tahun 2006 tentang RTRW Prov. Jateng 2009-2029 (Pasal 79 huruf a), terletak di:

  1. Kawasan Majenang - Bantarkawung di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes;
  2. Kawasan Serayu - Pantai Selatan di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo;
  3. Kawasan Gunung Slamet terletak di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes;
  4. Kawasan Sumbing - Sindoro - Dieng di Kabupaten Bajarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang;
  5. Kawasan Merapi - Merbabu - Ungaran di Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga;
  6. Kawasan Gunung Muria di Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara;
  7. Kawasan Pegunungan Kendeng Utara di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Kudus;
  8. Kawasan Kendeng Selatan di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan, dan sedikit wilayah Kabupaten Blora;
  9. Kawasan Gunung Lawu di Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Sragen;
  10. Kawasan Pegunungan Selatan di Kabupaten Wonogiri;
  11. Kawasan Serayu – Pantai Utara di Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes.

 

Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi sumber daya mineral dan batubara yang tersebar di seluruh Kabupaten/ Kota, terdiri dari :

Batubara. • Unsur Logam (7 Jenis) : Pasir Besi, Mangaan, Emas, Barit, Belerang, Pirit, Galena. • Unsur Bukan Logam dan Batuan (32 Jenis) : Phospat, Asbes, Talk, Mika, Leusite, Oker, Granit, Dasit, Diorit, Batu Setengah Permata, Pasir Kwarsa, Kaolin, Feldspar, Gips, Bentonite, Batuapung, Trass, Diatome, Marmer, Batugamping, Dolomit, Basal, Andesit, Tanah Liat, Pasir, Tanah urug, Andesit, Kalsit, Zeolit, Sirtu, Batu Sabak, Toseki.

13 JENIS POTENSI MINERAL PROSPEKTIF DI JAWA TENGAH

DIORIT, MARMER, TRASS, FELDSPAR, PHOSPAT, BALLCLAY, BATU KAPUR, KAOLIN, BENTONIT, PASIR KUARSA, ANDESIT, TANAHLIAT, PASIR BESI

 

 

Pendidikan

Jawa Tengah memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka, terutama di kota Semarang, kabupaten kendal dan Surakarta. Perguruan tinggi negeri meliputi: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Poltekkes) dan Universitas Islam Negeri UIN Walisongo di Semarang; Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kabupaten Kendal; Universitas Sebelas Maret (UNS), Insitut Agana Islam Surakarta (IAIN), Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta (Poltekkes) Institut Agama Islam Negeri (Stain) Salatiga, dan Institut Seni Indonesia di Surakarta, serta Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Universitas Tidar (Untidar) di Magelan

 

Sedangkan universitas swasta di Jawa Tengah antara lain Universitas Semarang (USM) yang didirikan oleh Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Stikubank Semarang (Unisbank), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (UNTAG), Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Unika Soegijapranata di Semarang, STIE Bank BPD Jateng, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Universitas Muhammadiyah Kudus ( UMKU ), Universitas Pekalongan UNIKAL, Universitas Setia Budi (USB), Universitas Surakarta (UNSA), Universitas Batik (Uniba), Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ Wonosobo), Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Duta Bangsa (STMIK Dubang), Institut Agama Islam Negeri IAIN Pekalongan, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Widya Pratama Pekalongan STMIK Widya Pratama Pekalongan, Universitas Panca Sakti di Tegal, Universitas Muhadi Setiabudi di Brebes, Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Abadi Karya Indonesia (STIMIK AKI) di Pati, STIE YPPI Rembang, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdathul Ulama (STAINU) Kebumen, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STAINU) Putra Bangsa di Kebumen.

Selain itu juga terdapat Akademi Militer (Akmil) dan SMA Taruna Nusantara di Magelang serta Akademi Kepolisian di Semarang. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).

Pariwisata

Jawa Tengah memiliki banyak objek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang, misalnya, memiliki sejumlah bangunan kuno. Objek wisata di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah), Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dan Museum Rekor Indonesia (MURI). Banyak Wisata alam yang terdapat di JaWa Tengah seperti Air Terjun Grenjengan SeWu, Gua Wareh, Goa Pancur yang terdapat di Pantai Utara Jawa Pati.

Kabupaten Jepara terdapat sejumlah bangunan kuno yaitu: Candi Angin, Masjid Mantingan, Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Benteng Portugis, Benteng VOC, Museum Gong Perdamaian Dunia, Museum R.A Kartini.

 
 

Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.[27] Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu kawasan dengan Borobudur.

Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Di kawasan Dieng terdapat kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno. Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Di kawasan kecamatan Keling tepatnya di desa Tempur terdapat Candi Angin.

Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, di mana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Objek wisata menarik di timur kota ini adalah beberapa wisata air terjun seperti Air Terjun Jumog, serta yang terkenal adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Adapula candi-candi peninggalan Majapahit yang ketiganya terletak di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiran yang terletak di Jalan Solo-Purwodadi tepatnya Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Di bagian selatan wilayah Surakarta, Kabupaten Wonogiri terdapat beberapa wisata air, seperti Waduk Gajah Mungkur, serta Pantai Nampu dan Pantai Sembukan dengan hamparan tebing dan pasir putihnya.

Bagian selatan Jawa Tengah juga menyimpan sejumlah objek wisata menarik, di antaranya Goa Jatijajar, Goa Pancur Gua Petruk, Pantai Menganti, Benteng Van der Wijk, Pantai Suwuk, Waduk Sempor, Air Terjun Sudimoro, Air Terjun Sawangan, Goa Barat, Hutan Mangrove Logending, Geowisata Karangsambung, Pemandian Air Panas Krakal dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas. Di bagian utara terdapat Objek Wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal; serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan 'kota batik'.

Kawasan pantura timur banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu. Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura timur terdapat 5 makam wali sanga, yakni Sunan Ngerang , Sunan Prawoto, Sunan Makhdum di Pati , Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus, Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Beberapa tempat tujuan wisata di Pati di antaranya adalah Makam dan Masjid Peninggalan Syekh Ahmad Mutamakkin kajen Margoyoso Pati, Patung dan Makam Raden Adipati Tombronegoro, Syekh Ronggo Kusumo Ngemplak, Syekh Hendro Kusumo Sukoharjo, makam Syech Jangkung (Saridin), Goa Wareh, Gua Pancur, Waduk Gunungrowo, Waduk Seloromo, ViHara SaddaGHiri Jrahi, Juwana Water Park Fantasy (JWF), Agrowisata Kebun Kopi Jolong dan Pintu Gerbang Majapahit. Sementara itu di Kabupaten Rembang terdapat wisata ziarah, alam, dan sejarah, seperti di Pasujudan Sunan Bonang dan Masjid Sunan Bonang di desa Bonang, Lasem, makam Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra yang tersohor sebab mengarang kitab Pustaka Sabda Badra Santi, makam pahlawan nasional RA. Kartini, Vihara Ratanavana Arama Lasem, Klenteng Cu An Kiong, telusur kota tua Lasem, situs arkeologi Plawangan dan Terjan wisata pantai di pantai Tasikharjo, pantai Karangjahe, Punjulharjo, pantai Gedong/Caruban, pantai Binangun, hutan bakau Banggi, Dampo Awang Beach serta wisata alam pendakian Gunung Lasem,

sample74
Kabupaten
Banjarnegara
sample74
Kabupaten
Banyumas
sample74
Kabupaten
Batang
sample74
Kabupaten
Blora
sample74
Kabupaten
Boyolali
sample74
Kebupaten
Brebes
sample74
Kabupaten
Cilacap
sample74
Kabupaten
Demak
sample74
Kabupaten
Grobogan
sample74
Kabupaten
Jepara
sample74
Kabupaten
Karanganyar
sample74
Kebupaten
Kebumen
sample74
Kabupaten
Kendal
sample74
Kabupaten
Klaten
sample74
Kabupaten
Kudus
sample74
Kabupaten
Magelang
sample74
Kabupaten
Pati
sample74
Kabupaten
Pekalongan
sample74
Kabupaten
Pemalang
sample74
Kabupaten
Purbalingga
sample74
Kabupaten
Purworejo
sample74
Kabupaten
Rembang
sample74
Kabupaten
Semarang
sample74
Kabupaten
Sragen
sample74
Kabupaten
Sukoharjo
sample74
Kabupaten
Tegal
sample74
Kabupaten
Temanggung
sample74
Kabupaten
Wonogiri
sample74
Kabupaten
Wonosobo
sample74
Kota
Magelang
sample74
Kota
Pekalongan
sample74
Kota
Salatiga
sample74
Kota
Semarang
sample74
Kota
Surakarta
sample74
Kota
Tegal
Module with ID: 158 not found
PIDII (Pusat Informasi Data Investasi Indonesia) dalam Sosial Media