idarenfrdehihujaru
Category: Investment
Pages: 356
Year: 2017

Hits: 293

  / 0
PoorBest 

Review

Written by Super User

Penguatan fondasi ekonomi dan reformasi struktural baik yang dilakukan Penguatan fondasi ekonomi dan reformasi struktural baik yang dilakukan oleh Pemerintah, Bank Sentral, maupun Otoritas Jasa Keuangan pada tahun ini akan terlihat hasilnya pada tahun-tahun mendatang. Itulah sebabnya, pertumbuhan ekonomi akan melaju cepat mulai 2017, setidaknya dilevel 6%. Tahun 2018 dan 2019 ekonomi bahkan diprediksi bertumbuh 7%.Untuk itu, pemerintah perlu terus mengeluarkan kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya perbaikan iklim investasi, kebijakan yang mendongkrak daya beli masyarakat, dan reformasi struktural lanjutan. Indonesia diyakini akan segera memasuki masa pemulihan dan ekspansi, setelah melewati titik terendah.

Sejumlah stimulus ekonomi telah diluncurkan untuk mendorong konsumsi, mendorong industri manufaktur, serta untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Stimulus pendorong konsumsi di antaranya adalah penghapusan PPnBM sejumlah barang mewah, kenaikan beamasuk (BM) puluhan kelompok barang impor, kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) juga penaikan loan to value (LTV) atau penurunan uang muka untuk kredit properti dan otomotif.

Sedangkan untuk mendorong industri, pemerintah memberikan tax allowance bagi perusahaan yang berinvestasi dalam jumlah besar, banyak menyerap tenaga kerja, berorientasi ekspor, dan menggunakan tingkat kandungan lokal tinggi, melakukan penelitian dan pengembangan (RD) di Indonesia, serta perusahaan asing yang menginvestasikan kembali (re-investasi) keuntungannya di dalam negeri. Pemerintah juga menaikkan PPh impor dan bea masuk sejumlah produk yang sudah dapat dibuat didalam negeri.

Perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 6-6,5% pada 2017 seiringdengan realisasi belanja infrastruktur dan biaya logistik yang lebihefisien. Apalagi jika didorong perbaikan ekonomi AS, Jepang, dan Tiongkok. Meskipun diperkirakan ada gejala superdolar akibat kenaikan Fed Fundrate dan terjadi juga capital outflow, pengendalian terhadap inflasi untuk tetap berada di level 4-4,5% dan defisit transaksi berjalan 2,5% tetap dilakukan Pemerintah. Ke depan, Pemerintah tetap mendorong akselerasi belanja modal disertai stimulus fiskal bagi investasi swasta, misalnya merelaksasi tax holiday, pemberlakuan tax amnesty, serta pemberian insentif di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan berikat.

Ditengarai pada dua tahun pertama Pemerintahan Presiden Joko Widodo Ditengarai pada dua tahun pertama Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan masa pembenahan dan penguatan pondasi ekonomi guna meraih perekonomian yang lebih sehat pada 2017 ke atas, minimal6%. Karena itu, publik selayaknya dapat memberikan toleransi kepada Pemerintah dalam dua tahun ini, apabila pertumbuhan ekonomi masih berada di level 5%. Ekonomi berpotensi tumbuh kencang jika belanja modal Pemerintah bisa terealisasi sempurna. Selain itu, pola pertumbuhan ekonomi perlu diubah dari konsumsi menjadi investasi sebagai kontributor utama, sehingga pertumbuhan lebih sustainable. Saat ini, konsumsimengontribusi 56% PDB.

Ekonomi Indonesia mampu tumbuh menjadi 7% pada 2018 sebagai hasildari pondasi yang dibangun pada dua-tiga tahun Pemerintahan. Untuk itu, penciptaan iklim investasi yang ramah dan probisnis menjadi mutlak, perlu peningkatan anggaran infrastruktur, serta koordinasi yang mulus antara pemerintah pusat dan daerah. Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pada pengeluaran Pemerintah, khususnya belanja modal. Ekonomi akan membaik pada tahun ketiga pemerintahan.Artinya, dua tahun pertama ini merupakan momentum untuk membenahi segala hal agar investasi besar-besaran masuk mulai tahun ketiga. Sejalan dengan itu, ekspor dan daya beli masyarakat membaik, serta belanja modal meningkat sehingga ekonomi mampu tumbuh 6%, sehingga kondisi global diprediksi pulih pada 2018.Pemerintah harus bersungguh-sungguh memperbaiki iklim usaha agar investasi deras mengalir dan kian marak. Pembenahan yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah dapat mendongkrak investasi, baikPMDN maupun PMA. Berbagai kebijakan, stimulus, dan insentif yang diluncurkan pada dua tahun pertama akan menarik investasi secara masif ke Tanah Air. Menurut BKPM, saat ini ada 54 proyek investasi asing (FDD) yang berada dalam tahap konstruksi senilai US$ 13,62 miliar (Rp. 150 triliun).Sekitar 22 proyek akan berproduksi tahun ini dan 20 proyek beroperasi tahundepan. Ke 54 proyek tersebut bakal menyerap tenaga kerja langsung 43.444 orang. Selain itu, proyek tersebut bakal menghasilkan devisa ekspor sedikitnya USS 3,33 miliar per tahun dan menghemat devisa dari penurunan impor senilai USS 1,15 miliar per tahun.

Pemerintah menargetkan, tahun 2017 nanti, mereka bisa mendapatkan rencana investasi infrastruktur sebesar Rp 500 triliun. Target investasi tersebut, diharapkan bisa diperoleh dari lima sumber pembiayaan.Pertama, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesarRp 124 triliun. Kedua, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) sebesar Rp 134 triliun. Sumber dana ketiga, Badan Usaha MilikNegara (BUMN) sebesar Rp 85 triliun. Keempat, dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp 2,4 triliun. Dan kelima, dari swasta Rp 154 triliun.

Isi Buku

  • Hal iv - SAMBUTAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
    Foreword The Minister of Home Affairs The Republik of Indonesia
  • Hal v - KATA PENGANTAR PENERBIT
    Foreword From The Publisher
  • Hal vii - RINGKASAN EKSEKUTIF
    Excecutive Summary
  • Hal 1 - PERKEMBANGAN INVESTASI DI INDONESIA
    The Development of Investment in Indonesia
  • Hal 17 - BANGKA BARAT, KABUPATEN
    West Bangka regency
  • Hal 31 - FAK FAK, KABUPATEN
    Fakfak Regency
  • Hal 51 - HALMAHERA SELATAN, KABUPATEN
    South Halmahera regency
  • Hal 71 - KEPULAUAN TALAUD, KABUPATEN
    Talaud Island Regency
  • Hal 87 - KOLAKA, KABUPATEN
    Kolaka Regency
  • Hal 103 - LAMONGAN, KABUPATEN
    Lamongan Regency
  • Hal 119 - LANGKAT, KABUPATEN
    Langkat Regency
  • Hal 135 - LUWU, KABUPATEN
    Luwu Regency
  • Hal 151 - LUWU TIMUR, KABUPATEN
    East Luwu Regency
  • Hal 167 - MALUKU TENGGARA BARAT, KABUPATEN
    West Southeast Moluccas Regency
  • Hal 185 - MANGGARAI TIMUR, KABUPATEN
    East Manggarai Regency
  • Hal 203 - MINAHASA, KABUPATEN
    Minahasa Regency
  • Hal 217 - NIAS BARAT, KABUPATEN
    West Nias Regency
  • Hal 233 - PAKPAK BHARAT, KABUPATEN
    Pakpak Bharat Regency
  • Hal 251 - PURWAKARTA, KABUPATEN
    Purwakarta Regency
  • Hal 271 - SORONG SELATAN, KABUPATEN
    South Sorong Regency
  • Hal 289 - TANGERANG, KOTA
    Tangerang City
  • Hal 307 - TIMOR TENGAH SELATAN, KABUPATEN
    South Central Timor Regency
  • Hal 325 - TOMOHON, KOT
    ATomohon City
  • Hal 339 - TORAJA UTARA, KABUPATEN
    North Toraja Regency
Date insert:
top