idarenfrdehihujaru
Category: Tourism
Pages: 156
Year: 2017

Hits: 296

  / 0
PoorBest 

Review

Written by Super User

Dengan memiliki lebih dari 17.000 pulau, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di seluruh dunia. Bentangan dari Sabang sampai Merauke tercatat sama dengan dari San Fransisco sampai New York di Amerika Serikat atau jarak antara London dan Moskow. Indonesia dikenal memiliki ribuan daerah tujuan wisata yang sangat mempesona. Sekali berkunjung wisatawan akan terbit keinginan untuk kembali berkunjung.

Pariwisata sebagai suatu sektor kehidupan, telah mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia,khususnya dalam 2 (dua) dekade terakhir, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi bangsa-bangsa di dunia yang semakin baik dan maju. Kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi telah menjadikan pariwisata sebagai bagian pokok dari kebutuhan atau gaya hidup manusia, dan menggerakkan jutaan manusia untuk mengenal alam dan budaya ke belahan atau kawasan-kawasan dunia lainnya. Pergerakan jutaan manusia selanjutnya mengerakkan mata rantai ekonomi yang saling berkaitan menjadi industri jasa yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian dunia, perekonomian bangsa-bangsa, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi di tingkat masyarakat lokal.

Prospek yang sangat strategis pada Sektor Pariwisata tersebut tentu menjadi peluang yang sangat berarti bagi Indonesia sebagai suatu negara yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat besar, yang membentang dan tersebar di lebih dari 17.504 pulau. Sektor Pariwisata yang telah berperan sebagai penyumbang devisa terbesar kedua setelah migas, menjadi industri atau sektor penting yang dapat diandalkan Pemerintah ke depan untuk menjadi pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Dalam konteks tersebut,maka pengembangan Sektor Pariwisata harus digarap secara serius,terarah, dan profesional agar pengembangan dan pemanfaatan aset aset pariwisata dapat memberi kontribusi signifikan dalam mewujudkan peran Sektor Pariwisata sebagai sektor andalan dalam pembangunandi masa depan.

Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Kekayaan biota laut tersebut menciptakan sekitar 600 titik selam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Raja Ampat di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam biota laut dan dikenal sebagai lokasi selam scuba yang baik karena memiliki jarak pandang mencapai hingga 30 meter pada siang hari. Hasil riset lembaga Konservasi Internasional pada tahun 2001 dan 2002 menemukan setidaknya 1.300 spesiesikan, 600 jenis terumbu karang dan 700 jenis kerang di kawasan Raja Ampat. Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara memiliki 25 titik selam dengan kedalaman hingga 1.556 meter. Hampir 70% spesies ikan diPasifik Barat dapat ditemukan di Taman Nasional ini. Terumbu karang di Taman Nasional ini disebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan dengan Hawaii.

Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti jenistarian, alat musik, dan adat istiadat di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa agama Hindu dan Buddha pernah masuk dan mempengaruhi kehidupan spiritual di Indonesia dengan adanya peninggalan sejarah seperti candi dan prasasti di beberapa lokasi. Jejak-jejak peninggalan agama Buddha yang terbesar adalah Candi Borobudur yang terletakdi wilayah Magelang dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1991. Pada abad ke-13 hingga ke-16 Agama Islam masuk ke Nusantara menggantikan era Kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa ini, banyak ditemukan masjid yang merupakan akulturasi kebudayaan antara Hindu-Buddha-Jawa dengan agama Islam seperti terlihat pada Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 10 Destinasi Unggulan Pariwisata Indonesia, yaitu : Pulau Komodo (Nusa TenggaraTimur); Trio Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) di PulauLombok, Nusa Tenggara Barat; Raja Ampat (Papua Barat); DanauSentani (Papua); Bali; Taman Laut Bunaken (Sulawesi Utara);Puncak Jayawijaya (Papua); Tana Toraja (Sulawesi Barat);Candi Borobudur (Daerah Istimewa Yogyakarta); dan Taman Mini Indonesia Indah (Daerah Khusus Ibukota Jakarta).

Guna menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan mencapai 20 juta orang per tahun pada 2019, pemerintah juga telah mencanangkan 10 Destinasi Prioritas Pariwisata, antara lain :Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta),Bromo (Jawa Timur), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB),Morotai (Maluku), Candi Borobudur (Yogyakarta), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung)dan Tanjung Lesung (Banten). 10 lokasi prioritas pariwisata tersebut ditetapkan sesuai dengan skala prioritas pembangunan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta tentu saja Kementerian Pariwisata.

Isi Buku

  • Hal iv - SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI DAN INDUSTRI PARIWISATA
    The Deputi of Tourism Destinations and Industry Development
  • Hal v - Sambutan Ketua Umum ASITA
    Foreword of The Chairman of ASITA
  • Hal vi - KATA PENGANTAR PENERBIT
    Preface Of The Publisher
  • Hal vii - RINGKASAN EKSEKUTIF
    Foreword Of The Publishers
  • Hal 1 - PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA INDONESIA
    Development of Tourism Destinations in Indonesia
  • Hal 35 - KABUPATEN BUTON
    Buton Regency
  • Hal 51 - KABUPATEN EMPAT LAWANG
    Empat Lawang Regency
  • Hal 71 - KABUPATEN LANDAK
    Landak Regency
  • Hal 89 - KABUPATEN PASAMAN
    Pasaman Regency
  • Hal 103 - KABUPATEN PASAMAN BARAT
    West Pasaman Regency
  • Hal 121 - KABUPATEN PELALAWAN
    Pelalawan Regency
  • Hal 141 - KABUPATEN SIGI
    Sigi Regency
Date insert:
top