idarenfrdehihujaru
Category: Investment
Year: 2018

Hits: 313

 5 / 1
PoorBest 

Review

Written by Super User

Penguatan fondasi ekonomi dan reformasi struktural baik yang dilakukan Penguatan fondasi ekonomi dan reformasi struktural baik yang dilakukan oleh Pemerintah, Bank Sentral, maupun Otoritas Jasa Keuangan padatahun ini akan terlihat hasilnya pada tahun-tahun mendatang. Itulah sebabnya, pertumbuhan ekonomi akan melaju cepat mulai 2017,setidaknya di level 6%. Tahun 2018 dan 2019 ekonomi bahkan diprediksi bertumbuh 7%. Untuk itu, pemerintah perlu terus mengeluarkan kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya perbaikan iklim investasi, kebijakan yang mendongkrak daya beli masyarakat, dan reformasi struktural lanjutan. Indonesia diyakini akan segera memasuki masa pemulihan dan ekspansi, setelah melewati titik terendah.

Sejumlah stimulus ekonomi telah diluncurkan untuk mendorong konsumsi, mendorong industri manufaktur, serta untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Stimulus pendorong konsumsi di antaranya adalah penghapusan PPnBM sejumlah barang mewah, kenaikan bea masuk (BM) puluhan kelompok barang impor, kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) juga penaikan loan to value (LTV) atau penurunan uang muka untuk kredit properti dan otomotif.

Sedangkan untuk mendorong industri, pemerintah memberikan tax allowance bagi perusahaan yang berinvestasi dalam jumlah besar,banyak menyerap tenaga kerja, berorientasi ekspor, dan menggunakan tingkat kandungan lokal tinggi, melakukan penelitian dan pengembangan(RD) di Indonesia, serta perusahaan asing yang menginvestasikan kembali (re-investasi) keuntungannya di dalam negeri. Pemerintah juga menaikkan PPh impor dan bea masuk sejumlah produk yang sudah dapat dibuat di dalam negeri.

Perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 6-6,5% pada 2017 seiring dengan realisasi belanja infrastruktur dan biaya logistik yanglebih efisien. Apalagi jika didorong perbaikan ekonomi AS, Jepang, dan Tiongkok. Meskipun diperkirakan ada gejala superdolar akibat kenaikan Tiongkok. Meskipun diperkirakan ada gejala superdolar akibat kenaikan Fed Fund rate dan terjadi juga capital outflow, pengendalian terhadap inflasi untuk tetap berada di level 4-4,5% dan defisit transaksi berjalan 2,5% tetap dilakukan Pemerintah. Ke depan, Pemerintah tetap mendorong akselerasi belanja modal disertai stimulus fiskal bagi investasi swasta, misalnya merelaksasi tax holiday, pemberlakuan tax amnesty, serta pemberian insentif di kawasan ekonomi khusus (KEK)  dan kawasan berikat.

Ditengarai pada dua tahun pertama Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan masa pembenahan dan penguatan pondasi ekonomi guna meraih perekonomian yang lebih sehat pada 2017 keatas, minimal 6%. Karena itu, publik selayaknya dapat memberikan toleransi kepada Pemerintah dalam dua tahun ini, apabila pertumbuhan ekonomi masih berada di level 5%. Ekonomi berpotensi tumbuh kencang jika belanja modal Pemerintah bisa terealisasi sempurna. Selain itu, pola pertumbuhan ekonomi perlu diubah dari konsumsi menjadi investasi sebagai kontributor utama, sehingga pertumbuhan lebih sustainable.Saat ini, konsumsi mengontribusi 56% PDB.

Ekonomi Indonesia mampu tumbuh menjadi 7% pada 2018 sebagai hasil dari pondasi yang dibangun pada dua-tiga tahun Pemerintahan. Untukitu, penciptaan iklim investasi yang ramah dan probisnis menjadi mutlak,perlu peningkatan anggaran infrastruktur, serta koordinasi yang mulus antara pemerintah pusat dan daerah. Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pada pengeluaran Pemerintah, khususnya belanja modal.Ekonomi akan membaik pada tahun ketiga pemerintahan. Artinya, dua tahun pertama ini merupakan momentum untuk membenahi segala hal agar investasi besar-besaran masuk mulai tahun ketiga. Sejalan dengan itu, ekspor dan daya beli masyarakat membaik, serta belanja modal meningkat sehingga ekonomi mampu tumbuh 6%, sehingga kondisi global diprediksi pulih pada 2018.

Pemerintah harus bersungguh-sungguh memperbaiki iklim usaha agar investasi deras mengalir dan kian marak. Pembenahan yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah dapat mendongkrak investasi, baik PMDN maupun PMA. Berbagai kebijakan, stimulus, dan insentif yang diluncurkan pada dua tahun pertama akan menarik investasi secara masif ke Tanah Air.

Menurut BKPM, saat ini ada 54 proyek investasi asing (FDD) yang berada dalam tahap konstruksi senilai US$ 13,62 miliar (Rp. 150 triliun).Sekitar 22 proyek akan berproduksi tahun ini dan 20 proyek beroperasi tahun depan. Ke 54 proyek tersebut bakal menyerap tenaga kerjalangsung 43.444 orang. Selain itu, proyek tersebut bakal menghasilkandevisa ekspor sedikitnya USS 3,33 miliar per tahun dan menghemat devisa ekspor sedikitnya USS 3,33 miliar per tahun dan menghemat devisa dari penurunan impor senilai USS 1,15 miliar per tahun.

Pemerintah menargetkan, tahun 2017 nanti, mereka bisa mendapatkan rencana investasi infrastruktur sebesar Rp 500 triliun. Target investasi tersebut, diharapkan bisa diperoleh dari lima sumber pembiayaan.Pertama, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)sebesar Rp 124 triliun. Kedua, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 134 triliun. Sumber dana ketiga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 85 triliun. Keempat, dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp 2,4 triliun. Dan kelima, dariswasta Rp 154 triliun.

Isi Buku

  • Hal iv - Kata Pengantar Ketua Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII)
    Foreword of The Chairman of PIDII
  • Hal vii - RINGKASAN EKSEKUTIF
    Executive Summary
  • Hal 1- GAIRAH POTENSI INVESTASI DI INDONESIA
    Enthusiasm of Investment Potetntial in Indonesia
  • Hal xx - KABUPATEN ACEH TAMIANG
    Aceh Tamiang Regency
  • KABUPATEN BANGKA TENGAH
    Central Bangka Regency
  • KABUPATEN HALMAHERA TENGAH
    Central Halmahera Regency
  • KABUPATEN KONAWE SELATAN
    South Konawe Regency
  • KABUPATEN MAJENE
    Majene Regency
  • KABUPATEN NIAS BARAT
    West Nias Regency
  • KABUPATEN NIAS SELATAN
    South Nias Regency
  • KABUPATEN NIAS UTARA
    North Nias Regency
  • KABUPATEN PESAWARAN
    Pesawaran Regency
  • KABUPATEN POLEWALI MANDAR
    Polewali Mandar Regency
  • KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
    North Central Timor Regency
  • KABUPATEN YAHUKIMO
    Yahukimo Regency
Date insert:
top